Rabu , Oktober 28 2020
Breaking News
Home / depan / Umdatul Ahkam : Bersuci Merupakan Syarat Sah Sholat ( Hadits 2 )
KLIK UNTUK BERINFAK

Umdatul Ahkam : Bersuci Merupakan Syarat Sah Sholat ( Hadits 2 )

Umdatul Ahkam : Bersuci Syarat Sah Sholat ( Hadits 2 )

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : (( لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ )) 

Artinya : “Allah tidak menerima shalat salah seorang diantara kalian yang  berhadats hingga ia berwudhu’”.

Penjelasan dan Fiqih Hadits :

  1. Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shahr Ad-Dausy beliau lebih dikenal dengan kuniahnya, masuk islam pada perang khaibar, beliau senantiasa menyertai Nabi sehingga beliau salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi, meriwayatkan sekitar 5374 hadits. Beliau meninggal pada tahun 57 H.
  2. Hadits ini menunjukkan bahwa bersuci merupakan syarat sah sholat.

Dalil-dalil nya :

قوله تعالى ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ … )

Firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki[QS. Al Maidah: 6]

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Tidak akan diterima shalat seorang diantara kalian jika ia berhadats hingga dia berwudhu[HR. Muslim 225] Dan hadits Bab ini.

عن ابْن عُمَر قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ : ( لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ ) رواه مسلم .

Dari Ibnu ‘Umar beliau berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak akan diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah yang didapatkan dari kecurangan[HR. Muslim 224]

  • عَنْ عَلِىٍّ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ : ( مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ ) رواه الترمذي .

Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir, penutupnya adalah salam[ HR. Tirmizi ]

Berkata  imam Nawawi rahimahullah : “hadits ini menunjukan wajibnya bersuci untuk shalat, para ulama’ sepakat bahwasanya bersuci syarat sah shalat”.

Beliau juga berkata : “ umat (ulama’) sepakat haramnya shalat tanpa bersuci dengan air (wudhu’) atau debu (Tayamum) dan tidak ada perbedaan antara shalat wajib dan shalat sunnah”. Begitu juga diwajikan bersuci untuk shalat jenazah.

  1. Hadits ini menunjukan batalnya shalat orang yang berhadas baik berhadasnya karena disengaja atau tidak
  2. Orang yang berhadas didalam shalat wajib keluar dari shalatnya kemudian berwudhu’ dan mengulangi shalat. Ini menurut jumhur Ulama’, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

( إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فِي اَلصَّلَاةِ فَلْيَنْصَرِفْ , وَلْيَتَوَضَّأْ , وَلْيُعِدْ اَلصَّلَاةَ ) وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ .

Apabila salah seorang diantara kalian kentut didalam shalatnya maka hendaklah dia keluar dari shalatnya kemudia berwudhu’ dan mengulang shalatnya”. [Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban]

  1. Orang yang berhadas apabila ia shalat dengan sengaja tanpa udzur maka ia berdosa.
  2. Seseorang yang masih dalam keadaan suci tidak wajib mengulangi/memperbaharui wudhu’nya apabila masuk waktu shalat berikutnya.
  3. Seseorang yang selesai dari shalatnya kemudian mengetahui bahwa dia shalat dalam kondisi berhadas maka dia wajib mengulangi shalatnya

 

Ponpes Tahfidz Putri Al-Mahmud, Aik Ampat Lombok Barat, Selasa 19 jumadal Akhir 1439 H/6 Maret 2018 M
Bahrul Ulum Ahmad

Refrensi :

  1. Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  2. Taisir ‘Allam Syarh Umdatul Ahkam Syaikh Abdullah Al-Bassam
  3. Ihkamul Ahkam Syarh Umdatul Ahkam Ibnu Daqiq Al-‘Id

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …