Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Hukum Islam / Shalat / Qunut Shubuh / Hukum Seputar Qunut Shubuh bag.1
KLIK UNTUK BERINFAK

Hukum Seputar Qunut Shubuh bag.1

Muqaddimah

Salah satu polemik yang sering terjadi pada masyarakat muslim di dunia terutama di Indonesia adalah mengenai persoalan qunut pada setiap sholat subuh, sebagian kelompok berpendapat tidak di syari’atkan nya melakukan qunut pada setiap sholat subuh, sebagian yang lain berpendapat  melakuannya merupakan sunnah.

Perlu kita ketahui  bahwa permaslahan ini ( qunut pada sholat shubuh ) merupakan permasalahan yang diperselisihkan oleh para ‘Ulama dari zaman dahulu, dan ini merupakan permasalahan yang dibolehkan kita berselisih didalamnya, walaupun demikian ada sebagian kelompok yang memaksakan pendapatnya dan menolak pendapat yang lain dan bahkan menyesatkannya. Padahal bisa jadi kebenaran itu ada pada orang yang menyelisihi kita.

Kami tidak pungkiri bahwa diantara dua pendapat itu ada yang rajih (kuat) ada yang marjuh(lemah) akan tetapi kadang untuk mentarjih salah satu pendapat tersebut sesuatu hal yang berat, maka jika kita mengetahui dalil orang  yang menyelisihi kita, kemudian dia berpegang dan bersandar kepada dalil, dan mengikuti pendapat para ‘Ulama, maka dengan mudah kita bisa memberi udzur kepada saudara yang menyelisihi kita, bukan malah menyesatkan nya walaupun pendapat yang dia pilih merupakan pendapat yang lemah.

Berkata As-Syaikh ‘Abdullah Bin ‘Abdurrahman Al-Bassam dalam kitab Taudhih Al-Ahkam Min Bulugil Maram 2/80 : “Bahwasanya permasalahan khilaf dalam masalah furu’ (cabang) tidak pantas untuk dijadikan penyebab fitnah,permusuhan dan perpecahan. Sebaiknya adalah meneliti permasalahannya dalam suasana kasih sayang dan ilmiyah, apabila  kita mendapati ‘Ulama telah sepakat dalam suatu masalah, maka itulah yang kita ikuti, dan apabila kita dapati para ‘Ulama berselisih pada permasalahan tersebut, maka tidak boleh satu sama lain saling mengingkari, saling bermusuhan , akan tetapi harus saling memberi udzur terhadap permasalahan yang di ikuti oleh saudaranya. Karena permusuhan dan saling benci merupakan penyebab pecahnya persatuan dan urusan kaum muslimin, dan sebab lemahnya kekuatan mereka, sehingga mereka menjadi tercerai berai, yang menyebabkan musuh musuh menguasai mereka dan mengambil negara mereka …”

Semoga Allah ta’ala mengaruniai kita pemahaman dalam ilmu agama dan diberikan hati yang lapang dalam menghadapi setiap yang menyelisihi kita.Amin

 
Sumber artikel :
  • Kitab isfar as-shubhi bi tafsil Al-qaul fi qunut as-shubhi, karya Syaikh Abu Shuhaib majdi bin abdul hadi bin saleh

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *