Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Keistimewaan Islam buat  Faqir Miskin
KLIK UNTUK BERINFAK

Keistimewaan Islam buat  Faqir Miskin

Keistimewaan Islam buat  Faqir Miskin

Kemiskinan dan kekayaan merupakan ujian dari Alloh Ta’ala buat hambaNya. Tidak semua orang yang diluaskan rizqinya merupakan pertanda ia dimuliakan dan tidak semua orang yang disempitkan rizqinya berarti ia dihinakan. Karena di dalam Islam kemuliaan hanya didapatkan dengan menta’ati Alloh, beriman dan mencintaiNya sehingga tidak ada perbedaan anatara si kaya dengan si miskin di sisi Alloh kecuali dengan ketaqwaan. Namun amat disayangkan jika kebanyakan orang menilai kemuliaan seseorang dengan materi saja sehingga tidak jarang mencemooh para fakir miskin. Padahal kalau ditilik secara seksama kaum fakir miskin memiliki keutamaan yang tidak dimiliki orang-orang berada, diantaranya:

1.Fakir miskin adalah penduduk surga yang terbesar. Dari ‘Imron bin Husain Radhiallahu ‘Anhu, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ

Saya melihat ke surga dan mayoritas penghuninya adalah orang-orang faqir (HR. al Bukhori 6547).

2. Mereka adalah orang-orang pertama yang masuk surga. Dari Abu Hurairoh Radhiallahu ‘Anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَهُوَ خَمْسُ مِائَةِ عَامٍ

Fuqoro kaum muslimin lebih dahulu masuk surga dari orang-orang kaya setengah hari yaitu 100 tahun (Shohih Sunan at Tirmidzi 2472).

3. Mereka adalah orang-orang yang pertama kali menuju al Haudh (Telaga Nabi di Mahsyar). Dari Tsauban Radhiallahu ‘Anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَوَّلُ النَّاسِ وُرُودًا عَلَيْهِ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ الشُّعْثُ رُءُوسًا الدُّنْسُ ثِيَابًا الَّذِينَ لَا يَنْكِحُونَ الْمُتَنَعِّمَاتِ وَلَا تُفْتَحُ لَهُمُ السُّدَدُ

Orang-orang  yang pertama kali mendatangi (telaga) adalah Fuqoro’ Muhajirin yang rambutnya acak-acakan, yang lusuh pakaiannya, Jika melamar wanita-wanita kaya ia akan ditolak dan jika meminta izin untuk masuk maka ia tidak akan diberikan (HR at Thobroni 2/99,100, as Shohihah 1082).

4. Mereka adalah orang-orang yang pertama kali melewati as Shiroth (jembatan di atas neraka jahanam).

Dari Tsauban Radhiallahu ‘Anhu bahwa seorang laki-laki Yahudi pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Dimanakah manusia tatkala hari digantikannya bumi dengan bumi dan langit yang baru (QS. Ibrohim : 48).? Beliau menjawab :”Mereka dalam kegelapan sebelum jembatan”. Ia bertanya lagi: “Siapakah orang-orang yang pertama kali melewati jembatan?”. Beliau menjawab : “Fuqoro’ al Muhajirin”…(HR. Muslim 135).

5. Kebanyakan dari pengikut Rasul adalah fakir miskin. Alloh ta’ala berfirman:

قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الأرْذَلُونَ

Mereka berkata: “Apakah Kami akan beriman kepadamu, Padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” (QS. As Syu’araa’:111).

Hiraklius berkata kepada Abu Sufyan tatkala bertanya tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Saya menanyakan kepadamu apakah yang mengikutinya para pembesar atau orang-orang lemah, engkau menjawab bahwa yang mengikutinya adala orang-orang lemah dan memang merekalah pengikut para Rasul” (HR. al Bukhori 7).

6. Jika mereka bersumpah dengan nama Alloh maka akan dikabulkan. Dari Haritsah bin Wahb al Khuza’I Radhiallahu ‘Anhu, ia mendengar Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَلا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

Maukah saya beritahukan kalian tentang penduduk surga yaitu semua orang yang lemah lagi diremehkan (karena keadaannya di dunia) jika mereka bersumpah dengan nama Alloh maka akan dikabulkan (HR. al Bukhori 4918).

7. Rasululoh tidak khawatir kaum muslimin mengalami kefaqiran justru beliau khawatir terhadap orang-orang kaya. Dari Abu Ubaidah Radhiallahu ‘Anhu, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا أَلْهَتْهُمْ

Demi Alloh, tidaklah kefaqiran itu aku takutkan bagi kalian, tetapi aku khawatir dunia ini dilapangkn bagi kalian sebagaimana telah dilapangkan bagi orang-orang sebelum kalian lalu kalian akan berlomba-berlomba mengejarnya sebagaimana mereka dan melalaian kalian sebagaimana telah melalaikan mereka (HR. al Bukhori 6425).

8. Sesungguhnya pertolongan dan rizqi dari Alloh disebabkan orang-orang lemah dengan do’a, sholat dan keihkhlasan mereka. Dari Sa’d Radhiallahu ‘Anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ

Hanya saja Alloh menolong ummat ini karena orang-orang lemah mereka dengan do’a, sholat dan keihkhlasan mereka (HR. an Nasa’I 2/65, As Shohihah 779).

9. Mencintai kaum miskin memiliki beberapa faedah yaitu dapat mendorong keikhlasan, menghilangkan kesombongan, dan membuat hati menjadi lembut. Seseorang pernah mengadukan tentang keras hatinya kepada Rasululloh r maka beliau berkata:

إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِيْنَ قَلْبِكَ ، فَأَطْعِمِ الْمِسْكِيْنَ وَ امْسَحِ رَأْسَ الِيَتِيْمِ

Jika kamu ingin lembut hatimu mka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim (HR. ahmad 2/263, As Shohihah 854).

10. Meninggalkan untuk memberi makan kaum miskin merupakan salah satu sifat dari penduduk neraka. Alloh ta’ala berfirman:

وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin (QS. Al Haqqah: 34).

11. Disegerakannya siksaan bagi orang yang menghalangi untuk memberi makan kaum miskin sebagaimana dikisahkan dalam surat Nun ayat 17-27 tentang pemilik kebun yang berniat untuk tidak memberikan sebagian panennya kepada orang-orang miskin kemudian Alloh membuat tanamannya menjadi hancur di malam hari.

12. Diantara sebab ampunan adalah memberi makan pada hari kelaparan. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Alloh berfirman tentang orang-orang yang seperti ini : 

Mereka adalah golongan kanan (QS. Al Balad 18).

13. Islam menyebutkan kaum miskin sebagai salah satu pilihan dalam kaffarah puasa (QS. Al Baqoroh: 184), Dzihar (QS. Al Mujadilah: 4), Sumpah (QS. Al Maaidah: 89).

14. Kaum miskin yang menghadiri pembagian warisan berhak mendapat bagiannya (QS. An Nisaa’: 8).

15. Dalam hal pemberian nafkah kaum miskin diutamakan setelah kedua orangtua dan kerabat dekat (QS. Al Baqoroh: 215).

16. Kaum miskin merupakan salah satu yang berhak menerima harta ghanimah (QS. al Anfaal: 41), zakat (QS. at Taubah: 60),dan Fa’I (QS. al Hasyr: 7).

17. Nabi berdo’a agar dihidupkan dalam keadaan tawadhu’ seperti kebanyakan orang miskin. Beliau berdo’a:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مِسْكِينًا وَأَمِتْنِى مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِى فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ

      Ya Alloh, hidupkan saya dalam keadaan miskin, matikan saya dalam keadaan miskin dan bangkitkan saya bersama kelompok orang-orang miskin (HR. at Tirmidzi 2353 dan dihasan lighairikan-kan oleh Syaikh Albani dalam Irwaul Ghalil 3/358-363).

Berkata al Baihaqi : “Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  (dalam hadits ini) tidaklah meminta kemiskinan yang bermakna miskin papa namun yang dimaksud adalah dalam keadaan  merendahkan diri dan tawadhu” (Silsilah As Shohihah 1/555 hadits no. 308). Walhamdulillah.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *