Senin , Juli 23 2018
Breaking News
Home / Naskah Khutbah / Khutbah Jum'at / Khutbah Jum’at : Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Allah

Khutbah Jum’at : Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي أعزنا بالإسلام، وهدانا للإيمان، وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله.وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، من أطاعه واتبع دينه أكرمه بكل منةٍ دنيوية وأخروية، ومن عصاه وخالف أمره سلب عنه النعمة وأحل به النقمة، وأشهد أن نبينا محمداً عبده ورسوله، خير من تمسك بالإسلام ودعا إليه، صلى الله وسلم وبارك عليه، وعلى آله الأطهار وصحبه الأخيار، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين. أما بعد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Ketika manusia telah sesat dari jalan Allah, mereka pun kebingungan untuk beragama, tenggelam ke
dalam berbagai bentuk kesyirikan dan lumpur-lumpur jahiliyyah,Allah ta’ala berfirman:

{ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ * مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ } [الروم:31-32]

Artinya: dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka

{ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالاً بَعِيداً } [النساء:116]

Artinya: dan barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Manusia itu akalnya terlalu pendek untuk mengetahui jalan kebaikan dengan sendirinya, dan untuk memperjelas jalan menuju hidayah dengan akalnya sendiri, sesungguhnya akalnya tidak mampu untuk mendatangkan sebuah manfaat atau  menolak bahaya.

Kesengsaraan tidak akan berakhir, kebingungan tidak akan sirna dari pikiran, kegelisahan tidak akan lenyap dari jiwa, kecuali setelah akal berkeyakinan dan tunduk bahwa Allah Dialah Yang Maha Esa, kepadaNyalah segala sesuatu bergantung, Yang Maha Kuasa lagi Maha Memiliki Segala Keagungan, bagiNyalah seluruh kerajaan,   ditanganNyalah seluruh urusan, dan seluruh perkara kembali kepadaNya.

{ بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ } [البقرة:112]

Artinya: (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…

Sesungguhnya menyerahkan keridhoan kepada Allah dan mengesakanNya dalam beribadah, akan meningkatkan akhlaq dan cara berpikir seorang mukmin, dan menyelamatkannya dari sesatnya hati, berpalingnya jiwa, gelapnya kebodohan, dan khayalan khurofat, begitu juga akan menyelamatkannya dari para penipu, para pembohong, para penyeru keburukan yaitu orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah.Tauhid yang murni serta ikhlas akan menjaga seseorang dari ketergelinciran.

Kedudukan Tauhid Dalam Agama Islam

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…

Mengesakan Allah adalah peribadatan yang sempurna untuk Allah subhanah, sebagai bentuk mewujudkan syahadat ‘La ilaha illaAllah Muhammad rasulullah’shalallahu ‘alaihi wa sallam, merupakan bentuk mewujudkan lafadz dan makna syahadat, mengamalkan kandungan-kandungannya, yang seorang muslim menerapkannya di kehidupannya, sholatnya, dan seluruh ibadahnya, hidup dan matinya.Bertauhid dengan keyakinan, bertauhid dalam ibadah, bertauhid dalam syariat. Tauhid membersihkan hati dan perasaan dari keyakinan-keyakinan untuk beribadah kepada selain Allah, serta membersihkan anggota badan dari dipalingkan kepada seseorang selain Allah, serta membersihkan hukum dan syariat dari campur tangan seseorang selain Allah azza wa jalla.

Tauhid adalah agama yang pertama dan yang terakhir,segala yang tampak ataupun yang tidak, puncak kemenangan, banyak dalil serta penguat-penguatnya yang menunjukkan atas pentingnya tauhid, kemudian diperjelas lagi oleh banyak ayat, bukti pun telah menunjukkannya, kiblat ditegakkan di atas tauhid, agama berpondasikan tauhid, dengan tauhid seseorang berhak  dilindungi dan dijaga, dengan tauhid negeri kafir terpisah dari negeri islam, dengan tauhid manusia terbagi menjadi orang yang bahagia atau sengsara, mendapat hidayah atau sesaT.

Tauhid Dalam Al Quran dan Hadits

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…

Perhatian Al Quran terhadap tauhid sangatlah besar, karena ia adalah perkara yang besar, perkara pentingnya para utusan Allah,

{ وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ } [النحل:36]

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan: “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut”.

 { وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ } [الزخرف:45]

Artinya: Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah”.

Penyebutan Tauhid Dalam Al Quran

Al Quran seluruhnya berbicara tentang tauhid, dan menjelaskan hakikatnya, serta menyeru untuk bertauhid, mengkaitkan tauhid dengan keselamatan dan kebahagiaan di surga dan neraka . Al Quran menceritakan tentang balasan orang yang bertauhid dan kemuliaan mereka. Al Quran juga menceritakan lawan dari tauhid, yaitu syirik kepada Allah, dan menjelaskan tentang buruknya keadaan orang yang berbuat syirik serta tempat kembalinya di dunia serta adzab yang hina di akhirat:

{ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ } [الحج:31]

Artinya: Dan barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah , maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

{ إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ } [النساء:48]

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.

Seluruh perintah, larangan, harusnya menjalankan ketaatan, dan meninggalkan semua perkara haram adalah hak-hak tauhid dan penyempurnanya. Al Quran yang agung telah mengajak bicara orang kafir tentang tauhid, agar mereka mengetahuinya, beriman dengannya, dan memeluknya, pada firmanNya:

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } 

Artinya: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. QS. Al-Baqarrah 21

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ 

 وَلا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ 

Artinya: Maka segeralah kembali mentaati Allah.Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. QS. Adz-Dzariyat 50-51

Dan setiap Nabi berkata kepada kaumnya:

{ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ ) [الأعراف:59]

Artinya: Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya.

{ وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ }

Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan aku. QS Al-Anbiya 25

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم ، أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم


Sumber Khutbah : Maktabah Syamilah (Khutbah Syaikh Abdurrahman Assudais)

Alih Bahasa : Ummu Hisyam Yanuarizki Wofi Amalia

Dikoreksi : Ustadz Bahrul Ulum Ahmad

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it