Senin , Desember 10 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / Umdatul Ahkam : Hukum Berkumur, Istinja’ dengan Batu dan Larangan Memasukkan Tangan Kedalam Bejana ( Hadits 4 )

Umdatul Ahkam : Hukum Berkumur, Istinja’ dengan Batu dan Larangan Memasukkan Tangan Kedalam Bejana ( Hadits 4 )

Hukum Berkumur, Istinja’ dengan Batu dan Larangan Memasukkan Tangan Kedalam Bejana Ketika Bangun Tidur ( Hadits 4 )

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قال : ( إذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً , ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ , وَمَنْ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ , وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا فِي الإِنَاءِ ثَلاثاً ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ ) . وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ : ( فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمِنْخَرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ ).

وَفِي لَفْظٍ : ( مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْشِقْ ) .

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Jika salah seorang diantara kalian berwudhu’ maka hendaklah ia memasukkan air kedalam hidungnya(menghirupnya) kemudian mengeluarkannya. Barangsiapa beristijmar (istinja’ dengan batu) maka hendaklah ia melakukannya dengan jumlah ganjil. Dan jika salah seorang dari kalian bangun tidur maka hendaklah ia membasuh tangannya tiga kali sebelum dimasukkan kedalam bejana karena ia tidak mengetahui dimana tangannya berada saat ia tidur”. Dalam lafadz Imam Muslim : “Hendaklah ia beristinsyaq (menghirup) air dengan kedua lubang hidungnya”. Dalam lafadz lain : “Barangsiapa yang berwudhu’ maka hendaklah beristinsyaq”.

Penjelasan dan fiqih Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan perintah memasukkan air kedalam hidung.
  • Para ‘Ulama berbeda pendapat tentang hukum berkumur dan memasukkan air kedalam hidung ketika berwudhu’ :
  1. Pendapat Pertama : Hukum keduanya wajib, ini pendapat madzhab hambali.
  2. Pendapat Kedua : Hukum keduanya sunnah, ini pendapat madzhab hanafi,maliki dan syafi’i.
  3. Pendapat Ketiga : Yang wajib hanya menghirup air dengan hidung, adapun berkumur sunnah, ini pendapat madzhab dzohiri diantaranya Ibnu Hazm.

Yang rojih –wallahu a’lam-, pendapat pertama karena beberapa dalil, diantaranya :

4. Dari Laqith bin shabrah radhiallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

( وإذا توضأت فمضمض ) رواه أبو داود

“Dan apabila kamu berwudhu’ maka hendaklah berkumur”. (HR. Abu Daud) dalam hadits ini Rasulullah memerintahkan berkumur, maka ini menunjukkan atas wajibnya berkumur.

5. Dalil kedua, hadits tersebut diatas, Nabi memerintahkan untuk berkumur dan menghirup air kedalam hidung. perintah Nabi menunjukkan wajibnya hal tersebut.

6. Nabi senantiasa melakukannya, setiap sahabat yang menjelaskan sifat wudhu’ Nabi, mereka selalu menyebutkan berkumur dan istinsyaq.

  • Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata :

كُلَّ مَنْ وَصَفَ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ e مُسْتَقْصِيًا ذَكَرَ أَنَّهُ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ , وَمُدَاوَمَتُهُ عَلَيْهِمَا تَدُلُّ عَلَى وُجُوبِهِمَا ; لِأَنَّ فِعْلَهُ يَصْلُحُ أَنْ يَكُونَ بَيَانًا وَتَفْصِيلًا لِلْوُضُوءِ الْمَأْمُورِ بِهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ

“Setiap orang (sahabat) yang menjelaskan sifat wudhu’ Nabi secara detail, mereka menyebutkan bahwa Nabi berkumur dan beristinsyaq, dan pembiasaan Nabi dalam melakukan keduanya menunjukkan akan wajibnya hal itu, karena perbuatan Nabi sebagai penjelas dan perinci wudhu’ yang di perintahkan dalam kitab Allah (Al-Qur’an)”.

  • Ibnul qayyim Rahimahullah berkaata :

ولم يتوضأ إلا تمضمض واستنشق ، ولم يحفظ عنه أنه أخل به مرة واحدة

“Nabi tidaklah berwudhu’ kecuali berkumur dan menghirup air kedalam hidungnya, dan tidak ada satu hadits pun yang dihafal yang menyebutkan bahwa nabi meninggalkannya walaupun sekali”.

7. Disunnahkan berlebihan dalam berkumur (berkumur dengan kuat).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

أَسْبِغْ اَلْوُضُوءَ, وَخَلِّلْ بَيْنَ اَلْأَصَابِعِ, وَبَالِغْ فِي اَلِاسْتِنْشَاقِ, إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

“Sempurnakanlah dalam berwudhu, usaplah sela-sela jari, dan hiruplah air ke dalam hidung dalam-dalam (dengan kuat) kecuali jika engkau sedang berpuasa”.

  • Imam Nawawi rahimahullah berkata :

المبالغة في المضمضة والاستنشاق سنة بلا خلاف

 “Berlebihan dalam berkumur dan menghirup air kedalam hidung adalah sunnah tanpa ada perbedaan antara para ‘Ulama”.

8. Disyari’atkan istijmar (istinja’ dengan batu ) dengan jumlah yang ganjil, dan tidak boleh kurang dari tiga batu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

 ( لَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اَللَّهِ أَنْ نَسْتَقْبِلَ اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ, أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ, أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ ) رواه مسلم

“Rasulullah telah melarang kami buang air besar atau kencing menghadap kiblat, atau istinja’ dengan tangan kanan, atau istinja dengan kurang dari tiga batu”.(HR. Muslim)

9. Ketika bangun dari tidur dianjurkan mencuci tangan tiga kali sebelum dimasukkan kedalam bejana.

10. Air yang terkena tangan orang yang bangun dari tidurnya tetap dalam kesuciannya menurut jumhur ‘Ulama.

 

Ponpes Tahfidz Putri Al-Mahmud, aik ampat, dasan geres, gerung Lombok Barat-NTB, kamis 21 Jumadal akhir 1439 H/8 maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Refrensi :

  1. Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  2. Taisir ‘Allam Syaikh Abdullah Al-Bassam
  3. Ihkamul Ahkam Imam Ibnu Daqiq Al-‘Id
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lanjutan Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bait ke-4) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it