Senin , Desember 10 2018
Breaking News
Home / Hukum Islam / Shalat / Qunut Shubuh / Hukum seputar Qunut Shubuh bag.3

Hukum seputar Qunut Shubuh bag.3

Dalil Pendapat Kedua yang mengatakan Qunut shubuh atau yang lainnya bid’ah dan telah di mansukh (dihapus), ini pendapat imam abu hanifah dan murid-muridnya.

  1. Berkata Imam Tirmidzi dalam Al-Jami’ 2/252

قال الإمام الترمذي –رحمه الله-، : (حدثنا أحمد بن منيع حدثنا يزيد بن هارون عن أبي مالك الأشجعي قال : قلت يا أبه إنك قد صليت خلف رسول الله وأبي بكر وعمر وعثمان وعلي بن أبي طالب هاهنا بالكوفة نحوا من خمس سنين أكانوا يقنتون ؟ قال : أي بني محدث ). إسناده صحيح 

: “Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani’, menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Abu Malik Al-Asyja’I, ia berkata : Aku berkata: Wahai bapakku, sesungguhnya engkau shalat di belakang Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam-, Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali bin Abi Thalib di Kufah selama 5 tahun, apakah mereka qunut?. Ia berkata : Wahai anakku, itu perkara baru”. ( Sanadnya Shohih ).

  1. Berkata Ad-Daruquthni 2/38 :

حدثنا عثمان بن السماك حدثنا عبد الله بن ناجية حدثنا عمر بن حفص بن صبح الشيباني حدثنا محمد بن يعلى زنبور حدثنا عنبسة بن عبد الرحمن القرشي عن عبد الله بن نافع عن أبيه عن أم سلمة قالت : ( نهى رسول الله عن القنوت في الفجر ). ضعيف جدا

“Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Sammak, menceritakan kepada kami Abdullah bin Najiyah, menceritakan kepada kami ‘Umar bin Hafsh bin Syubh Asy-Syaibani, menceritakan kepada kami Muhammad bin Ya’la Zanbur, menceritakan kepada kami ‘Anbasah bin ‘Abdurrahman Al-Qurosy, dari Abdullah bin Nafi’ dari bapaknya dari Ummu Salamah, ia berkata : Rasulullah melarang qunut pada shalat shubuh”. ( Hadits dho’if jiddan ).

  • ◙ Dalam hadits ini terdapat perawi yang lemah, yaitu Muhammad bin Ya’la, Anbasah bin ‘Abdurrahman Al-Qurosy, dan Abdurrahman bin Nafi’. Berkata Ad-Daruquthni : Nafi’ tidak pernah mendengar dari Ummu Salamah.
  1. Berkata Imam Ath-Thahawi dalam Syarh Ma’anil Atsar 1/245 :

حدثنا فهد بن سليمان قال حدثنا أبو غسان قال حدثنا شريك عن أبي حمزة عن إبراهيم عن علقمة عن عبد الله قال : ( لم يقنت النبي إلا شهرا لم يقنت قبله ولا بعده).ضعيف جدا

“Telah menceritakan kepada kami Fahd bin Sulaiman, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Ghossan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Syuraik dari Abu Hamzah dari Ibrohim dari ‘Alqomah dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : “ Nabi tidaklah qunut kecuali sebulan penuh dan beliau tidak qunut sebelumnya atau sesudahnya”. ( Hadits dho’if  jiddan, karena terdapat di dalamnya Abu Hamzah Al-Qosshoob, dia perawi yang matruk/ditinggalkan hadits nya )

  1. Atsar Sahabat –radhiallahu ‘anhum-, :
  • Atsar Ibnu ‘Umar, Abdurrazzaq meriwayatkan no. 4945 :

عن الثوري عن منصور والأعمش عن إبراهيم عن أبي الشعثاء قال : ( سألت ابن عمر عن القنوت في الفجر فقال : ما شهدت أحدا يفعله ). صحيح إلى ابن عمر

“Dari Ats-Tsaury dari Manshur dari Al-A’masy dari Ibrohim dari Abu Asy-Sya’tsaa’, ia berkata : “Aku bertanya kepada Ibnu ‘Umar tentang qunut shubuh, kemudian ia berkata : Saya tidak pernah melihat seorang pun melakukannya”. ( Atsar shohih dari Ibnu ‘Umar ).

  • Atsar Ibnu Mas’ud, Abdurrazzaq meriwayatkan (4949) :

عن الثوري عن أبي إسحاق عن علقمة بن قيس أن ابن مسعود كان لا يقنت في صلاة الفجر

“DariAts-tsaury, dari abi ishaq, dari ‘alqomah bin qais, bahwasanya Ibnu Mas’ud tidak qunut pada sholat shubuh”.

  • Berdalilkan dengan hadits-hadits atau atsar-atsar ini menganggap mansukh-nya qunut shubuh adalah pendalilan yang lemah karena beberapa hal :
  • Bantahan atas hadits abu malik al-asyjai :
  1. Berkata Imam Baihaqi dalam Sunan Qubro 2/213 :

طارق بن أشيم الأشجعي لم يحفظه عمن صلى خلفه فرآه محدثا وقد حفظه غيره فالحكم له دونه.

“Thoriq bin Asy-yam Al-Asyjai tidak menghafal dari orang yang ia sholat dibelakangnya, kemudian ia menganggapnya muhdats/perkara yang di ada-adakan, dan yang lainnya telah menghafalnya, maka hukumnya bagi yang menghafal bukan yang tidak menghafal”.

  1. Berkata Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 4/143 :

وأما قول والد أبي مالك الأشجعي إنه بدعة، فلم يعرفه ومن عرفه أثبت فيه ممن لم يعرفه والحجة فيمن علم لا فيمن لم يعلم

“Adapun ucapan bapaknya Abu Malik Al-Asyja’I bahwa ( qunut shubuh ) bid’ah, maka ia tidak mengetahuinya, dan yang mengetahui (dalil qunut shubuh ) lebih tsabit dari yang tidak mengetahuinya. Dan hujjah bagi yang mengetahui dalilnya bukan bagi yang tidak mengetahui dalilnya”.

  1. Imam Nawawi berkata dalam Al-Majmu’ 3/505 :

أن رواية الذين أثبتوا القنوت معهم زيادة علم وهم أكثر فوجب تقديمهم. أ.هـ

“Bahwa riwayat yang menetapkan qunut, terdapat tambahan ‘Ilmu dan jumlah mereka lebih banyak, maka wajib mendahulukan mereka”.

  • Bantahan terhadap Atsar Ibnu ‘Umar dari beberapa segi :
  1. Kemungkinan Ibnu ‘Umar lupa tentang masalah qunut sebagaimana ‘Umar pernah lupa tentang tayammum, kemudian di ingatkan oleh ‘Ammar bin Yasir. Imam Al-Hazimy dalam Al-I’tibar (253) meriwayatkan dari Sa’id ibnu Musayyib bahwa dia di ingatkan perkataan Ibnu ‘Umar dalam masalah qunut, kemudian beliau (Ibnu Musayyib) mengatakan : “Adapun beliau (Ibnu ‘Umar) telah qunut bersama bapaknya, akan tetapi beliau lupa”.
  2. Ibnu ‘Umar telah meriwayatkan dari Nabi tentang qunut shubuh seperti yang terdapat dalam shohih bukhari (Fathul Bari 8/73), maka yang menjadi dasar hukum adalah apa yang diriwayatkan sahabat dari Nabi bukan pendapatnya sendiri (yang menyelisihi apa yang di riwayatkan).
  3. Selain Ibnu ‘Umar terdapat banyak sahabat yang menetapkan qunut sholat shubuh, maka yang menetapkan lebih didahulukan dari yang menapikan.
  • Berdalil dengan hadits Ibnu Mas’ud atas dihapusnya qunut shubuh adalah pendalilan yang lemah , karena hadits tersebut hadits yang lemah, dan pendapat yang menyatakan dimansyukhnya qunut dalam semua sholat membutuhkan dalil shohih dan ijma’ ulama, dalam hal ini tidak terdapat satupun dalil shohih dan ijma’ ulama yang menyatakan dimansyukhnya qunut dalam semua sholat.

 

daftar pustaka :

  • Kitab isfar as-shubhi bi tafsil Al-qaul fi qunut as-shubhi, karya Syaikh Abu Shuhaib majdi bin abdul hadi bin saleh
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it