Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Adab / Tampil Beda dengan Syaiton
KLIK UNTUK BERINFAK

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton

Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu mengintainya, tidak pernah melalaikannya walaupun sekejap mata, tidak bosan menyesatkannya sampai pun di penghujung hayatnya. Alloh Ta’ala berfirman tentang musuh manusia itu:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (QS. Faathir: 6).

Berkata Ibnul Qoyyim : ’Perintah untuk menjadikan syaitan sebagai musuh adalah peringatan untuk mengerahkan segala usaha untuk menghancurkannya dan melawannya, seolah ia adalah musuh yang tidak pernah lemah dan surut untuk menyesatkan hamba sepanjang nafas’ (Zadul Ma’ad 3/6).

Alloh juga berfirman:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS. Al Baqoroh: 168)

Syaikh Utsaimin berkata: ‘Semua perbuatan maksiat termasuk langkah-langkah syaiton’ (Tafsir surah Al Baqoroh, Syaikh Utsaimin 3/7-8).

Sebelum kita membangun benteng pertahanan untuk melawan syaiton maka hendaknya kita mengetahui jalan masuknya dan kejelekan-kejelekannya agar bisa menghindarinya. Diantara kejelekannya:

a. Syaiton menyuruh untuk bakhil dan menghalang-halangi untuk berinfaq (Al Baqoroh: 268).

b. Syaiton selalu memasukkan keragu-raguan dan bisikan dalam hati seseorang (HR. Abu Dawud 5112)

c. Syaiton mencopet dan mencuri makanan yang tidak dibaca nama Alloh sebelumnya (HR.Muslim 2017).

d. Selalu mengadu domba kaum mukminin dengan segala cara dan tipu muslihat. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya syaiton telah putus asa untuk disembah di negeri Arab tetapi dengan cara memecah belah mereka”(HR. Muslim 2812).

e. Jika seorang hamba keluar dari rumahnya dengan niat melakukan sesuatu yang dibenci Alloh maka syaiton akan mendekatinya (HR. Ahmad 2/323).

f. Terus menerus ingin menyesatkan kaum mukmin setiap saat dan waktu. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:”Sesungguhnya syaiton berkata:’Demi kemuliaanMu ya Alloh aku akan senantiasa menyesatkan hambaMu selama ruh masih berada di jasadnya. Alloh berkata:”Demi keperkasaanKu dan kemuliaanKu senantiasa Aku akan mengampuni mereka selama mereka minta ampun”(HR.Al Hakim 4/261, Shohih Al Jaami’ 1650).

g. Jika janin keluar dari rahim ibunya ke dunia syaiton akan menusuk pusarnya sebagai tanda mulainya permusuhan. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ بَنِى آدَمَ مَوْلُودٌ إِلاَّ يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا

Tidaklah ada dari anak Adam yang dilahirkan kecuali syaiton akan menyentuhnya tatkala lahir sehingga ia menjerit menangis kecuali Maryam dan anaknya (HR. al Bukhori 4548).

h. Syaiton sangat senang jika dapat membuat sedih orang beriman. Rasululloh bersabda: “Mimpi ada tiga macam, terror dari syaiton untuk membuat sedih anak Adam, apa yang dicita-citakan seseorang sebelum tidurnya (sehingga terbawa dalam mimpi) dan satu bagian dari empat puluh enam kenabian”(Ibnu Majah 3907, Shohih Ibnu Majah 3155).

i. Syaiton sangat gigih untuk membuat anak Adam melupakan amal sholihnya. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dua hal yang jika dijaga oleh seorang muslim maka ia akan masuk surga. Dua hal ini mudah tetapi sedikit orang yang melakukannya. Bertasbih setelah sholat yang lima waktu 10 kali, tahmid 10 kali dan takbir 10 kali. Yang demikian itu 150 di lisan dan 1500 di timbangan, dan ketika akan tidur bertahmid 33 kali, tasbih 33 kali dan takbir 34 kali yang demikian 100 di lisan dan 1000 di timbangan”.Para sahabat bertanya:’Kenapa ia mudah tetapi sedikit yang melakukannya?’. Beliau menjawab: “Syaiton mendatangi kalian ketika akan tidur dan menidurkannya sebelum mengucapkannya dan syaiton juga datang setelah sholat dan mengingatkan urusannya (sehingga ia beranjak pergi)sebelum mengucapkannya”(HR.Abu Dawud 5065, Shohih Abu Dawud 4233).

j. Syaiton selalu mendatangi manusia ketika akan beramal sholih untuk merusak niat, ucapan dan perbuatannya (HR. Muslim 2033).

k. Syaiton selalu menghalang-halangi manusia di jalan yang haq sebagaimana perampok yang selalu menghalangi orang yang lewat (Al A’raaf 16-17, HR. an Nasa’I 3136).

l. Jika seorang hamba tidak menutup mulut tatkala menguap syaiton akan masuk dan mengikuti aliran darah (HR. Muslim 2995).

m. Jika seorang hamba tidur, syaiton akan mengikat di kepalanya tiga ikatan untuk menghalanginya bangun sholat malam, tilawah, dzikir dan istighfar (HR. al Bukhori 1142, Muslim 776).

n. Jika seseorang bernyanyi maka syaiton akan meniup kedua lubang hidungnya. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang seorang wanita penyanyi: “Syaiton telah meniup keduanya lubang hidungnya” (HR. Ahmad 3/449).

o. Syaiton menggelincirkan manusia dari agama fitroh mereka yaitu Islam sehingga mereka mengambil agama selain Islam (HR. Muslim 2865).

p. Syaiton akan membuat hamba meremehkan dosa-dosa. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada ‘Aisyah :

إِيَّاكِ وَمُحَقَّرَاتِ الأَعْمَالِ فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللَّهِ طَالِبًا

Hati-hati dari amalan dosa yang dianggap biasa karena nanti akan dituntut oleh Alloh (HR. Ibnu Majah 4243, Shohih Ibnu Majah 3421). Betapa banyak orang yang meremehkan dan menganggap biasa dosa menikmati musik, zina (pacaran), ikhtilath, bunga bank, bunga perkreditan, bersalaman antara dua jenis yang bukan mahrom, menonton sinetron, menatap artis televisi, tabarruj jahiliyyah modern seperti menanggalkan jilbab, memakai celana pendek atau celana panjang bagi wanita, memakai pakaian luar yang dipenuhi bordiran  ketika keluar rumah dan sederet kerusakan yang sudah dianggap lazim. Nas’alulloh as salamah wal ‘afiah.

Adapun benteng yang perlu dibangun oleh seorang muslim untuk menghadapi syaiton diantaranya: Ikhlas dalam beramal, membaca Al Qur’an, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqoroh, membaca Al Mu’awidzatain (Al Falaq, An Nas ketika pagi dan petang, akan tidur, setelah sholat dan ketika sakit), membaca tahlil (Laa ilaha illalloh wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syain qodiir) dalam sehari 100 kali, banyak dzikrulloh, sujud tilawah, membaca bismillah (ketika kendaraan terpeleset, keluar rumah, jima’, masuk WC, ketika makan), menerima taqdir Alloh dengan sabar, sholat malam, Ta’awwudz (Ketika membaca Al Qur’an, masuk masjid, tatkala marah, ketika merasa digoda syaiton, tatkala mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai, ketika kaget dalam tidur, bermimpi yang jelek, untuk menghindari penyakit ‘ain dan hasad, ketika pagi dan petang dan ta’awwudz agar tidak digelincirkan syaiton ketika akan meninggal), menahan marah, meluruskan shof, sujud sahwi, berjama’ah (tatkala sholat, safar, dalam majelis dan makan), menggerak-gerakkan jari telunjuk ketika tasyahud, sholat dengan sutrah,taubat dan istighfar, berkata yang baik, mengikuti jalan yang lurus, membersihkan rumah (dari suara terlaknat yaitu meratap, lagu dan musik, dari lonceng dan gambar atau patung).

 

Tampil Beda dengan Syaiton

Diantara cara untuk memerangi syaiton adalah dengan menjauhi sifat-sifat dan kebiasaan syaiton sendiri. Diantaranya:

  1. Sombong

Diantara sifat musuh kita itu adalah sombong sebagaimana dijelaskan dalam banyak ayat Al Qur’an ketika ia diperintahkan sujud penghormatan kepada Adam ia malah enggan dan sombong (Al Baqarah: 34). Untuk menandinginya maka seorang muslim harus bersifat tawadhdhu’.

  1. Tergesa-gesa. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اَلتَّأَنِّي مِنَ اللهِ وَ الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

 Cermat adalah dari Alloh dan ketergesaan adalah dari syaiton (HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya 4256, dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah As Shohihah no. 1795).

  1. Boros dan hura-hura

Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan (QS. Al Israa’: 27).

  1. Syaiton makan, minum, memberi dan menerima dengan tangan kiri. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ وَيُعْطِى بِشِمَالِهِ وَيَأْخُذُ بِشِمَالِه

Sesungguhnya syaiton makan, minum, memberi dan menerima dengan tangan kiri (HR. Ibnu Majah 3266, Shohih Ibnu Majah 2643).

  1. Syaiton tidak tidur siang. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَقِيْلُ

Tidur sianglah kalian karena syaiton itu tidak tidur siang (HR.  Thobroni dalam Al Ausath 1/13 no.28, Shohih Al Jami’ 4431).

  1. Syaiton menggunakan sebelah sandal dan jika berteduh juga hanya sebagian (sebagian terkena panas dan sebagian teduh).

Semoga Alloh menjauhkan kita dari segala tipu dayanya di dunia ini dan tatkala akan menghadapNya…

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Kiat-kiat meraih kelezatan ibadah di bulan penuh berkah

Kiat-kiat meraih kelezatan ibadah di bulan penuh berkah Bulan romadhon…bulan yang membawa suka cita bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *