Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Jika Sedekah Tidak Sampai Kepada Orang Yang Kita Inginkan ( Riyadus shalihin, Bab Ikhlas, Hadits ke-5)
KLIK UNTUK BERINFAK

Jika Sedekah Tidak Sampai Kepada Orang Yang Kita Inginkan ( Riyadus shalihin, Bab Ikhlas, Hadits ke-5)

Jika Sedekah Tidak Sampai Kepada Orang Yang Kita Inginkan

( Riyadussholihin, Bab Ikhlas, Hadits ke-5)

(( عن أبي يَزيدَ مَعْنِ بنِ يَزيدَ بنِ الأخنسِ – رضي الله عنهم – ، وهو وأبوه وَجَدُّه صحابيُّون ، قَالَ :  كَانَ أبي يَزيدُ أخْرَجَ دَنَانِيرَ يَتَصَدَّقُ بِهَا ، فَوَضعَهَا عِنْدَ رَجُلٍ في الْمَسْجِدِ ، فَجِئْتُ فأَخذْتُها فَأَتَيْتُهُ بِهَا . فقالَ : واللهِ ، مَا إيَّاكَ أرَدْتُ ، فَخَاصَمْتُهُ إِلى رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فقَالَ : لكَ مَا نَوَيْتَ يَا يزيدُ ، ولَكَ ما أخَذْتَ يَا مَعْنُ )) رواهُ البخاريُّ

Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al-Akhnas radhiallahu ‘anhum, -karena dia, bapak dan kakek nya adalah sahabat-, beliau berkata : “Bapakku Yazid pernah mengeluarkan beberapa keeping uang dinar untuk dia sedekahkan. Lalu dia menitipkannya kepada seseorang di masjid. Kemudian aku mengambilnya, lalu aku dating kepada bapakku dengan membawanya. Maka bapakku berkata, ‘Demi Allah, bukan kamu yang aku inginkan. Maka aku memperkarakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda, ‘Bagimu apa yang telah engkau niatkan, wahai yazid, dan bagimu apa yang telah engkau ambil, wahai Ma’an.” (HR. Imam Bukhary).

Penjelasan dan Fikih Hadits :

  1. Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang mengeluarkan sedekah dengan niat mengharap pahala dari Allah, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah walaupun sedekah tersebut tidak sampai kepada yang berhak menerimanya.
  2. Seseorang yang mengeluarkan zakat kepada orang kaya karena menyangka orang tersebut fakir miskin, maka zakatnya sah menurut pendapat yang kuat.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Bertakwalah pada Allah semampu kalian.” (QS. At Taghabun: 16).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

قَالَ رَجُلٌ: لأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَةٍ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، لأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَةٍ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ، لأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، اللَّهمَّ لَكَ الحَمْدُ عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ، فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِِهِ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا، وَأَمَّا الغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَعْتَبِرَ، فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللهُ

“Ada seorang laki-laki berkata: Aku pasti akan mengeluarkan sedekah. Lalu dia keluar dengan membawa sedekahnya dan ternyata jatuh ke tangan seorang pencuri. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia telah memberikan sedekahnya kepada seorang pencuri. Mendengar hal itu orang itu berkata,: “Ya Allah segala puji bagi-Mu, aku pasti akan bersedekah lagi”. Kemudian dia keluar lagi dengan membawa sedekahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang pezina. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia tadi malam memberikan sedekah nya kepada seorang pezina. Maka orang itu berkata, lagi: Ya Allah segala puji bagi-Mu, ternyata sedekah ku jatuh kepada seorang pezina, aku pasti akan bersedekah lagi. Kemudian dia keluar lagi dengan membawa sedekah nya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang yang kaya. Keesokan paginya orang-orang kembali ramai membicarakan bahwa dia memberikan sedekah nya kepada seorang yang kaya. Maka orang itu berkata: Ya Allah segala puji bagi-Mu, (ternyata sedekah ku jatuh) kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya. Setelah itu orang tadi bermimpi dan dikatakan padanya: “Adapun sedekah kamu kepada pencuri, mudah-mudahan dapat mencegah si pencuri dari perbuatannya; sedangkan sedekah kamu kepada pezina, mudah-mudahan dapat mencegahnya berbuat zina kembali; dan sedekah kamu kepada orang yang kaya mudah-mudahan dapat memberikan pelajaran baginya agar menginfaqkan harta yang diberikan Allah kepadanya”. (Muttafaq ‘Alaih)

Imam Ibnu Rajab dan yang lainnya berkata : “Dengan demikian jika seseorang memberikan sedekah nya kepada seseorang yang dia anggap fakir, akan tetapi sebenarnya dia orang kaya, menurut pendapat yang shohih sedekah nya sah, karena sesungguhnya ia memberikannya kepada orang yang ia yakini fakir”

  1. Bolehnya mewakilkan seseorang dalam pembagian sedekah. Sebagai bentuk merahasiakan amalan. Hal ini dibolehkan berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ ‘Ulama. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

“Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”  Q.S. Al-A’raf ayat 142

  1. Hadits ini menunjukkan bolehnya berbangga dan menceritakan karunia dan nikmat yang Allah karuniakan kepada kita.
  2. Diperbolehkannya mengadukan suatu perkara antara ayah dan anak kepada hakim. Dan hal itu tidak termasuk kedurhakaan.
  3. Diperbolehkan bagi seseorang bershadaqah kepada anak,istri atau istri kepada suaminya.

Zainab Ats-Tsaqafiyyah, istri Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا نَبِيَّ اللهِ،‏‎ ‎إِنَّكَ أَمَرْتَ الْيَوْمَ‏‎ ‎بِالصَّدَقَةِ، وَكَانَ عِنْدِي‎ ‎حُلِّيٌ لِي، فَأَرَدْتُ أَنْ‏‎ ‎أَتَصَدَّقَ بِهَا، فَزَعَمَ ابْنُ‏‎ ‎مَسْعُوْدٍ أَنَّهُ وَوَلَدَهُ‏‎ ‎أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ‏‎ ‎عَلَيْهِمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ n: ‎صَدَقَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ، زَوْجُكِ‏‎ ‎وَوَلَدُكِ أَحَقُّ مَنْ‏‎ ‎تَصَدَّقْتِ بِهِ عَلَيهِمْ

“Wahai Nabiyullah! Engkau hari ini memerintahkan kami bersedekah. Aku memiliki perhiasan, aku ingin menyedekahkannya. Namun Ibnu Mas’ud menganggap bahwa dirinya dan anaknya adalah orang yang paling pantas memperoleh sedekahku itu.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Benar kata Ibnu Mas’ud, suami dan anakmu adalah orang yang paling pantas mendapatkan sedekahmu tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 1462)

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَلِيَ أَجْرٌ أَنْ أُنْفِقَ عَلَى‎ ‎بَنِي أَبِي سَلَمَةَ، إِنَّمَا‎ ‎هُمْ بَنِيَّ. فَقاَلَ: أَنْفِقِي‎ ‎عَلَيْهِمْ، فَلَكِ أَجْرُ مَا‎ ‎أَنْفَقْتِ عَلَيْهِمْ

“Apakah aku mendapatkan pahala bila aku memberikan infak kepada anak-anak Abu Salamah? Mereka itu anak-anakku sendiri.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berilah infak kepada mereka, engkau akan mendapatkan pahala karena memberikan infak kepada mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 1467 dan Muslim no. 2317)

  1. Bolehnya bersumpah walaupun tidak diminta bersumpah.
  2. Hadits diatas menunjukkan keutamaan bershadaqah
  3. Diperbolehkannya mengeluarkan shadaqah didalam masjid.

 

Ponpes tahfidz putrid Al-Mahmud Aik Ampat, Senin 11 maret 2019 M.

Bahrul Ulum Ahmad

Referensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Ibnu Utsaimin
  2. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  3. Bahjatun Nazhirin Syaikh Salim Al-Hilaly

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Larangan Menghadap Dan Membelakangi Kiblat Ketika Buang Air Besar

Larangan Menghadap Dan Membelakangi Kiblat Ketika Buang Air Besar ( Umdatul Ahkam Hadits ke-12&13 ) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *