Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Indahnya Ganjaran Islam Terhadap Wanita
KLIK UNTUK BERINFAK

Indahnya Ganjaran Islam Terhadap Wanita

INDAHNYA  GANJARAN ISLAM TERHADAP WANITA

Islam mendudukkan wanita dalam posisi yang mulia setelah sebelumnya tidak dihargai di masa jahiliyyah. Mereka dibunuh hidup-hidup, tidak mendapatkan warisan, bolehnya mengumpulkan mereka dengan saudara atau ibu mereka dalam satu ikatan pernikahan, tidak boleh bersama jika sedang mengalami haid dan harga dirinya dilecehkan. Tatkala Islam datang berhembuslah angin kebebasan yang membahagiakan bagi kodrat perempuan sehingga terangkatlah martabatnya menuju derajat yang mulia. Diantara kemuliaan wanita yang diberikan oleh Islam:

1.Islam memberikan hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan dalam masalah ibadah.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ الْبَلَلَ وَلاَ يَذْكُرُ احْتِلاَماً قَالَ « يَغْتَسِلُ ». وَعَنِ الرَّجُلِ يَرَى أَنَّهُ قَدِ احْتَلَمَ وَلاَ يَرَى بَلَلاً قَالَ « لاَ غُسْلَ عَلَيْهِ ». فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ تَرَى ذَلِكَ شَىْءٌ قَالَ نَعَمْ « إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ »

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha ia berkata:’Rasululloh r ditanya tentang seorang laki-laki yang menjumpai basah (air mani) tetapi ia tidak ingat (apakah) bermimpi . Beliau mengatakan: “Ia mandi”. Dan beliau ditanyakan tenang seorang laki-laki yang bermimpi namun tidak menjumpai basah. Nabi mengatakan: “Tidak ada mandi baginya”. Berkata Ummu Sulaim : “Apakah wanita wajib mandi jika melihat yang demikian itu ?”. Nabi menjawab: “Ya”, Wanita itu adalah saudara kandung laki-laki” (HR. Ahmad 6/256, Abu Dawud 236, At Tirmidzi 113, dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah As Shohihah 2863).

Walaupun terdapat persamaan hak dan kewajiban dalam beribadah namun Islam juga memberikan keringanan kepada wanita sesuai dengan kodratnya yaitu menggugurkan kewajiban sholat tatkala datang “tamu bulanan” dan memerintahkan untuk mengganti puasa di hari yang lain.

Berkata Abu Abdillah Al Bukhori menjelaskan hikmah dari syariat tersebut : “Alloh Ta’ala mengetahui kelemahan wanita karena Dialah yang menciptakannya maka Alloh senang untuk memberikan keringanan dari beberapa ibadah untuk menyenangkan dan meringankan mereka karena keadaan mereka di waktu haid adalah keadaan yang sangat pantas untuk mendapatkan keringanan karena sedang berkutat dengan sesuatu yang sangat kotor yang Alloh namakan penyakit yaitu darah haid…maka Alloh menggugurkan atas mereka semua ibadah yang dikhususkan dengan berthaharoh (bersuci) seperti sholat, membaca Al Qur’an, menyentuh mushhaf, masuk masjid untuk thawaf di ka’bah dan menjadikan thaharah sebagai syarat untuk menunaikan puasa. Jika puasa tidak dikhususkan dengan thoharah dari semua hadats untuk menunjukkan tidak baiknya kedaan haid ini dan  mulianya ibadah puasa ini, maka Alloh meringankan dan melarang beberapa ibadah agar mereka berhenti (tidak melakukannya) berdasarkan larangan Alloh ta’ala. Maka mereka mendapatkan pahala dengan tidak mengerjakan ibadah itu sebagaimana mereka mendapatkan pahala tatkala mengerjakannya di waktu suci” (Mahasinul Islam hal. 35).

2. Alloh Ta’ala memberikan kedudukan kepada wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya tatkala suaminya tidak ada. Nabi r bersabda:

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

perempuan adalah penggembala (pemimpin) dalam rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya (HR. Bukhori  893).

Karena ia adalah seorang yang diamanati mengurus rumah tangga maka Alloh Ta’ala menyuruhnya untuk menetapi “istananya” sebagaimana firmanNya:

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (QS. Al Ahzab: 33). Berkata Mujahid: “Wanita dahulu berjalan diantara para lelaki yang demikianlah itu tabarruj jahiliyyah” (Tafsir Ibnu Katsir 3/768 cet. At Tijariyah). Berkata Syaikh Bin Baz rohimahulloh: “Alloh Ta’ala melarang mereka dari tabarruj jahiliyyah yaitu menampakkan perhiasan dan kecantikannya seperti kepala, wajah, leher, dada, tangan, betis dan yang lainnya dari perhiasan wanita karena mengundang kerusakan yang besar dan fitnah yang dahsyat dan dapat merangsang hati para lelaki untuk mengerjakan sebab-sebab perzinaan” (Hukmu As Sufur wal Hijab, majalah Buhuts Al Islamiyyah edisi 14 th 1405-1406 H).

 

3. Islam memberikan bagian pahala yang besar bagi wanita yang mengurus anak-anaknya sebagaimana Islam memberikan pahala bagi laki-laki. Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha ia berkata:

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

Seorang wanita miskin pernah mendatangiku dengan menggendong dua anak perempuannya. Maka aku memberikannya tiga biji kurma lalu ia memberikan kedua putrinya makan, satu kurma untuk satu anaknya. Kemudian ia mengangkat tangannya ke mulutnya untuk memakan  sisa sebiji kurma. Kemudian kedua anaknya memintanya lalu ia membelah kurma yang sebelumnya ingin ia makan. Aku sangat kagum dengan perbuatan wanita itu kemudian aku menceritakannya kepada Rasululloh r, lalu ia bersabda: “Sesungguhnya Alloh telah menetapkan atas wanita itu surga karena hal itu atau Alloh membebaskan dari neraka dengan sebab perbuatannya itu ” (HR. Muslim 2630).  Dari Anas bin Malik t Rasululloh r bersabda:

« مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ ». وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

Barangsiapa yang mengurus  dua anak perempuan sampai baligh maka ia akan datang pada hari kiamat, saya dan dia…(beliau melekatkan dua jarinya) (HR. Muslim 2631).   عَالَmaknanya menafkahi dan mendidiknya.

4. Ganjaran syahid bagi wanita yang ditaqdirkan meninggal ketika melahirkan. Dari ‘Ubadah bin Shomit t , Rasululloh r bersabda:

« أَتَعْلَمُونَ مَنِ الشَّهِيدُ مِنْ أُمَّتِى »

Tahukah kalian siapakah orang yang syahid dari ummatku ?

Ubadah berkata: “Wahai Rasululloh, orang yang sabar dan mengharap pahala”. Rasululloh r berkata:

« إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِى إِذاً لَقَلِيلٌ الْقَتْلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْغَرَقُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ شَهَادَةٌ وَالنُّفَسَاءُ يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسُرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ ,وَالْحَرْقُ وَالسَّيْلُ »

Syuhada’ dari ummatku kalau begitu sedikit..!? Orang  yang terbunuh di jalan Alloh adalah syahid, Orang yang kena wabah penyakit termasuk syahid, orang yang tenggelam termasuk syahid, orang yang mati karena penyakit perut termasuk syahid, wanita yang meninggal karena nifas (termasuk syahid); anaknya akan menariknya dengan gembira menuju surga, orang yang mati terbakar dan terkena banjir (termasuk syahid) (HR. Ahmad 34/180, Al Majma’ 5/299, hadits hasan, lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib 1396).

5. Ganjaran surga bagi wanita yang penyayang dan banyak anaknya. Dari Anas bin Malik t Rasululloh r bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ ؟  قَالُوا : بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : « كُلُّ وَلُوْدٍ وَدُوْدٍ ، إِذَا غُضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ – أَيْ : زَوْجُهَا – قَالَتْ : هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى »

Maukah aku beritahukan dengan wanita kalian yang termasuk penduduk surga ? Mereka menjawab: “Tentu, wahai Rasululloh !”. Beliau berkata: “Semua wanita yang banyak anaknya lagi penyayang. Jika ia dimarahi atau diperlakukan kurang baik atau suaminya marah ia berkata: “Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan memejamkan mataku sampai engkau ridho” (Dikeluarkan oleh At Thobroni dalam Al Mu’jam As Shogir 23, Al Ausath 1/170, Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 4/303,   lihat Silsilah As Shohihah 1/515 no. 287).

6. Wanita yang bersemangat menuntut ilmu agama akan ditinggikan derajatnya oleh Alloh Ta’ala sebagaimana juga laki-laki.

Dari Abu Sa’id Al Khudry t berkata: ‘Para wanita berkata kepada Nabi r: “Para lelaki mengalahkan kita, Peruntukkanlah bagi kami satu hari dari dirimu”. Maka beliau menjanjikan mereka satu hari untuk menemui mereka, menasehati dan memerintahkan mereka. Diantara yang beliau katakan kepada mereka:

« مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ ثَلاَثَةً مِنْ وَلَدِهَا إِلاَّ كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ » . فَقَالَتِ امْرَأَةٌ وَاثْنَيْنِ فَقَالَ « وَاثْنَيْنِ »

“Tidak ada seorang wanita dari kalian yang didahului (meninggal) oleh tiga orang anaknya kecuali mereka akan menjadi penghalang dari neraka”. Berkata seorang wanita:’ Kalau dua ?”. beliau menjawab : “Dua juga”. (HR. Al Bukhori 101, Muslim 2633).

Berkata Ibnul Jauzi : “Wanita adalah seorang mukallaf seperti laki-laki. Wajib baginya menuntut ilmu-ilmu yang wajib atas mereka agar mereka mengerjakannya di atas keyakinan. Jika ia mempunyai bapak, saudara laki-laki, suami atau mahrom yang mengajarkan mereka yang fardhu-fardhu dan memberi tahu tata cara mengerjakan kewajiban tersebut maka itu sudah cukup. Jika tidak ada maka hendaknya ia bertanya dan belajar. Jika terdapat seorang wanita (yang alim) maka ia belajar dan bertanya kepadanya. Jika tidak ada juga, ia belajar kepada para guru dan orang-orang yang mempunyai kapabilitas keilmuan dengan tidak berkhalwat (berduaan) dengannya” (Ahkamu An nisa hal. 25).

Berkata Syaikh Ahmad al Hasin : “Sesungguhnya Alloh tidak melarang seorang gadis untuk belajar hanya saja Ia mendorong untuk mengajarkan mereka. Namun kita menemukan sekarang ini anak-anak perempuan kaum muslimin di seluruh dunia Islam mempelajari pelajaran-pelajaran yang tidak sesuai dengan kodrat kewanitaannya dan tabiat yang diciptakan Alloh buat mereka dan menyelisihi kodrat jasmaninya seperti ilmu geologi, kimia, dan penyulingan minyak. Sebuah malapetaka yang besar, kita juga menyaksikan para gadis muslimah bepergian ke Eropa atau Negara komunis untuk belajar. Ini haram bagi mereka. Disamping itu pendidikan pada masa ini di sebagian besar negeri islam sangat jauh dari agama dan bidang kewanitaan yang berjalan sesuai dengan tabiatnya secara jasmani dan akal. Bahkan metode pengajarannya kebanyakan mengekor kepada UNESCO yang manut kepada tokoh-tokoh yang tidak dikenal agamanya kecuali apa yang mereka dapatkan dari orientalis dan misionaris. Tatkala Islam memerintahkan kita untuk mendidik para perempuan maka ia memerintahkan untuk mengajarkan mereka sesuatu yang layak dengan pendukung kehidupan yang sesuai dengan wanita dan yang dibutuhkan seperti urusan rumah tangga, tata busana, penjahitan, tata boga, pendidikan anak, pedidikan aqidah, ibadah, kesopanan, akhlak atau kepribadian yang baik dan yang lainnya dari ilmu yang memberikannya manfaat di dunia dan akhirat. Namun “tangan-tangan yang tersembunyi” tidak melihat akan hal ini, justru mereka ingin menghancurkannya dan menjauhkannya dari jalan yang haq kepada jalan kehancuran” (Al Mar’ah Al Muslimah Amama At Tahdiyaat hal. 66-67).

Demikianlah sebagian dari pahala yang dijanjikan kepada kaum hawa, maka janganlah mereka iri dengan laki-laki dalam urusan dunia. Alloh Ta’ala berfirman:

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan (QS. An Nisaa’: 32).

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *