Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Aqidah / KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG MENTAUHIDKAN ALLAH
KLIK UNTUK BERINFAK

KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG MENTAUHIDKAN ALLAH

KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG MENTAUHIDKAN ALLAH

Kemuliaan suatu ilmu tergantung kemulian isi yang terkandung dalam ilmu tersebut, oleh karena itu ilmu tauhid merupakan ilmu yang paling mulia, karena didalam nya membahas tentang pondasi dan pokok ajaran islam yaitu mengesakan Allah dalam beribadah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun.

Pentingnya masalah tauhid dalam islam Nampak jelas pada misi pertama dakwah para nabi dan rasul, Nabi Muhammad ketika berada di Makkah dakwah utamanya selama bertahun-tahun mengajak manusia untuk mengesakan Allah dan meninggalkan sesembahan-sesembahan yang bathil yang di sembah selain Allah.

Maka sungguh beruntung orang-orang yang mentauhidkan Allah dalam ibadahnya, karena Allah telah menjajikan untuk mereka begitu banyak keutamaan dan kebaikan di dunia maupun di akhirat .

Diantara Keutamaan Bertauhid adalah :

  1. Orang Yang Bertauhid Akan Mendapat Keamanan dan Petunjuk Di Dunia dan Di Akhirat

Allah ta’ala berfirman :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am:82)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, berkata tentang ayat diatas :” Yakni, mereka yang mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun, mereka itulah orang-orang yang aman pada hari kiamat, yang mendapatkan petuntuk didunia dan akhirat”.

Yang dimaksud dengan kezaliman dalam ayat di atas adalah syirik (menyekutukan Allah dalam ibadah), sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam ketika menafsirkan ayat ini.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Ketika ayat ini turun, terasa beratlah di hati para sahabat, mereka mengatakan siapakah di antara kita yang tidak pernah menzalimi dirinya , maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda : “Bukan seperti yang kalian maksudkan. Apakah  kalian tidak pernah mendengar ucapan Lukman kepada anaknya :“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Lukman: 13)”.

  1. Orang Yang Bertauhid Akan Dimasukan Kedalam Surga

‘Ubadah bin Ash-Shamit  radhiallahu ‘anhu menuturkan:  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda :

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari pada-Nya, dan surga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, niscaya Allah memasukkanya kedalam surga, sesuai dengan amal yang dilakukannya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Bersyahadat yang benar harus terkumpul didalamnya tiga hal yaitu mengucapkannya dengan lisan, memahami maknanya, dan mengamalkan tuntutannya lahir dan batin, Maka tidak cukup mengucapkannya saja.

Berkata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, dalam kitab Al-Mufhim ala shahih muslim, : “Bab sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat tidaklah cukup, akan tetapi harus didukung dengan keyakinan hati”. Bab ini merupakan bukti rusaknya pandangan golongan Murji’ah ekstrem yang berkata bahwa sekedar mengucapkan syahadatain sudah cukup dalam iman. Dan hadits-hadits dalam bab ini menetapkan kerusakanNya, bahkan kerusakan madzhab ini sudah dimaklumi dalam syari’at bagi siapa yang mengetahuinya, karena madzhab ini berarti membolehkan kemunafikan dan menghukumi bahwa iman orang munafik adalah shahih/benar”.

  1. Orang Yang Bertauhid Diharamkan Masuk Neraka

Dari ‘Itban radhiallahu ‘anhu, Rasululllah shalallahu ‘alahi wa salaam bersabda, :

فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang orang yang mengucapkan لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ  dengan ikhlas dan hanya mengharapkan (pahala melihat) wajah  Allah”. (HR. Bukhari & Muslim ).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : “Orang yang mengharap (ridha Allah) harus menyempurnakan segala sarana untuk mendapatkan harapanNya, jika dia telah menyempurnakanNya maka haram baginya neraka secara mutlak, Jika dia melakukan kebaikan-kebaikan secara sempurna maka haram baginya neraka secara mutlak, jika dia melakukannya dengan tidak sempurna(kekurangan), maka harapan (mendapat ridha Allah) tidak sempurna, dengan demikian pengharaman neraka atasNya pun kurang, akan tetapi tauhid yang ada padaNya mencegahnya untuk kekal dalam neraka …….”.

  1. Orang Yang Bertauhid Allah Ampuni Dosa-dosanya

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

قَالَ مُوْسَى يَا رَبِّ، عَلِّمْنِيْ شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوكَ بِهِ، قَالَ: قُلْ يَا مُوْسَى: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ، قَالَ: يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُوْلُوْنَ هَذَا، قَالَ: يَا مُوْسَى لَوْ أَنَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِيْ وَالأَرْضِيْنَ السَّبْعَ فِيْ كِفَّةٍ، وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ فِيْ كِفَّـةٍ، مَالَتْ بِهِـنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ

“Musa berkata: “Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”, Allah berfirman:” ucapkan hai Musa لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ Musa berkata: “ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu”, Allah menjawab:” Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya –selain Aku- dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan dan kalimat            لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ  diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ  lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban, dan Hakim sekaligus menshahihkan-nya).

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, : “Perhatikanlah hadits kartu (yang bertuliskan Laa ilaaha illallah ), yang diletakkan disatu daun timbangan, ia ditimbang dengan sembilan puluh sembilan buku catatan (keburukan), masing-masing catatan besarnya sepanjang mata memandang, tapi kartu itu lebih berat sehingga buku-buku catatan terangkat, sehingga pemilik kartu tidak diazab. Dan sudah diketahui bahwa setiap orang yang bertauhid memiliki kartu ini, sekalipun banyak diantara mereka masuk neraka dengan dosa-dosaNya”.

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata :  “Aku mendengar Rasulullah bersabda :

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Allah berfirman: “Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula”.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, : “Barang siapa yang datang (pada hari kiamat) dengan memikul dosa sebesar bumi, tapi dia memiliki tauhid, Maka Allah menyambutnya dengan ampunanNya sebesar bumi juga.

 

Ditulis di Ponpes tahfidz putri Al-Mahmud,Desa Aik Ampat, Dasan Geres, Gerung Lombok Barat, Ba’da  Jum’at 15 jumadil akhir /2 Maret 2018

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Referensi :

  • . Taisir ‘Azizil Hamid, Karya Syaikh Sulaiman Bin Abdil Wahhab
  • . Kitab Fathul Majid, Karya Syaikh Abdurrahman Bin Hasan Alu Syaikh
  • . Al-Qaulul Mufid Syarh Kitab Tauhid, Ibnu Utsaimin
  • . Matan Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad Abdul Wahhab

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *