Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / Kapan Seorang Disyariatkan Untuk Beri’tikaf ?
KLIK UNTUK BERINFAK

Kapan Seorang Disyariatkan Untuk Beri’tikaf ?

Kapan Seorang Yang Ingin Beri’tikaf Disyariatkan Untuk Beri’tikaf ?

Seorang yang beri’tikaf disyariatkan beri’tikaf setelah sholat shubuh , sebagaimana telah lalu dalam hadits Ummul Mukminin Aisyah – radhiallahu anha – , Dia berkata :

كان رسول الله – صلى الله عليه و سلم – يعتكف في كل رمضان فإذا صلى الغداة دخل مكانه الذي اعتكف فيه

Artinya : : “Adalah Rasulullah – shallallahu alaihi wa sallam – i’tikaf pada tiap ramadhan, apabila beliau selesai dari sholat shubuh, beliau masuk ke tempat i’tikaf beliau.

Dan rasulullah dibuatkan sebuah kemah yang kecil untuk I’tikaf, semua ini dibolehkan dengan syarat tidak menyusahkan tempat yang dapat mempersempit orang-orang yang sholat , oleh karena itu , disunnahkan kemah tesebut berada di masjid bagian belakang atau tempat-tempat yang tidak mengganggu orang yang sholat , serta aman bagi masjid .

هذا والله أعلم بالصواب, وهو الهادي إلى سواء السبيل, والحمد لله رب العالمين

 

Sumber Bahan :

  • Kutaib Fiqhul I’tikaf –  Syaikh Amr Abdul Mun’im Salim

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *