Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Pendidikan Islam / Faedah Dari Konsep Pendidikan Imam Ibnul Qayyim. Part 1
KLIK UNTUK BERINFAK

Faedah Dari Konsep Pendidikan Imam Ibnul Qayyim. Part 1

KEMBALI KEPADA FITROH DAN BAKAT ADALAH KONSEP PENDIDIKAN IMAM IBNUL QOYYIM

PARENTING NABAWI DALAM SURAT LUQMAN

Allah berfirman :

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (luqman:22)

Salah jurusan…

Menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, mengatakan bahwa, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan.

Sebagian orang ada yang bosan dan malas-malasan saat sekolah / kuliah, dan akhirnya ia gagal atau walupun ia bisa luluspun ia tidak menikmatinya.

Sebagian anak pun ada yang berada di pondok pesantren tapi malas-malasan, dan selalu bosan. Lalu keluar dari pondok, atau kalau lulus pun hatinya seperti terbebas dari penjara sehingga ilmu yang telah lama ia pelajari seperti tak bermanfaat bagi dirinya sendiri.

 ■ Sebuah instansi pendidikan pasti telah mempersiapkan sebuah cara untuk mencapai target baik mematangkan kurikulum, sistem pemaparan, dll.

Ini adalah perkara yang sangat baik, akan tetapi banyak dari kita terluputkan satu masalah yang paling urgent dalam dunia pendidikan yaitu *kita tidak pernah melihat ke mana jalan dan potensi anak didik kita*

Sebagai contoh :

kita tidak pernah bertanya pada anak kita : “nak.. Sudahkah km menemukan misi hidup mu ,yang akan mengantarkan mu pada *peran* peradaban yang rahmatan lil alamin (memberi manfaat dan Kasih sayang kepada orang lain dan lingkungan) ??”

Dan tanpa bertanya apapun ,tanpa bermusyawarah, kebanyakan orangtua langsung memutuskan anaknya mengambil jurusan yg tidak sesuai panggilan hidupnya.

Tidak peduli apakah bakat anak kita itu pada hafalan, atau pada ketrampilan yang lain, atau ilmu-ilmu yang lainnya, kita sering tutup mata dari bidang kelebihan yang dimiliki oleh anak kita. Ketika anak tidak berhasil karena salah jurusan, maka kita menyalahkan anak kita dengan julukan ‘malas’, ‘bodoh’, ‘lambat’, dan segudang julukan negatif.

 ■ Setiap anak itu hebat, setiap anak itu pintar..

Jika orang-orang menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon,seumur hidup ikan itu pasti akan dianggap bodoh,

Jika orang-orang menilai monyet pada kemampuan renangnya,  seumur hidup monyet itu akan dianggap bodoh.

Lihatlah ikan dalam kelebihan dia di dalam air,  dan lihatlah monyet dalam kelebihan dia di atas pohon ,

Banyaklah bersyukur kepada Allah akan karunia dan kelebihan anak-anak kita, Semua anak adalah hebat pada bakat dan potensi masing-masing.

 jika kita melihat ayat dalam surat Luqman tadi, kita mendapatkan bahwa untuk mendapatkan Urwatul Wutsqo (buhul tali yang kokoh) harus dengan 2 perkara Yuslim Wajhahu (menghadapkan wajah) dan Muhsin (baik).

Ini menggambarkan bahwa tujuan bisa diraih dengan 2 macam:

  1. Jalan menuju tujuan. Yaitu fitroh dan bakat yang telah Allah instal dalam diri anak sejak dilahirkan.
  2. Cara menuju tujuan. Metode dan kurikulum yang digodok untuk menuju kpd tujuan.

🔹Allah juga berfirman:

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (al-Isro’:84)

➡️Ibnu Abbas menafsirkan ( شاكلته ) dengan

( على ناحيته )

“Sesuai dengan bakatnya”

➡️Imam Mujahid berkata:

( على طبيعته على حِدَته )

“Sesuai dengan tabiat dan karakter bawaan”

🌴 Coba kita perhatikan konsep pendidikan menarik yang dikemukakan oleh Imam Ibnul Qoyyim.

Beliau berkata:

ومما ينبغي أن يعتمد حال الصبي وما هو مستعد له من الأعمال ومهيأ له منها فيعلم أنه مخلوق له فلا يحمله على غيره ما كان مأذونا فيه شرعا فإنه إن حمله على غير ما هو مستعد له لم يفلح فيه وفاته ما هو مهيأ له

“Dan yang paling layak untuk diperhatikan adalah kondisi anak dan kemampuan dan potensi apa yang dimiliki anak dalam menjalankan sebuah aktifitas. Sehingga pendidik bisa mengetahui bahwa anak kita memang diciptakan untuk peran tersebut. Maka jangan memalingkan dan memaksakan anak yang bukan dalam bidangnya selama bidang tsb tidak melanggar syariat. Karena jika anak terus kita paksa dengan peran yang memang anak kita tidak diciptakan disitu, maka pasti anak kita akan gagal (tidak akan sukses) bahkan akan terluputkan peran yang telah disiapkan dalam dirinya.”

➡️

فإذا رآه حسن الفهم صحيح الإدراك جيد الحفظ واعيا فهذه من علامات قبوله وتهيئه للعلم لينقشه في لوح قلبه ما دام خاليا فإنه يتمكن فيه ويستقر ويزكو معه

Jika pendidik melihat bahwa anak didiknya bagus sekali pemahamanya, kuat intelektualnya, mumpuni hafalannya. Maka ini sebagai tanda bahwa anak tersebut siap dan berbakat dalam ilmu. Maka ukirlah ilmu (ajarkan ilmu) dihatinya, niscaya anak itu akan akan kokoh ilmunya, menetap, bersih di dalam hatinya.

➡️

وإن رآه بخلاف ذلك من كل وجه وهو مستعد للفروسية وأسبابها من الركوب والرمي واللعب بالرمح وأنه لا نفاذ له في العلم ولم يخلق له مكنه من أسباب الفروسية والتمرن عليها فإنه أنفع له وللمسلمين

Jika pendidik melihat anak didiknya tidak seperti itu (bakat ilmu). Tapi kita lihat dia berbakat dalam medan peperangan dan semua sarananya seperti berkuda, mememanah, menggunakan senjata maka anak ini tidak akan berhasil jika dipaksa untuk ilmu dan anak tsb tidak diciptakan untuk ilmu. Maka kokohkan bakat dia dalam medan pertempuran, dan berikan ruang bagi anak untuk melatih kempuaannya niscaya kemampuan tsb sangat bermanfaat baginya dan bagi kaum muslimin.

➡️

وإن رآه بخلاف ذلك وأنه لم يخلق لذلك ورأى عينه مفتوحة إلى صنعة من الصنائع مستعدا لها قابلا لها وهي صناعة مباحة نافعة للناس فليمكنه منها

Jika pendidik melihat anakdidiknya tidak seperti itu juga (bakat dalam medan peperangan). Tapi melihat bakatnya terbuka dalam perusahaan dan menciptakan sebuah produk. Anak tsb memiliki potensi kuat dalam membuat produk yang bermanfaat bagi kaum muslimin, maka kokohkan ia dan berikan ruang baginya sesuai dengan bidangnya.

➡️

هذا كله بعد تعليمه له ما يحتاج إليه في دينه فإن ذلك ميسر على كل أحد لتقوم حجة الله على العبد فإن له على عباد الحجة البالغة كما له عليهم النعمة السابغة والله أعلم

Akan tetapi pemetakan bakat seperti ini dilakukan sesudah diajarkan kpdnya apa yang ia butuhkan dalam urusan agama . Krn mempelajari masalah yang penting dalam agama adalah sesuai yang telah Allah mudahkan bagi semua orang supaya hujjah (bukti) Allah tegak bagi hamba Nya. Krn Tuhan kita mengkaruniakan hujjah yang kokoh bagi hambanya sebagaimana Allah mengkaruniakan nikmat yang banyak. (Lihat kitab Tuhfatul Maudud Fi Ahkamil Maulud fasal terakhir dari bab 16 “Pasal2 yang bermanfaat dalam mendidik anak”)

🌿🌿🌿🌿🌿

Banggalah terhadap anak-anak anda dengan cara menemukan kelebihan dan kekuatannya

Karena generasi emas tidak tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan yang subur yang mendukungnya,yang sengaja diciptakan untuknya”

🌿🌿🌿🌿🌿

Semoga Allah menjadikan pendidikan anak-anak kita sesuai dengan jalan yang Allah ciptakan dengan metode terbaik, dan semoga Allah menjaga anak-anak kita dari salah jurusan yang mengantarkan kepada kegagalan.

و الله اعلم،  و صلي الله علي نبينا محمد و اله و اصحابه..

Tentang Penulis Abul Abbas Thobroni

Ustadz Abul Abbas Thobroni -Hafidzahullah- Pendidikan Formal : SD, SMP, STM, Ma'had Ali al Irsyad jurusan bahasa arab, Ma'had Jamilurrahman jurusan tahfidz al Qur'an, Darul hadits ma'rib Republik yaman. Aktifatas dakwah : Mudir ma'had Nida'us Salam Pekalongan, Pengasuh pendidikan berbasis fitroh SABA (Sekolah Aqil BAligh)

Silahkan Pilih Yang Lain

Hikmah Dalam Pendidikan (Faedah Konsep Pendidikan Dari Syaikh Ibrohim Ruhaily -hafidzahullah-)

HIKMAH DALAM PENDIDIKAN ( FAEDAH KONSEP PENDIDIKAN DARI SYAIKH IBROHIM AR-RUHAILI ) 📝 Pada tanggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *