Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manajemen Qalbu / Rahasia indah di balik adanya Penyakit
KLIK UNTUK BERINFAK

Rahasia indah di balik adanya Penyakit

Rahasia indah di balik adanya Penyakit

Tatkala mendengar nama ‘penyakit’ maka kebanyakan orang akan menampakkan wajah muram karena tidak menyukainya. Hal itu karena hanya dipandang dari satu sudut saja yaitu sisi kehidupan dunia sehingga yang terbayang hanya sesuatu yang menyedihkan saja sedangkan melihatnya dari kaca mata akherat sangatlah minim orang yang memahaminya. Di kala banyak terjadi bencana dan musibah yang tidak sedikit menelan korban, seorang mukmin hendaknya menilik bahwa di sana  ada manfaat dan rahasia yang terkandung di balik ujian tersebut. Diantara faedah dari adanya suatu penyakit dan musibah adalah :

  1. Melatih kesabaran dan optimisme

Seorang mukmin yang telah bertauhid dan senantiasa menjaga syariat Alloh tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati karena beratnya cobaan di dunia masih sebelum seberapa dibandingkan dengan cobaan di akhirat kelak. Tatkala Nabi pernah menemui seorang pemuda yang sedang sakit akan meninggal dunia. Nabi bertanya kepadanya: ‘Bagaimana keadaanmu?’. Sang pemuda menjawab:’Aku mengharap rahmat Alloh dan aku khawatir terhadap dosa-dosaku’. Maka Nabi pun bersabda:’ Tidaklah terkumpul dalam diri seseorang yang seperti ini melainkan Alloh akan memberinya apa yang ia harapkan dan mengamankan apa yang ia takuti’ (HR. At Tirmidzi 983, Shohih At Targhib 3383).

  1. Musibah dan penyakit yang menimpa sekelompok orang akan memberikan pelajaran dan manfaat bagi kaum yang lain. Di kala orang lain tertimpa bencana -nas’alulloh as salamah wal ‘afiyat- dan penyakit maka barulah terasa nikmatnya rasa aman, sentosa dan kesehatan bagi yang tidak tertimpa musibah ini. Dengan mengetahui hal ini maka konsekuensinya adalah banyak bersyukur kepada Alloh Ta’ala.
  2. Hiburan bagi jiwa kaum mukmin dengan ampunan dosa. Dikeluarkan oleh Al Bukhori dalam Shahih –nya bahwa Rasululloh bersabda: ‘Tidaklah seorang mukmin ditimpa penyakit, gundah, sedih dan gangguan sampai duri yang menusuknya melainkan itu semua adalah penghapus kesalahannya’. Oleh karena itu para salaf berkata: ‘Kalau bukan karena musibah maka kita akan datang pada hari kiamat sebagai orang yang bangkrut’. Dalam riwayat Ibnu Hibban (2908) dari hadits Abu Hurairah Rasululloh bersabda: ‘Sesungguhnya ada seseorang yang derajatnya di sisi Alloh yang ia peroleh bukan karena amalannya namun karena senantiasa Alloh mengujinya dengan sesuatu yang ia tidak senangi sampai mencapai kedudukan tersebut’ (Shohih At Targhib 3408). Berkata Salam bin Muthi’: ‘Ya, Alloh jika Engkau meninggikan derajat hambaMu yang sholih dengan musibah maka tinggikanlah derajatku dengan keselamatan’.
  3. Dekatnya Alloh kepada hambaNya yang sedang sakit. Dalam sebuah hadits Qudsi Alloh Ta’ala berkata:

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ

Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu si fulan sakit, tapi engkau tidak menjenguknya. Tidakkah engkau mengetahui sekiranya engkau menjenguknya maka engkau akan dapati Aku di dekatnya (HR. Muslim 2569).

  1. Munculnya berbagi macam peribadahan hati seperti tawakkal, berdo’a, inabah (pasrah kepada Alloh), roja’ (berharap hanya kepadaNya) , taubat dan takut kepada Alloh semata. Berkata Wahb bin Munabbih: ‘Turunnya musibah adalah untuk mengeluarkan do’a. Alloh Ta’ala berfirman:

 وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الإنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ

Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, Maka ia banyak berdoa (QS. Fushshilat: 51).

  1. Menjauhkan sifat sombong, ujub dan bangga diri sendiri. Jika manusia terus menerus berada dalam kesehatan dan keamanan maka ia akan melampaui batas di muka bumi ini. Begitulah sifat manusia, kadang-kadang menginginkan sesuatu padahal akan mengantarkan kepada kehancurannya, tidak suka terhadap sesuatu padahal di sanalah kebahagiaannya yang hakiki. Merasa aman dari adzab Alloh dan tidak takut siksa Alloh yang datang tiba-tiba baik ketika mereka tidur nyenyak maupun tatkala bersenda gurau di pagi hari. Oleh karena itu Alloh menimpakan penyakit, kesusahan, dan musibah sehingga membuat mereka merendah diri kepadaNya dan menghiba hanya kepadaNya. Itulah rahasia mengapa seorang musafir, orang yang dzholimi dan orang yang berpuasa mustajab doa’anya. Karena hati mereka tatkala itu betul-betul mengadu dan menghiba hanya kepada Alloh ‘Azza wa jalla. Tatkala seseorang sudah putus harapan kepada makhluk maka ia akan menggantungkan harapannya hanya kepadaNya. Dikala masa genting itulah pertolongan akan datang.
  2. Penyebab pulihnya banyak penyakit yang lain

Penyakit-penyakit tertentu akan membuat tubuh mengeluarkan dzat-dzat beracun yang terakumulasi di dalamnya sehingga ia sebenarnya adalah obat tersendiri. Seperti penyakit huma (demam panas karena malaria) dapat memberikan manfaat bagi tubuh bahkan ia lebih bermanfaat dari meminum banyak obat, Oleh karena itu Nabi berkata: ‘Tidak ada penyakit yang lebih aku sukai selain huma’ karena ia masuk di seluruh anggota badanku dan Alloh ‘Azza wa jalla memberikan pahala di setiap organ tubuh’ (Shohih Al Adab Al Mufrod  388/503).

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *