Senin , Desember 10 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / ‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ ( إذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا ، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ) .

 

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika kalian melihatnya (hilal bulan Ramadhan), maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya (hilal bulan Syawwal), maka berbukalah (berhari rayalah). Jika hilal tidak terlihat karena mendung, maka sempurnakanlah (bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari)” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Mutiara dan Fiqih hadits :

1. Puasa ramadhan wajib dilaksanakan karena dua hal :

a. Melihat hilal ramadhan

b. Apabila mendung maka dengan menyempurnakan bulan sya’ban menjadi 30 hari

2. Patokan dalam menentukan awal puasa ramadhan dan berhari raya dengan melihat hilal ramadhan. Adapun menggunakan ilmu hisab maka ini menyelisihi tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

“Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah (buta huruf). Kami tidak mengenal cara tulis menulis, dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini dan seperti ini .” (HR. Bukhari dan Muslim) Maksud sabda Nabi “Bulan ini seperti ini” yaitu Satu bulan itu kadang 29 hari dan kadang 30 hari.

Syaikhul Islam rahimahullah berkata :

ولا ريب أنه ثبت في السنة الصحيحة واتفاق الصحابة ، أنه لا يجوز الاعتماد على حساب النجوم ، والمعتمد على الحساب في الهلال ، كما أنه ضال في الشريعة مبتدع في الدين ، فهو مخطئ في العقل ، وعلم الحساب ، فإن العلماء في الهيئة يعرفون أن الرؤية لا تنضبط بأمر حسابي

“Tidak diragukan lagi berdasarkan As-Sunnah yang shahih serta kesepakatan para shahabat bahwasanya tidak boleh bersandar (dalam menentukan masuk dan keluarnya bulan Ramadhan) dengan ilmu hisab astronomi, Dan orang yang berandar kepada ilmu hisab untuk menentukan hilal, seperti orang yang telah sesat dalam syari’at sekaligus sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) dalam agama ini, Dan ia pun salah menurut akal dan ilmu hisab itu sendiri. Karena sesungguhnya para ‘Ulama (pakar di bidang ilmu hisab) mengetahui bahwasanya ru’yah tidak dapat ditentukan secara pasti berdasarkan perhitungan ilmu hisab.” (Majmu’ Fatawa)

3. Seorang yang melihat hilal ramadhan seorang diri, apakah dia harus berpuasa? Para ‘Ulama dalam masalah ini berselisih pendapat :

a. Pendapat pertama: Dia harus berpuasa di awal Ramadan dan berhari raya di akhirnya seorang diri, Akan tetapi hendaknya dia melakukannya dengan sembunyi-sembunyi agar tidak nampak perselihannya dengan masyarakat. Ini merupakan pendapat mazhab Syafii, salah satu riwayat Ahmad, dan Mazhab Ibnu Hazm

b. Pendapat Kedua : Hendaknya dia berpuasa di awal bulan seorang diri, beramal berdasarkan rukyatnya. Dan tidak boleh berhari raya kecuali dengan masyarakat. Ini merupakan mazhab Abu Hanifah, Malik dan Ahmad bin Hambal rahimahumullah.

c. Pendapat ketiga : Hendaknya dia berpuasa dan berhari raya bersama masyarakat. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam salah satu riwayatnya. Juga dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

صومكم يوم تصومون ، وفطركم يوم تفطرون ، وأضحاكم يوم تضحون

“Berpuasalah kalian pada hari mereka berpuasa, dan berbukalah kalian pada hari mereka berbuka, dan berkurbanlah pada hari mereka berkurban.” (HR. Abu Daud)

4. Apabila hilal telah terlihat di suatu negeri, apakah wajib bagi negeri yang lain untuk mengikutinya? ‘Ulama telah berselisih dalam masalah ini menjadi beberapa pendapat :

a. Apabila hilal telah terlihat di salah satu negeri islam, maka wajib bagi seluruh kaum muslimin yang tinggal di negeri lain untuk berpuasa. Ini pendapat ulama Hanabilah, pendapat sebagian ulama Syafi’iyyah, pendapat Abu Hanifah

Mereka berdalil dengan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُومُونَ وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Hari berpuasa adalah hari kaum muslimin berpuasa. Hari ‘Idul Fithri adalah hari kaum muslimin merayakannya. Dan hari ‘Idul Adha adalah hari kaum muslimin menyembelih kurban.”

b. Setiap negeri melihat hilal di tempat masing-masing. Ini adalah pendapat mayoritas ulama Syafi’iyyah.

c. Negeri yang jaraknya berjauhan harus melihat hilal di tempat masing-masing, adapun negeri yang berdekatan yang belum melihat hilal wajib mengikuti negeri lain yang telah melihat hilal. Ini pendapat yang masyhur dikalang Fuqaha’ Syafi’iyyah, dan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyah.

d. Kaum muslimin harus mengikuti Imamnya (penguasa kaum muslimin), dan pendapat inilah yang diikuti kebanyakan kaum muslimin hari ini.

5. Wajibnya berpuasa ramadhan karena melihat hilal.

6. Hadits diatas menunjukkan haramnya berpuasa pada hari syak (tanggal 30 sya’ban).

 

Pondok Tahfidz Putri Al-Mahmud Aik Ampat, Senin 8 Sya’ban 1439 H/23 April 2018

Bahrul Ulum Ahmad Makki

 

Refrensi :

  • Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  • Taisir ‘Allam Syarh Umdatul Ahkam Syaikh Abdullah Al-Bassam
  • Ihkamul Ahkam Syarh Umdatul Ahkam Ibnu Daqiq Al-‘Id
  • shahih Fiqhussunnah Syaikh Abu Malik Kamal Salim

 

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hukum Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lanjutan Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bait ke-4) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it