Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Aqidah / Lurusnya Pemahaman Ahlussunnah Tentang Qodho’ Dan Qodar
KLIK UNTUK BERINFAK

Lurusnya Pemahaman Ahlussunnah Tentang Qodho’ Dan Qodar

LURUSNYA PEMAHAMAN AHLUSUNNAH TENTANG QODHO’ DAN QODAR

Qodho’ dan Qodar termasuk rukun iman yang harus diimani setiap muslim sebagaimana firman Alloh Ta’ala:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

 Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS. Al Qomar: 49).

Dari Jabir rodhiyallohu ‘anhuma, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ »

Tidaklah seorang hamba itu beriman sampai ia beriman kepada takdir baik dan buruknya, sampai ia mengetahui bahwa apa saja yang akan menimpanya maka tidak akan meleset darinya dan apa saja yang meleset darinya tidak akan menimpanya (HR. Tirmidzi 2144, Shohih Sunan Tirmidzi no. 1743).

Aqidah salafiyyun ahlusunnah wal jama’ah yang mewarisi aqidah Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sangat terang dan jelas dalam masalah ini. Mereka meyakini bahwa Alloh menciptakan perbuatan hamba tetapi hamba itu pelaku sebenarnya karena mereka memiliki kehendak dan kemampuan namun di satu sisi Alloh-lah yang menciptakan kehendak dan kemampuan mereka tersebut (Al Aqidah Al Washitiyyah, Ibnu Taimiyyah hal.21-22). Alloh Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ 

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (QS. As Shaffat: 96). Dari ‘Ali rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ قَالَ « اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ »

Tidaklah ada seorang dari kalian kecuali telah ditulis tempat duduknya di neraka dan di syurga. Mereka berkata: ‘Ya Rasululloh apakah kita tidak pasrah saja atas kitab kita itu dan meninggalkan amal?’. Beliau menjawab: “Berbuatlah, karena semua telah dimudahkan dengan apa-apa yang ia diciptakan. Adapun bagi orang-orang yang berbahagia (penduduk syurga) maka ia akan dimudahkan dengan amalan penduduk syurga dan adapun orang-orang yang celaka (penduduk neraka) maka ia akan dimudahkan melakukan perbuatan-perbuatan penduduk neraka’ (HR. Bukhori 4949).

HIKMAH BERIMAN KEPADA QODHO’ DAN QODAR

  1. Beriman dengan taqdir adalah faktor pendorong yang sangat kuat bagi seseorang untuk beramal dan sebagai pemicu semangat serta keuletan untuk menggapai keridhoan Alloh dalam kehidupan ini. Hal itu karena orang-orang beriman diperintahkan untuk menjalani sebab-sebab bersamaan dengan tawakkal mereka kepada Alloh. Meninggalkan sebab adalah bentuk kelemahan dan kehinaan sebagaimana sabda Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Alloh dari mukmin yang lemah dan dalam keduanya ada kebaikan masing-masing. Bersemangatlah atas apa-apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Alloh dan jangan lemah (HR. Muslim 2664).

Seseorang yang tidak mau mencari rizki berdosa sekalipun rizki itu adalah ditangan Alloh. Demikian pula orang yang akan berhaji, jihad, zakat, diperintahkan untuk mencari bekal dan kekuatan bukan hanya mengandalkan tawakkal semata sebagaimana yang dicontohkan oleh manusia yang paling bertawakkal kepada Alloh yaitu nabi kita shallallohu ‘alaihi wa sallam yang berjalan di pasar untuk mencari penghasilan.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam tatkala ditanya tantang meruqyah, berobat apakah ini dapat menolak taqdir Alloh? Maka beliau menjawab: “ Itu termasuk taqdir Alloh”. Maknanya sebab-sebab tersebut juga merupakan bagian dari taqdir Alloh. ‘Umar bin Khotttob rodhiyallohu ‘anhu tatkala mendengar kabar tentang wabah penyakit di negeri Syam beliau memerintahkan pasukannya untuk kembali. Maka Abu ‘Ubaidah berkata: ‘Apakah kita lari dari taqdir Alloh?’.Umar rodhiyallohu ‘anhu menjawab: ‘Kita lari dari taqdir Alloh menuju taqdir Alloh yang lain’. Begitu pula  sebaliknya  hanya bersandar pada sebab tanpa bertawakal kepada Alloh termasuk syirik dalam tauhid

2. Manusia akan mengetahui posisinya sehingga tidak akan merasa sombong, takabbur, tinggi hati karena ia tidak mengetahui taqdir yang akan mengenainya. Dengan mengetahui kelemahannya di sisi Alloh, ia akan bergantung kepada Alloh. Ini adalah salah satu rahasia dari disembunyikannya taqdir manusia.

3. Pelipur lara bagi yang tertimpa musibah karena semuanya telah digariskan Alloh sebagai ujian bagi hambaNya. Alloh Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ . لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al Hadid: 22-23).

4. Beriman kepada qodho’ dan qodar dapat menghilangkan penyakit hasad yang menggerogoti seseorang karena Alloh membagikan rizki kepada hambaNya sesuai dengan kehendakNya. Jika seseorang hasad terhadap orang lain itu berarti sesungguhnya ia tidak suka dan marah terhadap taqdir Alloh.

5. Beriman kepada qodho’ dan qodar akan mendorong sifat jantan dan teguh dalam menghadapi segala ujian baik itu dalam keluarga, menuntut ilmu, mengamalkan ilmunya serta mendakwahkannya. Tidaklah ia takut kecuali hanya kepada Alloh semata. Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْك

Ketahuilah, bahwasanya jika seluruh ummat bersepakat untuk memberimu suatu manfaat maka tidak akan bisa memberikanmu sedikitpun kecuali yang sudah Alloh tetapkan bagimu dan jika mereka bersepakat untuk mencelakakanmu dengan sesuatu maka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang Alloh telah tetapkan atasmu (HR. Tirmidzi 59, Shohih Sunan Tirmidzi 2648).

6. Menunjukkan atas keagungan Alloh Azza wa jalla karena ia kuasa untuk menciptakan taqdir yang baik dan buruk serta mengaturnya sesuai dengan kehendakNya sebagaimana Alloh kuasa pula menciptakan kejelekan seperti setan, iblis, makhlukNya yang jahat untuk suatu hikmah yang dalam yaitu ujian bagi manusia dan menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Alloh Ta’ala.

7. Dengan mengimani qodho’ dan qodar seseorang akan lebih banyak bersikap memaafkan jika haknya ada yang dikurangi atau kebaikannya dibalas dengan kejahatan karena ia yakin semua itu adalah taqdir Alloh. Adapun mengurangkan hak-hak Alloh tidak boleh beralasan dengan taqdir.

Wallohul muwaffiq.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *