Rabu , Mei 23 2018
Breaking News
Home / Hukum Islam / Shalat / Qunut Shubuh / Hukum Seputar Qunut Shubuh bag.4

Hukum Seputar Qunut Shubuh bag.4

Dalil-dalil Pendapat Ketiga (Dilakukan saat dibutuhkan)

  1. Hadits Anas bin Malik –radhiallahu ‘anhu-, Telah dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam shohihnya (1/313) :

حدثنا أبو طاهر حدثنا أبو بكر حدثنا محمد بن محمد بن مرزوق الباهلي حدثنا محمد بن عبد الله الأنصاري حدثنا سعيد بن أبي عروبة عن قتادة عن أنس : أن النبي كان لا يقنت إلا إذا دعا لقوم أو دعا على قوم.

“Telah menceritakan kepada kami Abu thohir, telah menceritakan Abu Bakar, telah menceritakan Muhammadbin Muhammad bin Marzuq Al-Bahily, telah menceritakan Muhammad bin Abdullah Al-Anshory, telah menceritakan Sa’ib bin ABi ‘Urubah, dari Qotadah dari Anas : “Bahwa Nabi tidak qunut kecuali apabila beliau mendoakan keburukan bagi suatu kaum”.

  1. Hadits Ibnu ‘Umar –radhiallahu ‘anhuma-.

عَنْ أَبِيْ مِجْلَزِ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ اِبْنِ عُمَرَ صَلاَةَ الصُّبْحِ فَلَمْ يَقْنُتْ. فَقُلْتُ : آلكِبَرُ يَمْنَعُكَ, قَالَ : مَا أَحْفَظُهُ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِيْ .

Dari Abu Mijlaz beliau berkata : saya sholat bersama Ibnu ‘Umar sholat shubuh lalu beliau tidak qunut. Maka saya berkata : apakah lanjut usia yang menahanmu (tidak melakukannya). Beliau berkata : saya tidak menghafal hal tersebut dari para shahabatku”. Dikeluarkan oleh Ath-Thohawy 1\246, Al-Baihaqy 2\213 dan Ath-Thabarany sebagaimana dalam Majma’ Az-Zawa’id 2\137 dan Al-Haitsamy berkata :”rawi-rawinya tsiqoh”.

  1. Abdullah bin Ahmad bin Hambal menukil dari bapaknya, bahwa bapaknya berkata :

أما القنوت في صلاة الغداة فإن كانت الإمام يقنت مستنصرا لعدو حضره فلا بأس بذلك على معنى ما روى عن النبي –صلى الله عليه وسلم-، أنه دعا لقوم ودعا على قوم فلا بأس بالقنوت في الفجر، وأما غير ذلك فلا يقنت، ويقنت بعد الركعة في الفجر.

“ Adapun qunut dalam sholat shubuh untuk minta pertolongan(kepada Allah) dari musuh yang dihadapi, maka tidak mengapa sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Nabi : Bahwa Nabi mendoakan kebaikan bagi suatu kaum dan mendoakan keburukan bagi suatu kaum, maka tidak mengapa qunut pada sholat shubuh, adapun selain itu maka jangan dia qunut, dan hendaklah dia qunut setelah ruku’ pada sholat shubuh…”.

  1. Imam Ibnu Qayyim berkata dalam Kitabusholah wa hukmu taarikiha (120) : “Berkata ‘Abdus bin Malik Al-‘Atthar : Aku bertanya kepada Abu Abdillah Ahmad bin Hambal : “Saya laki-laki asing dari bashrah, orang berselisih ditempat kami dalam beberapa hal, maka aku ingin mengetahui pandanganmu dalam masalah yang mereka perselisihkan, Imam Ahmad berkata : Tanyalah apa yang kamu sukai,Aku berkata : “Dikota bashrah sekelompok orang yang qunut, bagaimana pandangan anda tentang qsholat dibelakang orang qunut”. Ia berkata : “Sungguh kaum muslimin sholat dibelakang orang qunut dan dibelakang orang yang tidak qunut”.

Pendapat Yang Rojih –wallahu a’lam Bisshowab– :

  1. Pendapat yang lebih kuat setelah mengkaji dalil-dalil yang dipaparkan masing-masing madzhab adalah pendapat ketiga,yaitu tidak disyari’atkan qunut pada shalat shubuh kecuali pada saat nawazil (kaum muslimin tertimpa musibah). Karena beberapa alasan, diantaranya :
  2. Tidak ada dalil yang shohih menunjukkan disyari’atkannya mengkhususkan qunut pada sholat shubuh secara terus-menerus.
  3. Qunut shubuh secara terus-menerus tidak dikenal dikalangan para shahabat sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Umar dan yang lain nya.
  4. Nukilan-nukilan ‘Ulama yang berpendapat disyari’atkannya qunut shubuh dari beberapa orang shahabat, nukilan-nukilan tersebut terbagi dua :
  • Dalilnya shohih tapi tidak ada pendalilan dari nukilan-nukilan tersebut/tidak tegas menunjukkan pensyari’atan qunut shubuh.
  • Dalil nya sangat jelas menunjukkan mereka melakukan qunut shubuh tapi hadits-haditsnya lemah tidak bisa dipakai berhujjah.
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it