Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Akhlaq / Keajaiban Silaturrahim
KLIK UNTUK BERINFAK

Keajaiban Silaturrahim

Keajaiban Silaturrahim

Seiring dengan kemajuan zaman dan ketatnya persaingan hidup, manusia sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga sedikit sekali yang bisa menyisihkan waktunya untuk bersilaturrahim dengan keluarganya. Ironisnya, banyak diantara kaum muslimin tidak mengetahui rentetan nasabnya terutama keluarga dekatnya. Bahkan siapa saudara bapak atau ibunya-pun terkadang mereka tidak mengetahuinya. Tidak sedikit juga yang karena sebab adanya perselisihan antara orang tua dengan saudara-saudaranya menyebabkan sang anak dimarahi apabila bertandang ke rumah paman atau bibinya. Apakah gejala ini karena sudah menipisnya tali silaturrahim atau dampak dari pola hidup egoistis atau memang orang tua yang tidak pernah memberitahukan dan mengajak anaknya untuk silaturrahim…?! Di sisi lain para orang tua hanya menjadikan momen lebaran sebagai tempat silaturrahim padahal di waktu-waktu yang lain juga sebenarnya bisa diisi dengan kegiatan ini. Apalagi silaturrahim ini memiliki keutamaan yang sangat besar di dalam Islam, maka hendaknya seorang muslim berusaha untuk membiasakannya

Pengertian Silaturrahim

Silaturrahim adalah berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan keadaan baik dalam bentuk dengan harta, bantuan, mengunjungi dan bisa dengan salam (Faidhul Qodiir Al Munawi 4/258, Syarh Shohih Muslim An Nawawi 2/201). Sedang yang dimaksud dengan kerabat adalah yang mempunyai hubungan nasab (keturunan) baik yang mewarisi maupun tidak dan baik itu termasuk mahrom atau bukan (Al Fath, Ibnu Hajar 10/414).

Keutamaan Silaturrahim

  1. Merupakan bentuk ketaqwaan kepada Alloh Ta’ala. Alloh Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain  dan (peliharalah) hubungan silaturrahim (QS. Annisaa’ : 1).

  1. Amalan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga.

Abu Ayyub Al Anshori Radhiallahu ‘Anhu menceritakan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi r tentang amalan yang dapat memasukkannya ke surga, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

تَعْبُدُ اللَّهَ ، وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Beribadahlah kepada Alloh jangan menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, dirikan sholat, tunaikan zakat dan sambunglah silaturrahim (HR. Al Bukhori 1332, Muslim 13).

  1. Silaturrahim dapat meluaskan rizqi dan mengakhirkan ajal Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang senang dilapangkan rizqinya dan diakhirkan sisa umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturrahim (HR. Al Bukhori 1961, Muslim 2557).

Tidak ada pertentangan antara hadits di atas dengan firman Alloh Ta’ala:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (ajal) Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya (QS. Al A’raaf: 34).

Hadits di atas merupakan kiasan dari berkahnya umur karena terus diisi dengan keta’atan dan dijaga dari menyia-nyiakannya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang berubah adalah taqdir yang ada dalam catatan malaikat sedangkan yang ada di lauh Mahfudz dalam ilmu Alloh tidak bisa berubah dan diganti.

  1. Silaturrahim dapat melanggengkan kecintaan dalam keluarga. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى الأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِى الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِى الأَثَرِ

Pelajarilah nasab kalian yang dengannya kalian bersilaturrahim karena silaturrahim membuat kecintaan dalam keluarga, menambah harta dan memanjangkan umur (HR. At Tirmidzi no.1979 dan dishohihkan oleh Syaikh Albani).

  1. Orang yang menyambung silaturrahmi akan terus mendapat rahmat dari Alloh. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ ،فَقَالَ اللهُ: مَنْ وَصَلَكَ وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَكَ قَطَعْتُهُ

Sesungguhnya Rahim itu diambil dari kata Rahman (Maha Pengasih) kemudian Alloh berkata: Barangsiapa yang menyambungmu (silaturrahim) maka Aku akan menyambung (RahmatKu) dan barangsiapa yang memutuskanmu maka Aku akan memutuskan (rahmatKu kepadanya) (HR. Al Bukhori 5642).

  1. Orang yang suka silaturrahim akan selalu ditolong Alloh Ta’ala sekalipun ia dibalas denga kejelekan. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwasanya seorang laki-laki berkata: ‘Wahai Rasululloh, Aku mempunyai kerabat aku menyambung silaturrahim tapi mereka memutuskannya, aku berbuat baik namun mereka membalas dengan kejelekan, aku lemah lembut tapi mereka jahil kepadaku. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:

لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

Jika benar keadaanmu itu seolah-olah mereka memberikanmu makan pasir panas. Senantiasa engkau akan dibela oleh Alloh selama kamu seperti itu (HR. Muslim 2558). Dalam hadits lain Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Bukanlah orang yang menyambung silaturrahim itu (jika ia diputuskan) ia membalas namun orang yang menyambung silaturrahim itu adalah orang yang jika diputuskan ia kemudian menyambungnya (HR. Al Bukhori 5645).

Wallohul muwaffiq.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *