Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Obati penyakit dengan  bershodaqoh
KLIK UNTUK BERINFAK

Obati penyakit dengan  bershodaqoh

Obati penyakit dengan  bershodaqoh

Sesungguhnya Alloh Ta’ala menciptakan manusia di dunia ini tidak lain untuk menguji mereka. Diantara mereka ada yang dikaruniakan nikmat agar selalu bersyukur dan memuji Alloh Ta’ala dan diantaranya juga diberikan kesusahan agar mereka bersabar. Oleh karena itu dua sifat yang sangat mulia yaitu sabar dan bersyukur adalah karunia yang sangat agung dari Alloh Ta’ala karena pada dasarnya  ujian  berupa nikmat dan musibah itu adalah bukti kecintaan Alloh kepada orang beriman tersebut.  Bahkan bisa dikatakan bahwa musibah yang menimpa seorang mukmin adalah termasuk nikmat Alloh Ta’ala yang besar jika ia bersabar dan mengharap pahala.

Salah satu ujian dan musibah yang sering menimpa seseorang adalah apa yang menimpa dirinya berupa penyakit. Tatkala hal itu menerpa seorang mukmin hendaknya ia berbaik sangka kepada Alloh Ta’ala dan berusaha mencari kesembuhan dengan cara-cara syar’i yang diperintahkan Alloh. Salah satu metode penyembuhan yang terdengar sangat langka namun sangat mujarab adalah dengan bershodaqoh.

Dari Hasan Al Bashri t ia berkata: ‘Rasululloh r bersabda:

دَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

Obatilah  orang yang sakit diantara kalian dengan shodaqoh (Dikeluarkan oleh Al Baihaqi 3/382 dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shohih At Targhib wa At Tarhib 744). Dalam hadits Hudzaifah t Rasululloh r bersabda:

« فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَ نَفْسِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ »

Ujian seseorang dalam keluarganya, hartanya, dirinya dan tetangganya dapat dihapuskan oleh sholat, shodaqoh dan amar ma’ruf nahi mungkar (HR. Al Bukhori 6683, Muslim 144).

Bagaimana caranya pengobatan dengan menggunakan metode tersebut? Berikut adab-adabnya:

1. Jika anda ingin kesembuhan diri dan keluarga anda yang sakit dengan bershodaqoh maka hendaknya anda bershodaqoh dari harta yang benar-benar halal, bukan yang syubhat maupun yang harom. Alloh Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS. Al Baqoroh: 267).

مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – إِلاَّ أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِه

Tidaklah seseorang bershodaqoh dengan suatu shodaqoh dari yang baik- dan Alloh tidak menerima kecuali yang baik-baik- melainkan Alloh akan mengambil dengan dua tanganNya (HR. Muslim 1014).

2. Hendaknya anda meniatkan dengan shodaqoh tersebut kesembuhan orang yang sakit tersebut karena semua amalan tergantung niatnya.

3. Jika anda adalah orang berada, bershodaqohlah dengan dermawan sebagaimana Nabi r bershodaqoh. Dari Anas t bahwasanya seseorang datang kepada Nabi  r meminta semua kambing yang berada diantara dua bukit maka beliau memberikannya. Kemudian orang tersebut mendatangi kaumnya dan berseru: “Wahai kaum, masuk Islamlah, demi Alloh sesungguhnya Muhammad memberikan suatu pemberian dengan tidak takut miskin”(HR. Muslim 2312).

4. Jadikanlah shodaqoh anda ikhlas karena Alloh semata. Semakin ikhlas suatu shodaqoh maka semakin besar pahala dan buahnya. Nabi r menyebutkan diantara orang yang akan dinaungi nanti pada hari kiamat :

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ

Dan seseeorang yang bershodaqoh lalu ia menyembunyikannya sampai tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kirinya (HR Muslim 1031). Di dalam Al Qur’an sering didahulukan infaq secara sembunyi-sembunyi pada malam hari daripada infaq terang-terangan. Alloh ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS. Al Baqoroh: 274).

5. Hendaknya shodaqoh anda diberikan kepada orang sholih, bertaqwa dan orang yang betul-betul membutuhkan bantuan. Dari Abu Sa’id Al Khudri t dari Nabi r bersabda:

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِى

Jangan kalian berteman kecuali dengan orang beriman dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa (HR. Abu Dawud 4832, At Tirmidzi 2395, hadits hasan). Semakin besar kebutuhan faqir miskin tersebut terhadap shodaqoh tersebut maka pengaruh dan hasilnya akan lebih besar. Janganlah disangka bahwa shodaqoh tersebut terbatas pada manusia saja. Bahkan sekalipun ia adalah hewan namun ia sangat membutuhkan uluran tangan kita maka dengan niat agar orang sakit tersebut disembuhkan oleh Alloh Ta’ala insya Alloh akan menyembuhkan karena Alloh ta’ala sangat luas pemberiannya. Nabi r bersabda:

فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْر

Dalam setiap yang mempunyai hati yang masih basah (setiap yang bernyawa) ada pahalanya (HR. Al Bukhori 5663, Muslim 2244).

6. Jika shodaqoh anda belum ada hasilnya, ulangilah lagi dan jangan berputus asa serta harus yakin dan percaya kepada Alloh Ta’ala karena bisa jadi Alloh Ta’ala belum menyembuhkannya karena ingin membersihkan dosa-dosa sang sakit tersebut. Dari Abu Hurairoh t Nabi r bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاه

Tidaklah seorang muslim tertimpa capek, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegelisahan hingga duri yang menusuknya melainkan Alloh Ta’ala menghapuskan dengan hal tersebut dosa-dosanya (HR. Al Bukhori 5318). Oleh karena itu dituntut bagi orang yang sakit untuk bertaubat dan memperbaiki ibadahnya kepada dzat yang mengaruniakannya penyakit dan Sang Penyembuh penyakit tersebut.

7. Jika Alloh Ta’ala memberikan kesembuhan dengan sebab shodaqoh tersebut hendaknya banyak bersyukur kepada Alloh Ta’ala dengan memperbanyak amal sholih terutama sering menuntut ilmu agama yang sudah banyak dilalaikan karena sibuknya dengan urusan dunianya.

 

Sekelumit Kisah Nyata…

  • Al Imam Al Baihaqi menceritakan tentang gurunya Abu Abdillah al Hakim rohimahullohu Ta’ala: bahwasanya di wajah beliau terkena bisul dan ia telah menggunakan berbagai cara pengobatan namun hasilnya nihil. Kemudian beliau meminta kepada  Al Imam Abu Utsman As Shobuni agar mendoakan beliau di majelisnya pada hari jum’at maka beliau mendoakan al Hakim dan orang-orang mengaminkannya. Tatkala hari jum’at berikutnya seorang perempuan membawa kertas dan menyodorkannya di majelis tersebut menceritakan bahwasanya ia kembali ke rumahnya dan bersungguh-sungguh berdo’a untuk al Hakim pada malam tersebut. Lalu ia bermimpi bertemu Rasululloh r seolah-olah beliau berkata: “katakan kepada Abu Abdillah untuk melapangkan air buat kaum muslimin”. Maka aku datang membawa kertas tersebut dan aku menyuruh al Hakim untuk membangun wadah air minum yang dibangun di pintu rumahnya. Ketika telah selesai dibangun ia memerintahkan untuk menuangkan air disana dan memasukkan es batu. Maka mulailah orang-orang minum dan selang satu minggu al Hakim sembuh dari penyakit bisul tersebut dan wajahnya kembali bagus seperti semula (Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 964).
  • Pernah sesorang bertanya kepada Abdulloh bin Mubarok tentang luka yang muncul di dilututnya sejak tujuh tahun lalu sedangkan ia telah mengobatinya dengan segala cara dan juga meminta pengobatan dari dokter tetapi tidak ada hasilnya. Maka Ibnul Mubarok berkata kepadanya: ‘Pergilah dan galilah sumur di tempat yang dibutuhkan manusia untuk umum. Aku berharap akan muncul sumber mata air di sana yang dapat menghentikan darah yang mengalir dari lukamu tersebut. Maka orang tersebut melakukannya lalu Alloh Subhanahu wa ta’ala menyembuhkannya (Siyaru A’lam An Nubala’ 8/407). Dan masih banyak kisah lain tentang keajaiban shodaqoh yang dengannya seseorang memperoleh kesembuhan dari penyakit kanker, ‘ain (pandangan mata jahat), mandul dan penyakit ganas lainnya dengan izin Alloh Ta’ala.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *