Jumat , November 16 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manajemen Qalbu / Riyadush Shalihin Bab Sabar Hadits ke-25 : (Hadits tentang mizan, keutamaan sedekah, bersabar dll)

Riyadush Shalihin Bab Sabar Hadits ke-25 : (Hadits tentang mizan, keutamaan sedekah, bersabar dll)

Riyadush Shalihin Bab Sabar Hadits ke-25

(Hadits tentang mizan, keutamaan sedekah, bersabar dll)

وعن أبي مالكٍ الحارث بن عاصم الأشعريِّ ، قَالَ : قَالَ رسولُ الله : (( الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمان ، والحَمدُ لله تَمْلأُ الميزَانَ ، وَسُبْحَانَ الله والحَمدُ لله تَملآن – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَينَ السَّماوات وَالأَرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ ، والصَّدقةُ بُرهَانٌ ، والصَّبْرُ ضِياءٌ ، والقُرْآنُ حُجةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ . كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائعٌ نَفسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُها )) رواه مسلم

Dari Abu Malik al-Haarits bin ‘Ashim al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bersuci adalah setengah dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti keimanan, kesabaran adalah sinar, dan al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau justru mencelakakanmu. Setiap orang berangkat pagi-pagi untuk menjual dirinya, maka ada yang memerdekakan dirinya (dari api neraka) dan ada pula yang justru membinasakannya.” (HR. Muslim)

Penjelasan dan Fiqih Hadits :

1. ( الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمان ) “Bersuci adalah setengah dari iman” yang dimaksud dengan bersuci dalam hadits ini adalah wudhu’. Dan yang dimaksud dengan Iman adalah syari’at-syari’at agama.

2. Hadits diatas menunjukkan keutamaan berwudhu’, diantara keutamaannya adalah :

a. Dosa-dosa seorang hamba akan keluar dari jasadnya dan kuku-kukunya, Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من توضأ فأحسن الوضوء خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تحت أظفاره

“Barangsiapa yang berwudhu’ kemudian memperbagus wudhu’nya, maka dosa-dosanya akan keluar dari badannya sampai dari bawah kuku jari-jemarinya.” (HR. Imam Muslim)

b. Dosa-dosa orang berwudhu’ akan keluar bersamaan dengan air yang jatuh dari anggota wudhu’nya, Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذا توضأ العبد المسلم – أو المؤمن – فغسل وجهه، خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء، أو مع آخر قطر الماء، فإذا غسل يديه، خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء، أو مع آخر قطر الماء، فإذا غسل رجليه، خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء، أو مع آخر قطر الماء، حتى يخرج نقيا من الذنوب

“Apabila seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya, akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan keluarnya air atau bersama tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh kedua tangannya, maka akan keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannya itu bersamaan dengan air atau bersama tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, maka akan keluar setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau bersama tetesan air yang terakhir, sehingga dia akan keluar dalam keadaan benar-benar bersih dari dosa.” (HR. Muslim)

c. Orang yang menyempurnakan wudhu’nya kemudian sholat dua raka’at dengan khusu’ maka wajib baginya masuk surga, Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ما من مسلم يتوضأ فيحسن وضوءه ثم يقوم فيصلي ركعتين مقبل عليهما بقلبه ووجهه إلا وجبت له الجنة

“Tidaklah seorang Muslim berwudhu’ lalu dia memperbagus wudhu’nya, lalu dia bangkit sholat dua raka’at dengan menghadapkan hati dan wajahnya kepada Allah, kecuali dia wajib mendapatkan surga.” (HR. Muslim)

d. Wajah orang yang berwudhu’ bercahaya pada hari kiamat, Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ أُمَّتي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيامَةِ غُرّاً محَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوضوءِ 

“Sesungguhnya ummatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajahnya bercahaya dan tubuhnya amat putih bersih dari sebab bekas-bekas wudhu’nya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

e. Perhiasan seorang mukmin disurga, Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

تَبْلُغُ الحِلية مِنَ المؤمِن حَيْث يبْلُغُ الوضـوءُ

“Perhiasan orang mukmin (di surga) akan sampai pada tempat-tempat yang dibasahi oleh air wudhu.” (Riwayat Muslim)

f. Orang yang berwudhu’ kemudian membaca do’a dibawah maka akan diperkenankan masuk surga dari pintu yang dikehendakinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda :

من توضأ فقال : أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له ، و أشهد أن محمدا عبده و رسوله الا فتخت له أبواب الجنة الثمانية يدخل من أيها شاء. رواه مسلم

“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian mengucapkan:

أَشْهدُ أَنْ لا إِله إِلاَّ اللَّه وحْدَه لا شَريكَ لهُ، وأَشْهدُ أَنَّ مُحمَّدً عبْدُهُ وَرسُولُه

melainkan akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan. dia diperbolehkan masuk dari pintu manapun yang dia inginkan.”(HR. Muslim).

3. Keutamaan kalimat (الحمد لله ) kalimat ini memenuhi timbangan kebaikan pada hari kiamat.

4. Keutamaan ( سبحان الله والحمد لله ) bahwa keduanya memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.

Keutamaan-keutamaan ( سبحان الله والحمد لله ) yang lain adalah :

a. Kedua kalimat ini lebih Rasul cintai dari dunia yang disinari matahari, Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لأن أقول سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أحب إلي مما طلعت عليه الشمس

“Aku berdzikir dengan membaca: “subhanallah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar” (mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, serta tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Agung), lebih aku sukai dari pada dunia yang diterangi sinar matahari” (HR. Muslim).

b. Keduanya merupakan kalimat yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wajalla, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

أحب الكلام إلى الله تعالى أربع، لا يضرك بأيهن بدأت: سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر

“Ucapan yang paling Allah cintai ada empat, dari manpun kamu memulainya tidak masalah, yaitu : Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Laa Ilaaha Illa Allah (Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).” (HR. Muslim)

c. Keduanya sebaik dan seutama ucapan, Dari samurah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أفضل الكلام بعد القرآن أربع : وهي من القرآن ، لا يضرك بأيهن بدأت : سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر

“Seutama ucapan setelah Al-Qur’an empat, dan ia bagian dari Al-Qur’an, dari manapun kamu memulainya tidak masalah, yaitu : Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Laa Ilaaha Illa Allah (Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).”

5. Hadits diatas menunjukkan penetapan adanya Mizan (timbangan amal kebaikan atau keburukan hamba di akhirat).

Dalil-dalil yang menunjukkan adanya mizan :

Allah Ta’alaberfirman :

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِيْنَ

“Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat  perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)

Allah Ta’alaberfirman :

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون، وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُون.

“Dan barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.” (QS. Al-Mukminun 102-103)

Khilaf ‘Ulama : Terdapat perselisihan antara para ‘Ulama tentang apa yang akan ditimbang di hari kiamat, ada tiga pendapat ‘Ulama dalam masalah ini :

a. Pendapat pertama : Yang ditimbang adalah ‘amal-amal, inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani, Ibnu Hazm, At-Thaibiy rahimahumullahu ta’aala.

Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah berkata :

والصحيح أن الأعمال هي التي توزن

“Dan pendapat yang benar bahwa yang ditimbang adalah amal-amal”

Dalil-dalil yang mereka kemukakan adalah :

a. Hadits bab ini ( والحمد الله تملأ الميزان )

b. Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat dalam timbangan (pada hari Kiamat), dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhaanallohi wa bihamdihi dan Subhanallohil ‘Azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Pendapat kedua : Yang ditimbang adalah orangnya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيْمُ السَّمِيْنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ

“Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti akan datang seorang laki-laki yang besar dan gemuk, beratnya disisi Allah tidak sampai seberat sayap seekor nyamuk.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ketika beliau memanjat pohon siwak, tiba-tiba angin berhembus sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa, lalu Nabi bersabda :

إن ساقيه أثقل من جبل أحد في الميزان

“Bahwasanya kedua betisnya (Ibnu Mas’ud) lebih berat dari gunung uhud dalam timbangan pada hari kiamat.” (HR. Imam Ahmad)

c. Pendapat ketiga : Yang ditimbang adalah catatan-catatan amal hamba. Inilah pendapat yang dipilih Ibnu ‘Abdil Bar dan Al-Qurthubi

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلا ، كُلُّ سِجِلٍّ مِنْهَا مَدَّ الْبَصَرِ , ثُمَّ يَقُولُ لَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا ؟ فَيَقُولُ : لا يَا رَبِّ , فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ : أَلَكَ عُذْرٌ أَوْ حَسَنَةٌ ؟ فَيَهَابُ الرَّجُلُ , فَيَقُولُ : لا يَا رَبِّ , فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ : بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدِي حَسَنَاتٍ , وَإِنَّهُ لا ظُلْمَ عَلَيْكَ . فَيُخْرِجُ لَهُ بِطَاقَةً فِيهَا : أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , فَيَقُولُ : يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاتِ ؟ فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّكَ لا تُظْلَمُ , قَالَ : فَتُوضَعُ السِّجِلاتُ فِي كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ , فَطَاشَتِ السِّجِلاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ

Kelak pada hari kiamat, seorang laki-laki dari ummatku akan dipanggil, di hadapan segenap makhluk, Maka dibentangkanlah di hadapannya 99 lembar catatan dosa miliknya, setiap lembar sejauh panjangnya sejauh mata memandang. kemudian Allah berfirman : “Adakah yang engkau ingkari dari catatan-catatan itu sedikit saja?” Ia menjawab: “tidak, Yaa Rabb”. Allah berfirman : “Apakah engkau memiliki udzur atau catatan kebaikan? Dengan rasa takut yang memuncak, hamba tersebut menjawab: “tidak ada ya Rabb”. Allah jalla wajalla kemudian berfirman : “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.Hamba itu berkata: ‘Yaa Rabb, apa artinya secarik kertas ini dibandingkan dengan catatan-catatan dosa ini?’ Allah ta’ala menjawab: ‘Sungguh, engkau tidak akan dizalimi.’ kemudian diletakkanlah 99 catatan dosa itu di satu daun timbangan, dan kartu itu di satu daun timbangan yang lain. Maka lembar catatan dosa tersebut terangkat dan kartu (laa ilaaha illallah) lebih berat. Demikianlah tidak ada satu pun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat Nama Allah.” (HR. Tarmizi).

d. Pendapat keempat : Yang ditimbang semuanya (amal, orangnya dan catatan amal). Ini pendapat Ibnu Katsir, Ibnu ‘Abdil ‘Iz, Hafidz Hakami dan Ibnu Baz rahimahumullah. Dan inilah pendapat yang rojih insya Allah.

6. Hadits diatas menunjukkan keutamaan sholat, bahwa shalat itu adalah cahaya. Allah berfirman :

سِيمَاهُم فِي وُجُوهِهِم مِن أَثَرِ السُّجُودِ

“Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS. Al-Fath 29).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من حافظ عليها [ أي الصلاة ] كانت له نوراً وبرهاناً ونجاة يوم القيامة ، ومن لم يحافظ عليها لم تكن له نوراً ولا برهاناً ولا نجاة وكان يوم القيامة مع قارون وفرعون وهامان وأبي بن خلف

Barang siapa menjaganya (shalat), maka shalat itu menjadi cahaya baginya,sebagai bukti, dan sebagai keselamatan baginya di hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka shalat  itu tidak akan menjadi cahaya baginya, tidak menjadi bukti, dan tidak menjadi keselamatan. Dan di hari kiamat dia akan dikumpulkan bersama Qarun, Firaun, Haman, dan Ubaiy Ibnu Khalaf.” (HR. Abu Daud)

7. Hadits diatas menunjukkan keutamaan bersedekah, bahwa sedekah sebagai bukti kebenaran iman seseorang.

8. Al-Qur’an akan menjadi hujjah yang membelamu atau justru mencelakakanmu.

9. Ancaman bagi orang yang berpaling dari Al-Qur’an.

10. Anjuran bersungguh-sungguh dalam melakukan kebajikan.

11. Peringatan untuk meninggalkan amalan yang buruk

 

Referensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Ibnu Utsaimin
  2. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  3. Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhussholihin Syaikh Salim Al-Hilali

 

Selesai ditulis ba’da ashar di ponpes Al-Mahmud Aik Ampat, Rabu 3 Sya’ban 1439 H / 18 April 2018

Bahrul Ulum Ahmad Makki

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it