Jumat , Mei 25 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manajemen Qalbu / Riyadhus Shalihin : Anjuran untuk menjauh dari pelaku kedzoliman dan tidak duduk didalam majlis-majlis mereka ( Hadits 2 )

Riyadhus Shalihin : Anjuran untuk menjauh dari pelaku kedzoliman dan tidak duduk didalam majlis-majlis mereka ( Hadits 2 )

Anjuran untuk menjauh dari pelaku kedzoliman dan tidak duduk didalam majlis-majlis mereka

وَعَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائشَةَ رَضيَ الله عنها قالت: قال رسول الله : «يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا ببيْداءَ مِنَ الأَرْضِ يُخْسَفُ بأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ ». قَالَتْ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يُخْسَفُ بَأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنهُمْ ،؟ قَالَ : «يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ ، ثُمَّ يُبْعَثُون عَلَى نِيَّاتِهِمْ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ : هذا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ .

“Dari Ummul mukminin, Ummu Abdullah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ada satu pasukan menyerbu ka’bah, maka tatkala mereka berada ditanah lapang, mereka dibenamkan dibumi, dari awal pasukan hingga akhirnya, Aisyah berkata, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin mereka dibenamkan dari awal hingga akhirnya, padahal ditengah-tengah mereka ada pasar-pasar mereka dan orang-orang yang bukan dari mereka? Beliau menjawab, “Dibenamkan dari awal hingga akhir mereka kemudian mereka dibangkitkan berdasarkan niat-niat mereka”. (Muttafaq ‘Alaih, dan ini lafadz bukhari).

Penjelasan dan Fiqih Hadits :

  1. Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Isma’il ‘alaihimussalam, Allah telah menjaganya dari orang-orang yang ingin merusaknya, dikisahkan bahwa Abrahah dari yaman ingin memerangi dan merusak Ka’bah, ia membawa pasukan yang besar dan gajah-gajah yang besar, ketika mereka telah sampai didekat ka’bah, gajah-gajah tersebut berhenti dan mogok tidak mau jalan, lalu mereka menghardik dan memukulnya supaya bangun dan berjalan, tapi gajah-gajah tersebut tetap diam ditempatnya, ketika mereka menghadapkan gajah-gajah mereka kearah selain Ka’bah, gajah-gajah itu lari dengan kencang, kemudian Allah mengirimkan pasukannya berupa burung-burung, setiap burung membawa batu dikakinya dan melemparkannya kepada mereka, batu-batu itu mengenai kepala dan keluar dari dubur mereka. Allah berfirman tentang hal ini dalam surat Al-Fil :

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ (5)

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”

Demikian Allah menjaga Baitullah ka’bah dari kejahatan orang-orang yang ingin menghancurkannya.

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan bahwa diakhir zaman akan ada pasukan yang ingin memerangi ka’bah untuk kedua kalinya, yaitu pasukan yang diutus untuk membunuh Imam Mahdi ‘alaihissalam ketika beliau berlindung didalamnya, pasukan ini bagian dari ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana disebutkan didalam shohih muslim. Bukan pasukan abrahah yang ingin menghancurkan ka’bah.
  2. Hadits ini menunjukkan anjuran untuk menjauh dari pelaku kedzoliman dan kejahatan dan tidak duduk didalam majlis-majlis mereka, supaya kita terhindar dari adzab yang Allah timpakan kepada mereka. Karena adzab jika diturunkan akan mengenai semua orang dan mereka pada hari kiamat akan di bangkitkan berdasarkan niat-niat mereka, Allah berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”.

  1. Barangsiapa yang memperbanyak jumlah pelaku kemaksiatan baik dengan mendukung atau membelanya, maka ia mendapatkan dosa dan ancaman yang sama seperti pelakunya.
  2. Berita yang disampaikan Nabi dalam hadits diatas merupakan perkara gaib yang wajib kita imani dan yakini, karena semuanya bersumber dari Allah ta’ala. Dan pasti akan terjadi, tapi hanya Allah yang mengetahuinya, kapan hal tersebut akan terjadi.
  3. Seseorang akan dibangkitkan dan dihisab pada hari pembangkitan manusia sesuai dengan niatnya.
  4. Hadits ini menunjukkan penetapan akan adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan atas apa yang dikerjakan didunia.
  5. Hadits ini menganjurkan kita untuk selalu berteman dengan orang-orang sholih dan baik.

 

Ponpes tahfidz putrid Al-Mahmud Aik Ampat, Jum’at 22 jumadal akhir 1439 H/9 maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad


Referensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Ibnu Utsaimin
  2. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  3. Bahjatun Nazhirin Syaikh Salim Al-Hilaly
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it