Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Jalan Kebenaran / Penghormatan Islam terhadap HAM
KLIK UNTUK BERINFAK

Penghormatan Islam terhadap HAM

Penghormatan Islam terhadap HAM

Di tengah era globalisasi dan informasi yang berkembang pesat di depan mata, pola pikir manusia banyak dipengaruhi orientasi materi semata. Hal itu kemudian melahirkan sikap apatis terhadap agama bahkan dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan masa. Ironinya lagi kemudian muncullah apa yang digembar-gemborkan dengan pemenuhan Hak Asasi Manusia sebagai wujud “ketidakpuasan dengan syari’at agama”. Jika itu berasal dari luar mungkin hal yang biasa namun jika yang menyuarakannya adalah anak bangsa yang note bene menjadikan Islam sebagai agama dan keyakinannya maka ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Bagaimana tidak…! Sebenarnya ia adalah wujud ‘pembrontakan’ terhadap Robb yang Maha Kuasa padahal Ia lebih tahu maslahat hambaNya karena Dia yang menciptakan mereka semua. Padahal kalau ditilik dengan seksama Islam sangat memuliakan harkat dan martabat manusia di atas semua makhluk di atas dunia. Diantara hal yang membuktikannya :

1.Islam menjaga kehormatan manusia, darah, harta dan jiwanya.

Di dalam Islam dilarang untuk menumpahkan darah sesama, menyiksanya baik ketika hidup maupun setelah meninggal dunia sebagaimana firman Alloh Ta’ala:

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS. al Maaidah : 32).

Diantara bentuk penjagaan terhadap hak-hak manusia Islam melarang untuk berperang dengan tujuan mencari rampasan perang atau karena membela kesukuan atau kebangsaan semata. Islam menyuruh berperang hanya karena satu alasan saja yaitu membela kebenaran dan sangat menginginkan agar seluruh manusia di bumi ini selamat dunia dan akhiratnya setelah datang petunjuk yang terang benderang dari Alloh Dzat yang menciptakan manusia semuanya. Jika pun terpaksa harus terjadi perang, sebelumnya harus memberikan peringatan terhadap musuh dan setelah berusaha untuk diajak mengikuti kebenaran. Islam bukanlah agama yang rakus kekuasaan. Islam tidak juga mengajarkan ummatnya menjadi sok jagoan. Islam melarang dari membunuh wanita dan anak-anak, orang tua sekalipun dalam peperangan. Demikian pula dilarang untuk membunuh orang yang tidak ikut terlibat dalam peperangan, orang yang sudah menyerah. Tidak hanya itu, Islam pun melarang untuk merusak tanaman, mata air dan sumber penghidupan orang banyak.

Oleh karena itu di dalam Islam diberlakukan hukum qishosh tidak lain agar tidak ada yang berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. Di samping itu Islam melarang seseorang bunuh diri atau menjatuhkan dirinya kepada kehancuran. Islam pun melarang untuk menyakiti sesama dengan ucapan baik dengan menuduh yang tidak benar maupun dengan mengolok-ngolok orang lain. Untuk menjaga kesehatan akal manusia, Islam melarang untuk mengkonsumsi semua yang bisa menutup dan merusak akal.

2. Persamaan derajat antara sesama manusia

Manusia berasal dari satu jiwa yang sama. Oleh karena itu  tidak ada perbedaan diantara mereka. Islam tidak mengenal sistem kasta dalam masyarakat. Bahkan lebih dari itu Islam melarang berbangga-banggaan dengan nenek moyang dan status sosial. Dasar kesetaraan tersebut tertuang dalam hadits Nabi :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ! إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَ إِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ ، أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ وَلاَ عَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَ لاَ أَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَ لاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى

Wahai manusia, sesungguhnya Robb kalian satu, bapak kalian satu. Ketahuilah bahwa tidak ada keutamaan Arab terhadap yang  bukan Arab tidak pula bukan Arab dengan Arab, tidak kulit merah dengan kulit hitam dan tidak ada keutamaan kulit hitam atas merah melainkan dengan ketakwaan (HR. al Baihaqi 2/88/1, Abu Nu’aim dalam “al Hilyah” 3/100 dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam As Shohihah no.2700).

Demikian pula antara laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam masalah peribadahan. Meskipun pada kondisi tertentu perempuan dibolehkan untuk melakukan pekerjaan yang memang sesuai dengan kemampuan mereka secara fitroh,  Islam sangat melarang untuk mengeksploitasi wanita dan lebih “memanjakan” mereka untuk menjadi ratu sekaligus pengasuh di dalam rumahnya. Karena generasi yang baik akan tumbuh dari curahan kasih sayang seorang ibu bukan dari asuhan pembantu. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kerusakan moral di tengah masyarakat terjadi karena berbondong-bondongnya wanita mencampakkan kehormatannya sebagai seorang permaisuri di rumahnya dan lebih memilih menjadi ratu jalanan yang menebar fitnah dan keanggunan.

Disamping itu di dalam Islam  rakyat memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap pemimpin sebagaimana juga pemimpin mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap rakyatnya. Pun di dalam negeri Islam harta benda orang kafir yang dijamin oleh Pemerintah dan yang ada perjanjian dengan negeri muslim dilarang untuk diambil tanpa keridhoan yang punya. Bahkan mereka bisa hidup tenang, tentram dan merasakan berkah dari negeri kaum muslimin. Tidak itu  saja, lansia yang kafir pun diberikan harta dari baitul maal jika mereka tidak bisa mencari nafkah sendiri.

3. Islam menganjurkan untuk saling membantu di dalam masyarakat.

Dalam masyarakat Islam diterapkan sistem takaful ijtima’I yaitu yang mampu mempunyai kewajiban membantu yang lemah dalam ekonominya sehingga hak untuk hidup dan maju tetap dijunjung. Dasar sistem ini diambil dari sabda Nabi :

مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لاَ ظَهْرَ لَهُ وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لاَ زَادَ لَهُ

Barangsiapa yang memiliki kelebihan kendaraan maka hendaknya ia bermurah hati kepada yang tidak mempunyai kendaraan dan barangsiapa yang membawa kelebihan bekal maka hendaknya ia memberikan orang yang tidak memiliki bekal (HR. Muslim 1728).

Diantara bentuk takaful islami yaitu diwajibkannya mengeluarkan zakat baik zakat fitri maupun zakat mal. Islam juga tidak mensyariatkan untuk menafkahi keluarga yang kaya, istri menafkahi suami, anak menafkahi orangtua karena justru mereka yang berhak dibantu. Disamping itu Islam juga mewajibkan diyat (membayar tebusan) bagi orang yang terbunuh dengan tidak disengaja agar ahli waris korban tidak terlantar.

Tidak hanya dalam masalah materi, Islam juga menganjurkan persamaan hak dalam masalah kebaikan. Oleh karena itu Islam melarang seseorang menyembunyikan ilmu yang bermanfaat untuk orang banyak, Islam juga melarang seseorang bakhil memberikan nasihat dan pengajaran.

4. Islam pun menjamin kemerdekaan manusia

Tidak ada kemerdekaan di dalam Islam kecuali kemerdekaan dari menyembah selain Alloh, kemerdekaan dari penjara hawa nafsu yang keduanya adalah faktor terbesar kehancuran manusia. Bukanlah kebebasan melakukan sesuatu yang  diharamkan, menerjang norma-norma sosial termasuk suatu kemerdekaan dalam pandangan Islam karena kebebasan seperti itu justru akan membawa petaka bagi pelakunya.

Selain itu Islam pun menganjurkan untuk menghapuskan perbudakan di dunia ini. Maka tidak ada kebaikan kecuali kebaikan Islam dan tidak ada kejelekan kecuali sudah diperingatkan oleh Islam. Walhamdulillah.

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *