Jumat , November 16 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / Umdatul Ahkam : Hukum Kencing dan Mandi Di Air Yang Menggenang ( Hadits 5 )

Umdatul Ahkam : Hukum Kencing dan Mandi Di Air Yang Menggenang ( Hadits 5 )

Hukum Kencing dan Mandi Di Air Yang Menggenang

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : ( لا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لا يَجْرِي , ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ ) . وَلِمُسْلِمٍ : ( لا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ ) .

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di air yang menggenang ( tidak mengalir ) kemudian ia mandi dengan air tersebut”. Dalam riwayat Muslim : “Janganlah salah seorang dari kalian mandi didalam air yang menggenangdalam keadaan junub”.

Penjelasan dan fiqih Hadits :

  1. Hadits diatas menunjukkan larangan kencing di air yang menggenang.

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

( نهى رسول الله أن يبال في الماء الراكد ) رواه مسلم

“Rasulullah melarang kencing di air yang menggenang”. (HR.Muslim)

  1. Hikmah dilarangnya kencing di air yang menggenang, karena air akan bercampur dengan nakjis dan penyakit yang ada dalam kencing tersebut.
  2. Hadits ini menunjukkan bolehnya kencing di air yang mengalir, karena air kencing ikut mengalir tidak diam.
  3. Faidah : Apakah buang air besar hukumnya sama dengan kencing dalam masalah ini?
  •  Imam Nawawi rahimahullah berkata :

والتغوط في الماء كالبول فيه وأقبح ، وكذلك إذا بال في إناء ثم صبه في الماء

 “Buang air besar dalam air yang menggenang sama dengan kencing bahkan lebih buruk, begitu juga apabila seseorang kencing pada bejana kemudian menuangkan nya ke air”.

  1. Larangan mandi di air yang menggenang bagi orang yang sedang junub.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

( لَا يَغْتَسِل أَحَدكُمْ فِي الْمَاء الدَّائِم وَهُوَ جُنُب . فَقَالَ : كَيْف يَفْـعَل يَا أَبَا هُرَيْرَة ؟ قَالَ : يَتَنَاوَلهُ تَنَاوُلًا)

“Janganlah salah seorang dari kalian mandi di air yang menggenang sementara ia dalam keadaan junub. kemudian ia bertanya : Bagaimana seharusnya ia berbuat wahai Abu Hurairah?. Abu Hurairah menjawab : Dia mandi dengan menciduknya (mengambil air dengan gayung atau yang lain)”

  1. Orang yang sedang junub apabila ingin mandi dengan air yang menggenang maka hendaklah mengambil air dengan gayung atau yang lainnya.
  2. Hadits diatas menunjukan larangan melakukan sesuatu yang memudhorotkan atau mengakibatkan datangnya penyakit.
  3. Hadits ini menunjukkan bolehnya mandi junub di air yang mengalir.

 

Ponpes Tahfidz Putri Al-Mahmud, aik ampat, dasan geres, gerung Lombok Barat-NTB, kamis 21 Jumadal akhir 1439 H/8 maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Refrensi :

  1. Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  2. Taisir ‘Allam Syaikh Abdullah Al-Bassam
  3. Ihkamul Ahkam Imam Ibnu Daqiq Al-‘Id
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lanjutan Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bait ke-4) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it