Rabu , Oktober 17 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Aqidah / Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bag. 5 : Keutamaan Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bag. 5 : Keutamaan Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Keutamaan Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

وَلِكُلِّهِمْ قَـدْرٌ علا وَفَضْائلٌ   لكِنَّما الصِّديقُ مِنْهُمْ أَفْضَـل

Dan  setiap mereka memiliki kedudukan dan keutamaan yang sangat tinggi, tetapi As-siddiq (Abu Bakar red-) yang paling utama diantara mereka

Penjelasan Matan Lamiyah Ibnu Taimiyah :

  1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, telah menjelaskan dalam bait ini, bahwa para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, memiliki kedudukan dan keutamaan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wata’aala. Sekaligus sebagai bantahan terhadap dua kelompok sesat yaitu Syi’ah rofidhoh dan Nawashib.
  2. Dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan para sahabat radhiallahu ‘anhum, secara umum, dilihat dari sisi jenis nya :
  • Keutamaan orang-orang yang mengikuti perang badar. Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda :

لعل الله أن يكون قد اطلع على أهل بدر، فقال: اعملوا ما شئتم فقد غفرت لكم

“Sesungguhnya Allah telah mengetahui apa yang akan dilakukan oleh para peserta perang Badar. Allah mengatakan, ‘Lakukanlah sesukamu sesungguhnya Aku telah mengampuni kamu”. (Hadits Muttafaq ‘Alaihi)

  • Keutamaan orang-orang yang menghadiri Bai’at ridwan. Allah Subhanahu Wata’aala, berfirman :

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguh Allah telah ridha terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, lalu Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al-Fath : 18)

  • Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, berkata tentang ayat diatas :

فعلم ما في قلوبهم : أي : من الصدق والوفاء والسمع والطاعة

“Dan Allah mengetahui apa yang ada didalam hati-hati mereka, yaitu : Kejujuran, amanah, mendengar dan taat.” (Tafsir Ibnu Katsir 4/243)

  • Para sahabat yang menghadiri bai’at ridwan tidak akan masuk neraka, Dari Ummu Mubassyir Radhiallahu ‘Anha, bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda :

لاَ يَدْخُلُ النَّارَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ أَحَدٌ الَّذِينَ بَايَعُوا تَحْتَهَا

Insya Allah, tidak ada satu pun yang masuk neraka dari orang orang yang berbai’at di bawah pohon.” (HR. Muslim)

  • Keutamaan para sahabat yang berjihad dan berinfaq sebelum penaklukan kota Makkah. Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :

لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid : 10)

  • Orang yang mencela shabat Nabi, mereka berhak mendapatkan laknat dari Allah, Para malaikat dan seluruh manusia, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda :

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَ المَلاَئِكَةِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْن

“Barang siapa yang mencela sahabatku, maka atasnya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”. (HR. Thabrani, dihasankan oleh Al-Albani)

  • Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, berkata :

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُسْتَنًّا فَلْيَسْتَنَّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ، فَإِنَّ الْحَيَّ لَا تُؤْمَنُ عَلَيْهِ الْفِتْنَةُ، أُولَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانُوا أَفْضَلَ هَذِهِ الْأُمَّةِ، أَبَرَّهَا قُلُوبًا، وَأَعْمَقَهَا عِلْمًا وَأَقَلَّهَا تَكَلُّفًا، قَوْمٌ اخْتَارَهُمُ اللَّهُ لِصُحْبَةِ نَبِيِّهِ وَإِقَامَةِ دِينِهِ، فَاعْرَفُوا لَهُمْ فَضْلَهُمْ، وَاتَّبِعُوهُمْ فِي آثَارِهِمْ، وَتَمَسَّكُوا بِمَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ أَخْلَاقِهِمْ وَدِينِهِمْ، فَإِنَّهُمْ كَانُوا عَلَى الْهَدْيِ الْمُسْتَقِيمِ.

“Barang siapa di antara kalian ingin mncontoh, maka hendaklah mencontoh orang yang telah wafat, yaitu para Shahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, karena orang yang masih hidup tidak akan aman dari fitnah, mereka (para sahabat, red-) adalah orang yang terbaik ummat ini, mereka paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya (tidak berlebih-lebihan, red-). Mereka adalah kaum yang dipilih Allah untuk menemani NabiNya, dan menegakkan agamaNya, maka kenalilah keutamaan mereka, dan ikutilah jejak mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam Al-Jami’ II/947, No.1810)

  • Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, berkata :

لا تسبوا أصحاب محمد، فلمقام أحدهم مع رسول الله ساعة خير من عمل أحدكم أربعين سنة. وفي رواية : هي خير من عمل أحدكم عمره

“Janganlah kalian mencela sahabat-sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Satu amal yang mereka lakukan bersama Rasulullah lebih baik dari amal salah seorang dari kalian yang dikerjakan selama 40 tahun”. Dalam riwayat yang lain : “Ia lebih baik dari amal salah seorang diantara kalian yang dikerjakan seumur hidupnya”.

Inilah beberapa dalil-dalil keutamaan para sahabat dilihat dari jenisnya, adapun dalil-dalil keutamaan sahabat perorangan, maka sangatlah banyak.

-Wallahu A’lam Bisshowab-

Referensi :

  • Al-Laali’ Al-Bahiyah Syarh Lamiyah Karya Syaikh Ahmad bin Abdullah Al-Mardawy Al-Hambaly
  • Syarah Lamiyah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Karya Syaikh Yahya Bin ‘Ali Al-Hajuri
  • Al-Fawaid Al-bahiyah Fi Syarh Lamiyah Karya syaikh Muhammad Hizam al-Ba’dany
  • Ad-Duror Al-Aqdiyah fi Syarh Lamiyah Karya Syaikh Abu Hamzah Sa’ad Abdussalam An-Nazily

 

Selesai ditulis jam 10:30 hari Kamis, 27 Rajab 1439 H / 12 April 2018 di Pesantren Al-Mahmud Lombok

Bahrul Ulum Ahmad Makki

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it