Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / Umdatul Ahkam : Ancaman Bagi Orang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu’ ( Hadits 3 )
KLIK UNTUK BERINFAK

Umdatul Ahkam : Ancaman Bagi Orang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu’ ( Hadits 3 )

Ancaman Bagi Orang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu’ ( Hadits 3 )

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ   قَالُوا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ )

Artinya : “Celakalah bagi (pemilik) tumit-tumit (yang tidak dibasuh ketika berwudhu’) dari siksa api neraka”.

Penjelasan dan Fiqih Hadits :

  1. Abdullah bin Amr bin ‘Ash radhiallahu anhuma masuk islam sebelum bapaknya, beliau dikenal banyak beribadah, meninggal tahun 63 H.
  2. Aisyah radhiallahu ‘anha, istri Rasulullah, ibunya orang-orang beriman, putri sahabt yang mulia abu bakar as-shiddiq radhiallahu ‘anhu, beliau dikenal cerdas, berakal, berilmu dan memiliki keutamaan yang banyak, beliau meninggal tahun 58 H.
  3. ( وَيْلٌ ) Waeel , terjadi perbedaan antara para ‘Ulama tentang makna kata Waeel , diantaranya :
    1. Pendapat pertama : waeel adalah Kata ancaman dan untuk menakut-nakuti
    2. Pendapat kedua : waeel adalah lembah dineraka jahannam. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits :

( ويل واد في جهنم )

Waeel adalah lembah dineraka jahannam” akan tetapi hadits ini lemah.

  1. Kisah tentang hadits ini (sebab-sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan hadits diatas ) adalah : Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِىُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا، فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلاَةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ: «وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ!» مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu safar kami. Kemudian beliau berhasil menyusul kami saat masuk waktu shalat sementara kami sedang berwudhu. Saat kami mulai mengusap kaki-kaki kami, beliau berteriak dari kejauhan, “Celakalah tumit-tumit dari neraka” Sebanyak dua atau tiga kali”. [Muttafaqun ‘Alaih]

  1. Hadits diatas menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki jika kedua kaki tidak dipakaikan Khuf (kaos kaki dan semisalnya). Faidah ini kita ambil dari pengingkaran Nabi yang keras kepada para sahabat yang mengusap kaki-kaki mereka dengan cepat tanpa membasuh dan menuangkan air keatasnya. Dan ini kesepakan Imam-imam yang empat.
  2. Wajib meratakan anggota wudhu’ dengan air ketika bersuci, karena Nabi mengancam orang-orang yang tidak meratakannya.
  3. Meninggalkan membasuh anggota wudhu walaupun sedikit maka wudhu’ nya tidak sah.

Imam Nawawi rahimahullah berkata : “Dan ini  kesepakatan para ‘ulama”.

  1. Wajib menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi kulit terkena air.
  2. Wajibnya mengingkari kemungkaran dan tidak boleh mendiamkannya.
  3. Anjuran untuk mengajari orang jahil/bodoh dalam perkara agamanya.
  4. Bantahan untuk syi’ah rofidhoh yang hanya mengusap kedua kaki dalam berwudhu’.
  5. Dianjurkannya mengulang-ulang ilmu supaya mudah dihafal dan difahami.
  6. Kesungguhan Nabi dalam mengajarkan dan menjelaskan hukum syar’i kepada para sahabat nya dan tidak diam atas kesalahan mereka.
  7. Imam Bukhari rahimahullah berdalil dengan hadits diatas dalam kitab shohihnya, dianjurkannya mengangkat suara ketika menyampaikan ‘Ilmu, lebih-lebih saat dibutuhkan karena jumlah jama’ah yang banyak, atau supaya yang berada dikejauhan bisa mendengarnya.

 

Ponpes Tahfidz Putri Al-Mahmud, aik ampat, dasan geres, gerung Lombok Barat-NTB, kamis 21 Jumadal akhir 1439 H/8 maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Refrensi :

  1. Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  2. Taisir ‘Allam Syaikh Abdullah Al-Bassam
  3. Ihkamul Ahkam Imam Ibnu Daqiq Al-‘Id

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *