Rabu , Oktober 28 2020
Breaking News
Home / Faedah Ilmu / Kaidah Menuntut Ilmu / Kaidah-kaidah dalam menuntut ilmu bag.5
KLIK UNTUK BERINFAK

Kaidah-kaidah dalam menuntut ilmu bag.5

Metode Menuntut Ilmu

Telah diketahui oleh setiap orang yang pandai bahwa sesuatu yang dimulai pertama kali oleh orang yang berharap agar dirinya bermanfaat adalah :

  • Menghafal Al Quran

Setiap penuntut ilmu, dengan kadar yang diberikan oleh Allah kepadanya berupa kekuatan hafalan, sungguh dia dapat menghafal satu halaman atau lebih, dan terkadang lebih sedikit dari itu. Maka sesuatu terpenting adalah jangan sampai satu hari berlalu, hingga dia telah selesai menghafal hafalan yang dia tetapkan di hadapan orang yang mutqin dalam hafalannya, dan sangat bersemangat untuk disimak hafalannya, kemudian mengulang hafalannya.

Maka apabila Allah menganugerahinya untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Quran, (maka) dia harus mempunyai bacaan wirid harian(dari hafalannya), yang dia harus mengulangnya kecuali apabila ada halangan yang sangat darurat, paling sedikit dia dapat mengulang 1(satu) juz per harinya, apabila lebih, maka hal itu lebih dapat memantapkan hafalannya. Mengulang hafalan dilakukan di hadapan orang yang lebih kuat hafalannya dan lebih rajin mengulang hafalan, sehingga dia dapat lebih kuat hafalannya dan lebih rajin, apabila dia tidak mendapatkan orang seperti ini, maka hendaknya bersama orang yang sebanding kemampuannya dengannya, dan hati-hatilah dengan orang pemalas.

  • Belajar

Jika dia ingin meneruskan belajar, sebaiknya pada awal belajar seorang penuntut ilmu mengambil beberapa palajaran pembuka, yang demikian itu agar dia dapat menetapkan faidah yang didapat dari pelajaran umum yang disampaikan oleh para syaikh, dan dari diskusi bersama teman-temannya. Maka hendaknya dia mengambil pelajaran :

  1. Dalam Tajwid – ini penting sekali – hingga dia dapat meletakkan tilawah Al Quran dengan benar, yaitu dengan mempelajari Tuhfatul Athfal atau yang semisal dengannya.
  2. Dalam Aqidah : Al Ushul Ats Tsalatsah karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab, dan Al Mabadi’ Al Mufidah karya Syaikh kami, Yahya – hafidzohullah -. Apabila semua ini telah selesai, pelajarilah :
  3. Dalam Fiqh : Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Albani – hafidzohullah -.
  4. Dalam ilmu Bahasa : Matan Al Ajrumiyyah dan kitab-kitab syarahnya yang menurutnya mudah, disamping itu dia harus memahami matannya.
  5. Dalam Mustholah : Mustholah hadits termasuk ilmu penting yang seorang pelajar harus memantapkannya dan memahaminya. Maka dia memulai dengan kitab pendahuluan, yaitu kitab saya : Al Madkhol ilaa ‘Ilmil Mustholah. Apabila menurutnya susah, maka pelajari Al Baiquniyah dan syarahnya yang ringkas.
  6. Dalam ilmu Ushul(Ushul Fiqh). Ini adalah ilmu yang agung faidahnya, seorang pelajar dapat memulai pelajaran ini dengan kitab Matan Al Waroqot dengan syarahnya oleh Syaikh Al Fauzan, atau kitab syarah Al Mahalli. Apabila menurutnya sulit, maka mengambil kitab : Risalah fii Ushulilfiqh, karya Imam As Sa’di – rahimahullah -.

Dan setelah selesai menyelesaikan semua pelajaran ini, maka dia akan menjadi sebuah kaidah berharga untuk memahami berbagai pelajaran dan diskusi dari para syaikhnya dan temannya, dan ketika semakin bertambah besar faidahnya, dengan izin Allah ta’ala.

Setelah itu, sambil dia meneruskan hafalan Al Quran dan memantapkannya ketika menghafal dan mengulangnya, maka dia mengambil pelajaran satu per satu dari bidang ilmu, maka dia mengambil bidang ilmu :

  • Aqidah

Dia memulai dengan tauhid uluhiyah, rububiyah, dan beberapa pelajaran berikut – yaitu setelah menyelesaikan 2(dua) pelajaran lalu – :

  1. Al Qoul Al Mufid, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi – hafidzohullah -.
  2. Tathirul I’tiqod, karya Muhammad bin Ismail Ash Shon’ani  – rahimahullah -.
  3. Al Qowa’id Al Arba’, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -.
  4. Nawaqidhul Islam, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -.
  5. Al Wajibat Al Mutahattamat, berupa perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -.
  6. Kasyful Syubuhat, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -.
  7. Kitabut Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -.
  8. Fathul Majid, karya cucu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -, yaitu Abdurrahman bin Hasan – rahimahullah -.
  9. Taisirul ‘Azizil Hamid, karya cucu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi – rahimahullah -, yaitu Sulaiman bin Abdullah – rahimahullah -, apabila mudah baginya.

“Dalam bidang ini menghafal : matan Kitabut Tauhid dengan hafalan yang kuat, kemudian apabila mudah baginya, menghafal matan Al Ushul Ats Tsalatsah”.

Adapun dalam tauhid asma’ wa sifat, pembahasan iman, dan selainnya, mempelajari :

  1. Lum’atul I’tiqod, dan syarahnya karya Syaikh Utsaimin – rahimahullah -.
  2. Al Qowa’id Al Mutsla, karya Syaikh Utsaimin – rahimahullah -.
  3. Al Washitiyyah, dan syarahnya karya Al Harros – rahimahullah -.
  4. Matan Ath Thohawiyah, karya Ath Thohawi – rahimahullah -.
  5. Syarah Ath Thohawiyah, karya Ibnu Abil ‘Izz – rahimahullah -.
  6. Taqrib At Tadmuriyah, karya Syaikh Utsaimin – rahimahullah -.
  7. Al Hamawiyah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – rahimahullah -.
  8. Ushulus Sunnah, karya Al Barbahari – rahimahullah -.

“Dalam bidang ini menghafal : matan Al Aqidah Ath Thohawiyah dengan hafalan yang kuat”.

  • Ilmu Bahasa Arab

Setelah mempelajari matan Al Ajrumiyyah, mempelajari :

  1. At Tuhfah As Saniyyah, At Tuhfah Al Wushobiyyah, atau Al Mumti’, kemudian Mutammimah Al Ajrumiyyah, karya Al Hattob Muhammad bin Muhammad Ar Ro’ini – rahimahullah -.
  2. Mulhatul I’rob dan syarahnya karya Al Hariri – rahimahullah -.
  3. Al Qotr dan syarahnya karya Ibnu Hisyam – rahimahullah -.
  4. Mushilut Thullab, karya Kholid Al Azhari – rahimahullah -.
  5. Syarhul Alfiyyah, karya Ibnu Aqil – rahimahullah -.
  6. Al Mughni, karya Ibnu Hisyam – rahimahullah -, apabila memungkinkan.

“Dalam bidang ini menghafal : Apabila anda memilki hafalan yang kuat, maka hafalkan Alfiyyah Ibnu Malik, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak. Dan bila anda tidak mampu menghafalnya, maka hafalkan Al Mulhah dengan memahami kaidah-kaidah dalam bidang ini”.

  • Ilmu Imla’

Mempelajari :

  1. Tuhfatul Marokizil ‘Ilmiyyah, karya Abdul Qowi Al ‘Udaini.
  2. Al Mufrod Al Ilmu, karya Ahmad Al Hasyimi, atau ringkasannya, karya saya sendiri.
  • Ash Shorf

Bidang shorf termasuk ilmu alat yang penting. Maka yang perlu dipelajari :

  1. Al Madkhol ilaa ‘Ilmil Ushul, karya Fath Al Qudsi, apabila ada, kalau tidak ada maka :
  2. ‘Unwanush Shorf, karya Muhammad Al Azhari.
  3. Ath Tathbiq Ash Shorfi, karya Abduh Ar Rojihi.
  4. Syadzzul ‘Urfi, karya Al Hamlawi.
  5. Materi shorf dari Alfiyyah Ibnu Malik.
  6. Lamiyatul Af’al, syarahnya Badruddin.
  7. Lamiyatul Af’al, syarahnya Bahruq.
  8. Ath Thuroh ‘Alaa Al Lamiyah, karya Al hasan bin Az Zain Asy Syinqithi. 

“Dalam bidang ini menghafal : matan Ath Thuroh.

Sumber Artikel : Kaidah dalam menuntut ilmu (Karya : Syaikh Abul Hasan Arrozihi Yaman)

Alih Bahasa : Ustadzah Ummu Hisyam Yanuarizki W.A

dikoreksi oleh : Ustadz Bahrul Ulum Ahmad

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *