Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri
KLIK UNTUK BERINFAK

Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Seseorang jika hendak menikah, maka hendaknya ia memilih wanita dengan kriteria sebagai berikut :

1. Wanita yang agamanya baik.

Hadits dari Abu Hurairoh, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena 4 (empat) hal : karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Maka pilihlah ia karena agamanya, jika tidak, maka celakalah engkau”. (H.R Bukhari 9/132/5090, Muslim 2/1086, Abu Dawud 6/42/2032, Ibnu Majah 1/597/1858, an Nasa’i 6/68).

2. Wanita yang perawan atau gadis, kecuali jika ada mashlahatnya menikahi janda, maka tidak mengapa menikai janda.

Jabir bin Abdullah –radhiallahu ‘anhu- berkata,

تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَتَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «أَبِكْرًا أَوْ ثَيِّبًا؟» قُلْتُ: ثَيِّبًا، قَالَ: «فَهَلَّا بِكْرًا تُلَاعِبُهَا؟» ، قُلْتُ: كُنَّ لِي أَخَوَاتٌ، فَخَشِيتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِي وَبَيْنَهُنَّ، قَالَ: «فَذَاكَ إِذَنْ»

“Aku menikahi seorang wanita pada zaman Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka aku menemui beliau, lalu beliau bersabda : Mengapa engkau tidak menikahi perawan sehingga engkau bisa bermain-main dengannya?. Lalu aku menjawab : Wahai Rasulullah, saya mempunyai banyak saudara perempuan, saya khawatir terjadi perselisihan diantara mereka. Rasulullah bersabda :  “jika demikian, tidak mengapa” H.R Muslim 2/1087/715).

Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالْأبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيِيِي

“(Nikahilah) gadis-gadis, sungguh lebih manis tutur katanya, lebih banyak menangnya, dan lebih menerima dengan sedikit (qana’ah)” HR. lbnu Majah no. 1861 dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623

3. Wanita yang subur (dapat melahirkan banyak anak).

Hadits dari Anas –radhiallahu ‘anhu-, dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الأُمَمَ

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur, karena saya bangga dengan jumlah ummatku yang banyak”.(H.R Abu Dawud 6/47/2035, an Nasa’i 6/65) 

 

Sumber :

Alwajiz Fi Fiqhissunnah Wal Kitabil Aziz Syaikh Abdul ‘Azhim Badawi 

Tentang Penulis ummu Hakam Al-Atsariyah

Yanuarizki Wofi Amalia ( Ummu Hakam ) Pendidikan : Ma'had Imam Bukhari Solo (Tingkat Mutawasithoh - Tsanawiyah - Khidmah) Aktifitas : Pengajar dan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Mahmud Al-Islamy NTB

Silahkan Pilih Yang Lain

Sholat Tathawwu’ ( Sunnah ) : (Hukum, Keutamaan, dan Macam-Macamnya)

Sholat Tathowwu’ ( Sunnah ) A. Definisi Sholat Tathawwu’ Sholat Tathawwu’ adalah sholat tambahan selain …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *