Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Tafsir Al-Qur'an / Perintah Menunaikan Amanah ( Tafsir Surat An-Nisa’ 58 dan Al-Ahzab 72 )
KLIK UNTUK BERINFAK

Perintah Menunaikan Amanah ( Tafsir Surat An-Nisa’ 58 dan Al-Ahzab 72 )

Perintah Menunaikan Amanah

قَالَ الله تَعَالَى 🙁 إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا )  [ النساء : 58]

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”. (QS. An-Nisa’ 58)

وَقالَ تَعَالَى : ( إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً )

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al-Ahzab 72)

Tafsir dan Faidah Surat An-Nisa Ayat 58 dan Surat Al-Ahzab Ayat 72 :

1. Amanah memiliki beberapa bentuk, diantaranya :

  • Amanah yang Allah berikan kepada hamba-hambanya berupa kewajiban beribadah kepada Allah seperti berpuasa,shalat, zakat dan lainnya.

Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata :

الأمانة لازمة في كل شيء، حتى الوضوء والغسلة والصلاة والزكاة والصوم وسائر أنواع العبادات.

“Menunaikan amanah wajib pada semua hal, pada wudhu’, mandi, sholat, zakat, dan semua jenis ibadah”.

  • Amanah harta yaitu harta yang dititipkan kepada seseorang untuk dijaga sampai pemiliknya datang mengambilnya kembali.
  • Amanah kekuasaan, amanah ini yang paling besar tanggung jawabnya, karena penguasa memiliki tanggung jawab mensejahterakan rakyatnya, menjaga hartanya dan yang lainnya.

2. Firman Allah : ( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا ) “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya”.

  • Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : “Allah memerintahkan menunaikan amanah kepada pemiliknya, dan ini mencakup semua amanah yang wajib atas seorang hamba, diantaranya menunaikan haq-haq Allah seperti menunaikan shalat,mengeluarkan zakat,berpuasa dan menunaikan haq-haq sesama hamba, seperti mengembalikan titipan dan yang lainnya”.
  • Imam Qurtubi Rahimahullah berkata : “Ayat ini termasuk induk semua hukum, karena mencakup semua perkara agama dan syari’at, telah terjadi perselisihan (antara ‘Ulama) siapa yang di perintah (untuk amanah) ….. Yang Nampak dalam ayat ini, bahwa perintah tersebut mencakup semua manusia, mencakup penguasa dan kewajiban mereka menunaikan amanah-amanah dalam membagikan harta-harta(kepada rakyatnya), menolak kedzoliman, adil dalam menghukumi, Ini pendapat At-Thobary”.
  • Ibnu ‘Asyuur Rahimahullah berkata ; “Ketahuilah bahwa mu’amalah seseorang kadang bersama Rabbnya, kadang bersama semua hamba atau bersama dirinya, maka ia harus menjaga amanah pada tiga bagian ini”.

3. Ayat ini diturunkan pada saat Fathu Makkah (penaklukan Makkah) mengenai ‘Utsman bin Tholhah yang mengunci pintu Ka’bah, dan dia enggan memberikan kuncinya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan berkata, “Kalau saya mengetahui Dia seorang Rasul, niscaya saya tidak akan mencegahnya untuk masuk kedalam Ka’bah”, maka ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu mengambil kunci Ka’bah dengan paksa, kemudian Rasulullah masuk kedalam Ka’bah dan sholat dua raka’at kemudian memerintahkan para sahabat untuk menghancurkan dan menyingkirkan patung-patung, ketika beliau keluar, ‘Abbas meminta kepada Rasulullah untuk diberikan kunci Ka’bah supaya beliau menggabungkan antara memberi minum kepada jama’ah haji dan menjadi penjaga Ka’bah, lalu Allah menurunkan ayat ini, kemudian Rasulullah memerintahkan kepada ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu untuk mengembalikan kunci kepada ‘Utsman dan meminta maaf (karena telah mengambil dengan paksa), Utsman Bin Tholhah berkata, “Kamu mengambil dengan paksa, menyakiti kemudian sekarang datang meminta belas kasih”, lalu ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu berkata : “Allah telah menurunkan Ayat tentang mu, kemudian ‘Ali membacakan ( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا ), maka terbukalah hati ‘Utsman untuk menerima islam.

4. Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 72 :

  • Makna ayat tersebut : “ Allah mengemukakan ketaatan kepadanya, kewajiban-kewajiban dan hukum-hukumnya kepada langit, bumi dan gunung, dengan ketentuan apabila mereka menunaikannya dengan baik maka mereka akan diberi pahala dan balasan, apabila mereka melalaikannya maka akan di berikan sangsi. Maka mereka enggan memikulnya khawatir mengkhianatinya dan tidak menunaikan kewajibannya, maka manusia memikulnya, Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
  • Permasalahan : Kenapa Allah mengemukakan/menawarkan amanah kepada langit,bumi dan gunung padahal mereka benda mati yang tidak memiliki akal dan tidak merasakan sesuatu?

Jawab : Bahwasanya semua benda mati menurut Allah adalah berakal, bias memahami perintah Allah dan menunaikannya . Bukankah Allah berfirman kepada pena, sebagaimana diceritakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Sesungguhnya Allah ketika menciptakan pena, Dia berkata kepadanya, “Tulislah” pena berkata, “Apa yang akan aku tulis?”. Kemudian pena menulis apa yang Allah perintahkan yaitu apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Allah juga berfirman dalam surat fusshilat ayat 11:

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

“Kemudian Dia menuju kepada langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan patuh”.

          Wallahu A’lam Bisshowab

Ponpes Al-Mahmud Aik Ampat Dasan Geres Gerung, ba’da Jum’at 22 Jumadal Akhir 1439 H/9 maret 2018 M

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Refrensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Ibnu Utsaimin
  2. Bahjatunnazhirin Syarah Riyadhuzzholihin Syaikh Salim Hilaly
  3. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  4. http://www.alukah.net/sharia/0/122293/

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *