Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Aqidah / MENYEMPURNAKAN TAUHID SEBAGAI PENYEBAB MASUK SURGA TANPA HISAB
KLIK UNTUK BERINFAK

MENYEMPURNAKAN TAUHID SEBAGAI PENYEBAB MASUK SURGA TANPA HISAB

MENYEMPURNAKAN TAUHID KEPADA ALLAH SEBAGAI PENYEBAB MASUK SURGA TANPA HISAB

Surga merupakan dambaan setiap muslim bahkan dambaan semua manusia, Allah telah menjajikan kepada manusia melalui lisan Nabinya, barang siapa yang mentauhidkan Allah dengan sebenar-benarnya yaitu dengan tidak meminta diruqyah, tidak melakukan tathayyur dan tidak pernah meminta lukanya diobati dengan besi yang dipanaskan, dan seantiasa bertawakkal kepada Allah ta’ala, Maka Allah akan memasukkan mereka kedalam surge tanpa dihisab.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘Anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda :

عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ مَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ مَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلاَنِ، وَالنَّبِيَّ وَلَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، إِذْ رُفِعَ لِيْ سَوَادٌ عَظِيْمٌ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِيْ، فَقِيْلَ لِيْ: هَذَا مُوْسَى وَقَوْمُهُ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيْمٌ، فَقِيْلَ لِيْ: هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَمَعَهُمْ سَبْعُوْنَ أَلْفًا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ، ثُمَّ نَهَضَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ، فَخَاضَ النَّاسُ فِيْ أُوْلَئِكَ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمُ الَّذِيْ صَحِبُوْا رَسُوْلَ اللهِ ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمْ الَّذِيْنَ وُلِدُوْا فِيْ الإِسْلاَمِ فَلَمْ يُشْرِكُوْا بِاللهِ شَيْئًا، وَذَكَرُوْا أَشْيَاءَ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ  فَأَخْبَرُوْهُ، فَقَالَ: (( هُمُ الَّذِيْنَ لاَ يَسْتَرْقُوْنَ وَلاَ يَتَطَيَّرُوْنَ وَلاَ يَكْتَوُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ )) فَقَامَ عُكَاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ: ادْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِىْ مِنْهُمْ، فَقَالَ: (( أَنْتَ مِنْهُمْ )) ثُمَّ قَالَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ: ادْعُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنِيْ مِنْهُمْ، فَقَالَ  : (( سَبَقَكَ بِهَا عُكَاشَةُ))

“Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat, lalu aku melihat seorang Nabi, bersamanya sekelompok orang, dan seorang Nabi, bersamanya satu dan dua orang saja, dan Nabi yang lain lagi tanpa ada seorangpun yang menyertainya, tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok orang yang banyak jumlahnya, aku mengira bahwa mereka itu umatku, tetapi dikatakan kepadaku: bahwa mereka itu adalah Musa dan kaumnya, tiba-tiba aku melihat lagi sekelompok orang yang lain yang jumlahnya sangat besar, maka dikatakan kepadaku: mereka itu adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 orang  yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa disiksa lebih dahulu”. kemudian beliau bangkit dan masuk ke dalam rumahnya, maka orang-orang pun memperbincangkan tentang siapakah mereka itu? Ada di antara mereka yang berkata: “barangkali mereka itu orang-orang yang telah menyertai Nabi dalam hidupnya, dan ada lagi yang berkata: “barangkali mereka itu orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam hingga tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatupun, dan yang lainnya menyebutkan yang lain pula.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,  keluar dan merekapun memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda: “Mereka itu adalah orang-orang yang tidak pernah minta ruqyah, tidak melakukan tathayyur dan tidak pernah meminta lukanya ditempeli besi yang dipanaskan, dan mereka pun bertawakkal kepada tuhan mereka”. kemudian Ukasyah bin Muhshan radhiallahu ‘anhu, berdiri dan berkata : mohonkanlah kepada Allah  agar aku termasuk golongan mereka, kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “ya, engkau termasuk golongan mereka”, kemudian seseorang yang lain berdiri juga dan berkata : mohonkanlah kepada Allah  agar aku juga termasuk golongan mereka, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, menjawab: “Kamu sudah kedahuluan Ukasyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah-Faidah Hadits antara lain :

  1. Hadits ini menunjukkan keutamaan ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena ummat yang paling banyak kepatuhan dan ketundukannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, berbeda dengan nabi sebelumNya, ada yg tidak memiliki pengikut, ada yang hanya memiliki satu atau dua pengikut.
  2. Kesungguhan para sahabat dalam mencari kebaikan, yaitu mereka berusaha mencari tau siapa 70 ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan azab.
  3. Sifat-sifat 70 orang yang masuk surga tanpa hisab dan azab adalah
    • ( لا يسترقون ) “Laa Yastarquun” Artinya Orang yang tidak meminta diruqyah,

    Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan ( لا يرقون  ) “Laa Yarquun” artinya tidak meruqyah. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa lafadz ini salah, karena Nabi sendiri pernah meruqyah, Jibril pernah meruqyah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , ‘Aisyah pernah meruqyah dan para sahabat pernah meruqyah. Dan orang yang meruqyah adalah orang yang berbuat baik, lalu bagaimana mereka dikeluarkan dari 70 ribu orang tersebut?Allah berfirman :

    ( مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ  ) [التوبة:91]

    “Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik” [At-Taubah 91]

    ( هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَان )  [الرحمن:60]

    “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.

    Beliau berkata : “Ini kesalahan dari rowi, yang benar Laa Yastarquun”.

    Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang meruqyah, beliau bersabda :

    مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ

    Barang siapa yang mampu di antara kalian untuk memberi manfaat pada saudaranya, maka lakukanlah”. (HR. Muslim no. 2199).

    Ibnu Taimiyah rahimahullah, berkata : “Perbedaan orang yang meruqyah dengan orang yang meminta diruqyah, orang yang meminta diruqyah telah meminta dan melihat kepada selain Allah dengan hatinya adapun orang yang meruqyah adalah orang yang berbuat baik”.

  • ( لا يكتوون) “Laa Yak Tawuun” Artinya mereka yang tidak meminta diobati menggunakan kay (pengobatan dengan besi panas)
  1. Ibnul qoyyim rahimahullah,berkata : “Hadits-hadits tentang mengobati sakit dengan besi panas mengandung empat bentuk :

    • Rasulullah melakukannya
    • Rasululah tidak menyukainya
    • Rasulullah memuji orang yang meninggalkannya
    • Rasulullah melarangnya. Dan tidak ada pertentangan Alhamdulillah, yang pertama menunjukkan pengobatan dengan besi boleh, yang kedua tidak menunjukkan pengobatan dengan besi dilarang, yang ketiga menunjukkan meninggalkan pengobatan dengan besi panas lebih baik dan utama, adapun yang keempat merupakan sebagai sebuah pilihan yang makruh”.
  • ( لا يتطيرون ) “ Laa Yatathayyarun” Artinya merasa pesimis, merasa bernasib sial, atau meramal nasib buruk karena melihat burung atau apa saja, sehingga dengannya ia mengurungkan niat untuk melakukan sesuatu.
  • ( وعلى ربهم يتوكلون ) Artinya Dan kepada Rabb nya mereka bertawakkal.

4.   Hadits ini tidak menunjukkan untuk meninggalkan usaha atau sebab secara langsung. Karena mencari sebab merupakan perkara fitrah yang   mendasar. Allah Ta’alaberfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa yang bertawakkal pada Allah, Dialah yang mencukupinya”. (QS. Ath Thalaq: 3).

5.   Melakukan sebab dan berobat dengan cara yang tidak mengandung sisi makruh, dibolehkan dan ini tidak merusak dan menodai tawakkal kepada Allah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia menurunkan pula obatny)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Ponpes Al-Mahmud Aik Ampat, Jum’at 2 Maret 2018

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Sumber artikel :

1). Taisir ‘Azizil Hamid, Karya Syaikh Sulaiman Bin Abdil Wahhab

2). Kitab Fathul Majid, Karya Syaikh Abdurrahman Bin Hasan Alu Syaikh

 

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *