Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manhaj / WASPADA BAHAYA LATEN TERORISME
KLIK UNTUK BERINFAK

WASPADA BAHAYA LATEN TERORISME

WASPADA BAHAYA LATEN TERORISME

NKRI kembali berkabung. Rentetan bom bunuh diri meledak di beberapa tempat tanah air, menumpahkan darah dan nyawa-nyawa tidak berdosa, menebar teror dan ketakutan di semua pelosok negeri. Ironinya yang dijadikan tumbal adalah anak-anak kecil dan ibu-ibu yang tidak boleh dibunuh sekalipun dalam medan peperangan.

Siapakah Pelakunya…?? Apa motif mereka…?? Sampai kapan ini akan terus terulang…??

Tidak diragukan lagi bahwa pelakunya adalah aktor lama yang hanya bermetamorfose dengan nama berbeda ISIS, JAT, JAD dan yang lainnya. Mereka tidak lain adalah anak cucu Dzul Khuwaishiroh yang menuduh Nabi “tidak adil”, mereka adalah generasi penerus para pembunuh sahabat ‘Umar bin al Khoththob, Utsman bin ‘Affan, dan ‘Ali bin Abi Tholib . Nenek moyang mereka bernama kelompok khowarij yang mengkafirkan para sahabat Nabi sehingga Nabi menyebut mereka sebagai anjing-anjing penduduk neraka.

عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى : قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ)

Dari Ibnu Abi Aufa ia berkata, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Khowarij adalah anjing-anjing penduduk neraka” (HR. Ahmad 19130, Ibnu majah 173).

Berkata  al Munawi rohimahulloh: “ (Maknanya) mereka melolong di dalam neraka seperti lolongan anjing atau maksudnya mereka adalah penduduk neraka yang paling jelek dan hina  sebagaimana anjing adalah hewan yang paling jelek dan hina” (Faidhul Qodiir 1/528).

Beliau juga berkata: “Dan hikmah dari siksaan mereka seperti itu dikarenakan mereka di dunia seperti anjing bagi kaum muslimin dimana mereka mengkafirkan kaum muslimin, mendzholimi kaum muslimin dan membunuh kaum muslimin sehingga mereka disiksa sesuai dengan perbuatan tersebut yaitu menjadi anjing di akhirat” (Faidhul Qodiir 3/509).

Kenali ciri mereka…

Mereka adalah anak-anak muda, rajin ibadah, rajin membaca al Qur’an, berdalil dengan al Qur’an dan al Hadits, namun…………

Mudah mengkafirkan, menjuluki pemerintah dan bawahannya dengan istilah Thagut yang ujungnya adalah menghalalkan darah kaum muslimin dan siapa saja yang bekerja sama dengan Barat.

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” يَخْرُجُ فِيكُمْ قَوْمٌ تَحْقِرُونَ صَلاتَكُمْ مَعَ صَلاتِهِمْ ، وَصِيَامَكُمْ مَعَ صِيَامِهِمْ ، وَأَعْمَالَكُمْ مَعَ أَعْمَالِهِمْ ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ وَلا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ 

Dari Abu Sa’id al Khudry rodhiyallohu ‘anhu ia mendengar Rasululloh bersabda: “Akan muncul pada kalian sekelompok orang yang kalian menganggap sholat kalian tidak ada apa-apanya dengan sholat mereka, puasa kalian tidak ada apa-apanya dengan puasa mereka, amalan kalian tidak ada apa-apanya dengan amalan kalian mereka membaca al Qur’an tetapi tidak melewati kerongkongannya (maknanya tidak masuk didalam hati dan tidak dipahamai dengan benar), mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah melesat dari busurnya” (HR. al Bukhori dan Muslim).

Dari Abi Sa’id al Khudry bahwasanya Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (tentang kelompok ini):

يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

Dari Abu Sa’id al Khudry bahwasanya Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda (tentang kelompok ini): “Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka keluar dari Islam seperti anak panah melesat dari busurnya, jika aku menjumpai mereka aku akan bunuh mereka seperti kaum ‘Add dibinasakan” (HR. al Bukhori 3166, Muslim Muslim 2499).

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ النَّاسِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ فَمَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ عِنْدَ اللَّهِ لِمَنْ قَتَلَهُمْ”

 “Akan datang di akhir zaman sekelompok orang yang umurnya masih ingusan, akalnya masih kekanak-kanakan, mereka mengucapkan ucapan sebaik-baik manusia (yaitu Hadits Rasululloh), mereka membaca al Qur’an tetapi tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari agama seperti anah panah melesat dari busurnya, Jika kalian jumpai mereka maka bunuhlah karena memerangi mereka akan mendapatkan pahala di sisi Alloh pada hari kiamat” (HR. al Bukhori 6930, Muslim 1066).

Sampai kapan Mereka akan terus muncul…??

قَالَ ابْنُ عُمَرَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ( كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ ) أَكْثَرَ مِنْ عِشْرِينَ مَرَّةً ( حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ ) وصححه البوصيري في “الزوائد” (1/ 26) ، وحسنه الألباني في “صحيح ابن ماجة” .

Berkata Ibnu ‘Umar: “Aku  mendengar Rasululloh bersabda: “(Setiap kali tanduknya muncul pasti akan dibasmi) lebih dari dua puluh kali (sampai muncul dari pasukan mereka ad Dajjal)” (Dishohihkan oleh Al Bushiriy dalam “az Zawa’id 1/26 dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shohih Ibnu majah).

Apa Solusinya…??

Disamping membasmi dengan kekuatan militer diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk membasmi pemikiran ini karena setiap saat akan meledak. Terlebih Negara kita termasuk lahan yang subur bagi doktrin-doktrin mereka karena kebebasan berpendapat sekalipun itu mengkritik pemerintah di depan umum yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam Islam.

Berkata ‘Iyadh Ibnu Ghunmin kepada Hisyam Ibnu Hakim: “Tidakkah engkau mendengar bahwa Rasululloh bersabda: “Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah ia menasehatinya terang-terangan namun hendaknya menggandeng tangannya dan empat mata, apabila ia menerima maka itulah yang diharapkan namun apabila ia menolak maka ia telah melaksanakan kewajibannya” (as Sunnah 2/737 dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Dhzilalul jannah 2/521).

Berkata al ‘Allamah Syaikh Bin Baz: “Bukanlah termasuk manhaj salaf berorasi menyebarkan aib-aib penguasa dan menyebutnya di mimbar-mimbar karena akan menimbulkan kekacauan dan tidak mau mendengar dan ta’at dalam kebaikan serta akan membuat gonjang-ganjing yang tidak ada sama sekali manfaatnya bahkan justru membahayakan. Metode yang ditempuh oleh Salaf adalah saling menasehati antara mereka dengan penguasa, bersurat kepadanya atau menghubungi para ulama yang dapat menyampaikan aspirasi mereka sehingga sang penguasa dapat diarahkan kepada yang baik” (Majmu’ fatawa 8/210-211).

Jaga anak-anak kita dari akar pemikiran Takfiriy (Pengkafiran)…

Karena sasaran pemikiran terorisme ini adalah para pemuda maka peran orang tua dan pendidik menjadi sangat urgen. Hindarkan anak-anak belajar agama kepada orang yang tidak jelas manhaj (metodologi) beragamanya. Di samping itu hendaknya bacaan-bacaan mereka disaring dari tulisan para tokoh Takfiriy yang merupakan akar pemikiran takfir seperti Sayyid Quthb, Hasan al banna, Muhammad Surur Zainal ‘Abidin, Usamah bin Laden, Abu Bakr al baghdadiy, Abu Mus’ab al Zarkawi, Abdulloh Azzam, Dr. Aiman aal Zawahiriy dan yang lainnya. Seperti pengakuan Dr. Aiman sendiri dalam Harian “Ashsharqul-Ausat” edisi 8407 tanggal 4/12/2001 M – 19/9/1422 H menukil catatan harian Dr. Aiman al-Zawâhiri, tangan kanan Usâmah bin Lâdin. Di antara catatan harian Dr Aiman al-Zawâhiri yang dinukil oleh harian tersebut ialah:

أَنَّ سَيِّدَ قُطُبٍ هُوَ الَّذِيْ وَضَعَ دُسْتُوْرَ التَّكْفِيْرِييِنَ الْجِهَادِيِيْنَ فِيْ كِتَابِهِ الدِّيْنَامِيْتِ “مَعَالِمَ عَلَى الطَّرِيْقِ” وَأَنَّ فِكْرَ سَيِّدٍ هُوَ (وَحَدَهُ) مَصْدَرُ اْلأَحْيَاءِ اْلأُصُوْلِيْ، وَأَنَّ كِتَابَهُ الْعَدَالَةَ اْلاِجْتِمَاعِيَّةَ فِيْ اْلإِسْلاَمِ يُعَدُّ أَهَمَّ إِنْتَاجٍ عَقْلِيٍّ وَفِكْرِيٍّ لِلتَّيَّارَاتِ اْلأُصُوْلِيَّةِ، وَأَنْ فِكْرَ سَيِّدٍ كاَنَ شَرَارَةَ الْبَدْءِ فِيْ إِشْعَالِ الثَّوْرَةِ (الَّتِيْ وَصَفَهَا بِاْلإِسْلاَمِيَّةِ) ضِدَّ (مَنْ سَمَّاهُمْ) أَعْدَاءَ اْلإِسْلاَمِ فِيْ الدَّاخِلِ وَالْخَارِجِ، وَالَّتِيْ مَا زَالَتْ فَصُوْلُهَا الدَّامِيَةُ تَتَجَدَّدُ يَوْماً بَعْدَ يَوْمٍ

“Sesungguhnya Sayyid Quthub dalam kitabnya yang bak bom waktu “Ma’âlim Fî At-Tharîq’ meletakkan undang-undang pengkafiran dan jihad. Gagasan-gagasan Sayyid Quthublah yang selama ini menjadi sumber bangkitnya pemikiran radikal. Sebagaima kitab beliau yang berjudul ” Al-’Adâlah Al-Ijtimâ’iyah fil Islâm” merupakan. Hasil pemikiran logis paling penting bagi lahirnya arus gerakan radikal. Gagasan-gagasan Sayyid Quthub merupakan percikan api pertama bagi berkobarnya revolusi yang ia sebut sebagai revolusi Islam melawan orang-orang yang disebutnya musuh-musuh Islam, baik di dalam atau di luar negeri. Suatu perlawanan berdarah yang dari hari ke hari terus berkembang.”

Pengakuan Dr Aiman al-Zawâhiri ini selaras dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Saudi Arabia, Pangeran Nayif bin Abdul Azîz al-Sa`ûd. Pangeran Nayif menyatakan kepada Hariah “As-Siyâsah Al-Kuwaitiyah” pada tanggal 27 November 2002 M.

“Tanpa ada keraguan sedikitpun, aku katakan bahwa sesungguhnya seluruh permasalahan dan gejolak yang terjadi di negeri kita bermula dari organisasi Ikhwânul Muslimîn. Sungguh, kami telah banyak bersabar menghadapi mereka walaupun sebenarnya bukan hanya kami yang telah banyak bersabar. Sesungguhnya mereka itulah penyebab berbagai masalah yang terjadi di dunia arab secara khusus dan bahkan meluas hingga ke seluruh dunia Islam. Organisasi Ikhwânul Muslimîn sungguh telah menghancurkan seluruh negeri Arab.”  Wallohul Musta’an.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *