Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Hukum Islam / Haji Umrah / Pelajaran Berharga  di balik ibadah haji
KLIK UNTUK BERINFAK

Pelajaran Berharga  di balik ibadah haji

Pelajaran Berharga  di balik ibadah haji

Haji adalah moment yang sangat berharga untuk pendidikan kaum mukminin. Di dalamnya terdapat pelajaran yang sangat banyak bagi orang-orang yang berfikir.

Jika ditelaah ada beberapa pelajaran  berharga dari ibadah mulia ini yang merupakan keindahan dan keistimewaan Islam:

  1. Ibadah haji menyuruh kaum mukminin untuk menerapkan ketaqwaan di dalam semua lini kehidupannya. Alloh Ta’ala berfirman:

 فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ

Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats (jorok), berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji (QS. Al Baqoroh: 197).

  1. Haji menyuruh kaum mukminin agar bertawakkal dengan cara yang benar yaitu dengan mencari perbekalan untuk menunaikan haji baik dari segi materi maupun non materi sebagaimana asbabun nuzul ayat di atas.
  2. Haji menyuruh kaum mukminin agar pertengahan dalam setiap urusan. Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma bahwasanya Nabi menyuruhnya memungut kerikil untuk digunakan melempar jumroh maka Nabi menggenggamnya seraya bersabda: “Dengan seperti inilah kalian melempar. “Wahai manusia hati-hati kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama karena yang menghancurkan orang-orang sebelum kalian adalah ghuluw dalam beragama” (HR. Ibnu Majah 3029, As Shohihah 1283).
  3. Haji menutup semua celah yang mengantarkan kepada kerusakan baik aqidah ibadah maupun akhlaq manusia. ‘Umar bin Khaththab rodhiyallohu ‘anhu berkata tatkala mencium hajar aswad: ‘Sesungguhnya saya tahu kamu hanyalah batu, tidak bisa memberimakan manfaat maupun mudharat, sekiranya saya tidak melihat Nabi pernah menciummu, saya tidak akan menciummu’ (Muttaqun ‘alaihi). Nabi pernah bersabda: “Sesungguhnya Alloh telah mewajibkan haji maka berhajilah!”. Kemudian ada yang bertanya: ‘Apakah setiap tahun wahai Nabi?’ Maka beliau menjawab: “Jika saya menjawab Ya maka akan diwajibkan dan kalian tidak akan mampu. Ambilllah apa yang saya tinggalkan karena kehancuran orang-orang sebelum kalian karena terlalu banyak bertanya dan menyelisihi nabinya” (HR. Muslim 1337).
  4. Haji menyuruh untuk gemar mengajarkan manusia ilmu agama untuk bekal mereka beribadah kepada Alloh Ta’ala sebagaimana Nabi mengajarkan para sahabatnya tentang manasik haji.
  5. Haji menyuruh untuk amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang baik dan syar’I sebagaimana Nabi pernah memalingkan wajah al fadhl bin Abbas tatkala memandang para wanita. Demikian juga tatkala beliau melihat dua orang laki-laki di Masjid Khoif yang sholat di rumah dan tidak ikut sholat berjamaah, beliau berkata: “Jangan seperti itu! Jika kalian telah sholat di rumah kalian lalu kalian mendatangi masjid yang ada jamaah sholat maka ikutlah sholat karena itu sunnah bagimu” (HR. at Tirmidzi 219). Begitu juga beliau melarang berbagai kemungkaran seperti riba, membunuh, mengganggu kehormatan orang lain dan yang lainnya ketika khutbah di ‘Arofah.
  6. Haji menancapkan timbangan kemuliaan diantara manusia dengan timbangn taqwa sebagaimana sabda beliau : “Ketahuilah tidak ada keutamaan antara Arab dengan non Arab, Non Arab dengan Arab, kulit merah dengan kulit hitam, kulit hitam dengan merah kecuali dengan ketaqwaan” (HR. Abu Nuaim 3/100, As Shohihah 2700 ).
  7. Haji menggariskan persamaan manusia dihadapan Alloh. Beliau bersabda ketika khutbah di Arofah: “Wahai manusia, ketahuilah bahwasanya Robb kalian adalah satu bapak kalian adalah satu. Kalian semua dari Adam dan Adam dari tanah” (As Shohihah 1009).
  8. Haji mengajarkan untuk bersikap tawadhdhu’ (rendah hati). Dikala al Abbas ingin mengkhususkan tempat minum bagi Nabi, beliau justru berkata: “Berilah saya minum seperti orang-orang” (HR. Ahmad 1/215).
  9. Haji mengajarkan kaum mukminin untuk ta’awwun dalam kebaikan sebagaimana Nabi ingin untuk ikut memberi minum jamah haji, saling bergantian dengan Ali dalam menyembelih hewan qurban dan berserikatnya para sahabat dalam membeli hewan kurban.
  10. Haji mengajarkan kepada manusia untuk bersabar tatkala hidup bersama orang banyak. Nabi bersabda: “Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih besar pahalanya bagi mereka yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar menghadapi gangguannya” (HR. Ibnu Majah 4032, As Shohihah 939).
  11. Haji mengajarkan untuk bersikap belas kasih dan penyayang kepada makhluk yang lemah. Beliau berkata kepada Umar: “Wahai Umar, engkau adalah orang yang kuat maka janganlah menyakiti orang lemah. Jika kamu ingin mencium hajar aswad ketika sepi maka ciumlah , namun jika tidak maka cukup menghadapnya dan bertakbir” (HR. Ahmad). Di saat beliau berada di Arofah beliau mendengar di belakangnya suara hentakan,pukulan dan hardikan kepada unta yang dikendarai maka beliau mengatakan: “Wahai manusia, hendaknya kalian santun karena kebaikan itu bukanlah dengan ketergesa-gesaan” (HR. al Bukhori 1671). Beliau juga bersabda: “Jika kalian telah menyelesaikan hajinya maka segeralah kembali ke keluarga karena itu lebih besar pahalanya” (HR. ad daroquthni 289, As Shohihah 1379). Demikian pula perlakuan khusus beliau kepada kaum wanita dengan meringankan sebagian manasik haji bagi mereka seperti bertolak dari Muzdalifah malam hari, tidak disuruh roml tatkala thawaf, diringankan untuk tidak thawaf wada’ ketika haid dan beliaupun berwasiat di Arofah dengan khutbahnya: “Bertaqwalah kalian kepada Alloh terhadap wanita karena kalian mengambilnya dengan amanat dari Alloh…”(HR. Muslim 2137).
  12. Haji menyuruh untuk menjaga keamanan dan kestabilan di dalam negeri-negeri kaum muslimin sebagaimana mereka diajarkan untuk memelihara keamanan negeri haram Makkah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Alloh telah mengharamkan Makkah agar jangan dicabut durinya, tidak diburu hewannya, tidak dipungut barang temuannya kecuali bagi yang mengenalnya dan tidak dipotong tanamannya”(HR al Bukhori 2090). Maka bagaimana lagi dengan melakukan pengeboman, penembakan aparat keamanan dan tindakan teroris lainnya!?.
  13. Haji mengajarkan supaya ummat ini berbudaya bersih. Di kala Nabi masuk ke kamar kecil di Juhfah ketika muhrim beliau mengatakan: “Sesungguhnya Alloh tidak menyukai sedikitpun sesuatu yang kotor” (HR Ibnu Abi Syaibah 333).
  14. Haji menyuruh ummat ini agar menjauhi sifat kikir dan pelit. Hal ini tercermin dari dermawannya Nabi dan para sahabat dikala menyembeih 36 ekor unta lalu ia menambahnya menjadi 100 ekor kemudian membagikannya kepada kaum miskin. Beliau bersabda: “Haji yang paling afdhol adalah mengeraskan suara dengan talbiyah dan mengalirkan darah qurrban”(HR. at Tirmidzi 827, Shohih At Targhib 1131). Sifat seorang mukmin adalah menggabungkan antara ibadah badan dan harta sebagaimana banyak disebutkan dalam al Qur’an.
  15. Haji mengajarkan kaum muslimin untuk ta’at kepada waliyul amri agar tercapai maslahat agama dan dunia. Pada haji Wada’ Rasululloh berpesan: “Bertaqwalah kepada Robb kalian, sholatlah yang lima waktu, puasalah di bulan romadhon, tunaikan zakat harta kalian dan patuhilah pemimpin kalian maka kalian akan masuk surga Robb kalian” (HR. at Tirmidzi 616, As Shohihah 867).

Dan masih banyak lagi pelajaran yang lain bagi yang mau merenungkannya…Walhamdilillah.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *