Sabtu , September 22 2018
Breaking News
Home / Hukum Islam / Shalat / Qunut Shubuh / Hukum seputar qunut shubuh bag.2

Hukum seputar qunut shubuh bag.2

Hukum Qunut Sholat Shubuh Menurut ‘Ulama :

Para’Ulama berselisih pendapat tentang hukum qunut pada sholat subuh menjadi 4 pendapat, yaitu :

  1. Pendapat pertama : Qunut shubuh disunnahkan secara terus-menerus, ini adalah pendapat Malik dan Imam Syafi’iy.
  • o Malik berkata : “Qunut shubuh dianjurkan, akan tetapi tidak diganti sujud sahwi bagi yang lupa melakukannya”.
  • o Syafi’iy berkata : “Sunnah dilakukan terus menerus”. Berkata sebagian ‘Ulama Syafi’iyah : “Bagi yang lupa Qunut shubuh, hendaklah diganti dengan sujud sahwi”.
  1. Pendapat kedua : Qunut shubuh sudah mansukh (terhapus hukumnya) dan bid’ah melakukannya baik pada sholat shubuh atau selainnya. Ini pendapat Abu Hanifah dan ‘Ulama ‘Iraq.
  2. Pendapat ketiga : Boleh dilakukan disaat dibutuhkan .Ini adalah pendapat Imam Ahmad.
  3. Pendapat keempat : Qunut pada sholat shubuh melakukannya baik dan meninggalkannya juga baik. Ini pendapat beberapa ‘Ulama diantaranya :
  • o Sufyan Ats-tsaury dalam satu riwayat.
  • o Muhammad Bin Jarir Ath-Thobary
  • o Ibnu Hazm Az-Zhohiry
  • o Dan Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma’aad condong dengan pendapat ini.

Dalil Pendapat Pertama

Dalil-dalil dari Sunnah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

  1. Hadits al Barro’ bin ‘Azib

حدثنا محمد بن المثنى وابن بشار قالا : حدثنا محمد بن جعفر حدثنا شعبة عن عمرو بن مرة ، قال : حدثنا البراء بن عازب (( أن رسول الله كان يقنت في الصبح والمغرب )).رواه مسلم

Muhammad bin al Mutsanna dan Ibnul Bassyar telah menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata: Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami. Dia berkata : telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Amr bin Murroh, dia berkata : Aku mendengar Ibnu Abi Laila berkata : Telah menceritakan kepada kami al Barro’ bin ‘Azib “Bahwasannya Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- melakukan qunut pada shalat shubuh dan maghrib”. ( HR.Muslim 1/470 No.678, Imam Ahmad 4/280-285, Abu Dawud 2/263 No.1436, Nasa’I 2/202 No.1076 ).

Imam Tirmidzy berkata : “Hadits hasan shohih”.

  1. Hadits Anas –radhiallahu anhu-.

قال الإمام البخاري –رحمه الله-، فتح الباري (2/568) : حدثنا مسدد قال : حدثنا أحمد بن زيد عن أيوب عن محمد قال سئل أنس أقنت النبي في الصبح؟ قال : نعم فقيل له أقنت قبل الركوع؟ قال : بعد الركوع يسيرا .

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Musaddad. Musaddad berkata : Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad, dia berkata : Anas ditanya : Apakah Nabi melakukan qunut pada shalat shubuh? Anas menjawab : Iya. Kemudian dikatakan kepadanya : Beliau qunut sebelum ruku’ ?. Anas menjawab : Beliau qunut sebentar setelah ruku’.( HR. Bukhari fathul bari 2/568, Muslim 1/468, Ahmad 3/113, Nasa’I 2/200, Abu Dawud 2/143, Abu ‘Awanah dlm musnad 2/281, Ad-Darimy dlm sunnnya 2/375, Ibnu Majah 1/1184, At-thohawy dalam syar ma’ani Al-Atsar 1/243, Baihaqi 2/206 ).

  1. Hadits Anas Bin Malik

مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Artinya :“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam terus-menerus qunut pada sholat Shubuh sampai beliau meninggalkan dunia”.( Dikeluarkan oleh ‘Abdurrozzaq dalam Al Mushonnaf 3/110 no.4964, Ahmad 3/162, Ath-Thohawy dalam Syarah Ma’ani Al Atsar 1/244, Al-Baihaqy 2/201, Al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah 3/123-124 no.639, Ad-Daruquthny dalam Sunannya 2/39, Ibnul Jauzy dalam Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah 1/441 no.753 dan Ibnu Abi Syaibah 2/312 dll ).

Dalam hadits ini terdapat tiga ‘Illah/penyakit :

  1. Penyakit Pertama : Semuanya dari jalan Abu Ja’far Ar-Rozy namanya ‘Isa Bin Abi ‘Isa, berkata Ibnu Khorosh dan Al Hafidz Ibnu Hajar tentangnya : ( shoduq sayyi’ul hifdz ).
  2. Penyakit Kedua : Riwayat Abu Ja’far dari Robi’ bin Anas terdapat banyak kegoncangan ( Idhthirob ) sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hibban.
  3. Penyakit Ketiga : Riwayat Abu Ja’far dari Robi’ dari Anas menyelisihi riwayat-riwayat sahabat Anas bin Malik yang lain yang jumlahnya sekitar 10 perawi dan tidak seorang pun dari mereka meriwayatkan dari Anas bahwa Nabi senantiasa qunut shubuh sampai meninggal dunia.

Dalil-dalil dari atsar para sahabat –radhiallahu ‘anhum-.

  1. Atsar dari Umar bin Khottob –radhiallahu ‘anhu- .

روى عبد الرزاق (3/4959) : عن الثوري عن مُخارق عن طارق بن شهاب أن عمر ابن الخطاب صلى الصبح فلما فرغ من القراءة قنت ثم كبر حين يركع. ( صحيح إلى عمر ).

Artinya : “Abdurrazaq meriwayatkan 3/4959 : dari Ats Tsauri dari Mukhoriq dari Thoriq bin Syihab, Bahwasannya ‘Umar bin Khottob shalat Shubuh, maka ketika telah selesai dari membaca ( surat ), dia qunut kemudian takbir ketika ruku”. ( Atsar ini shohih dari ‘Umar ).

  1. Atsar Ibnu ‘Abbas –radhiallahu ‘anhu-.

روى ابن أبي شيبة (2/312) : حدثنا مروان بن معاوية عن عوف عن أبي رجاء قال : ( صليت مع ابن عباس في مسجد البصرة صلاة الغداة فقنت بنا قبل الركوع ). صحيح إلى ابن عباس

“ Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan 2/312 : Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah dari ‘Auf dari Abu Roja’, dia berkata : “Aku shalat shubuh bersama Ibnu ‘Abbas dimasjid kota Bashroh. Kemudian dia qunut sebelum ruku”.

  1. Atsar Abu Bakar dan ‘Utsman –radhiallahu ‘anhuma-.

روى ابن أبي شيبة (2/312) حدثنا أبو بكر قال حدثنا يحيىى بن سعيد عن العوام بن حمزة قال : ( سألت أبا عثمان عن القنوت فقال : بعد الركوع، فقلت : عمن ؟ فقال : عن أبي بكر و عثمان).حسن إلى أبي بكر وعثمان

“Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan 2/312 : Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, dia berkata : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Al ‘Awwam bin Hamzah, ia berkata : Aku bertanya kepada Abu ‘Utsman tentang qunut, kemudian dia berkata : setelah ruku. Aku berkata : Ini pendapat siapa?. Kemudian dia berkata : Ini pendapat Abu Bakar dan ‘Utsman”.

  1. Atsar’Ali Bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhu-.

روى الشافعي في الأم (7/239) أخبرنا الربيع قال أخبرنا الشافعي قال أخبرنا هشيم عن عطاء عن أبي عبد الرحمن أن عليا رضي الله عنه كان يقنت في صلاة الصبح قبل الركوع.

“Imam Syafi’I telah meriwayatkan dalam kitabnya al-um (7/239) Telah mengabarkan kepada kami robi’, telah mengabarkan kepadakami syafi’I, dia berkata : telah mengabarkan kepada kami husyaim bin ‘atho’ dari abi ‘abdirrahman : Bahwa ‘Ali –radhiallahu ‘anhu- qunut pada sholat shubuh sebelum ruku”.

Perkataan para ‘Ulama yang berpendapat sunnah nya qunut shubuh :

  1. Imam Syafi’I, kitab Al-Um (7/239) ;

أخبرنا هشيم عن معقل أن عليا رضي الله عنه قنت في صلاة الصبح وهم لا يرون القنوت في الصبح ونحن نراه للسنة الثابتة عن رسول الله أنه قنت في صلاة الصبح.

“Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Ma’qil : bahwa ‘Ali –radhiallahu ‘anhu-, qunut pada sholat shubuh, dan mereka tidak berpendapat adanya qunut pada sholat shubuh, adapun kami berpendapat bahwa qunut padashalat shubuh telah tsabit dari nabi’.

  1. Imam Nawawi, kitab Al-Adzkar (69)

إعلم أن القنوت في صلاة الصبح سنة للحديث فيه عن أنس –رضي الله عنه-، لم يزل يقنت حتى فارق الدنيا

“Ketahuilah bahwaqunut padasholat shubuh hukum nya sunnah, sebagaiman yang terdapat dalam hadits shohih, bahwa Ana –rodhiallahu anhu-, senantiasa qunut sampai ajal menjemput”.

  • KesimpulanPendapat Pertama :
  1. Dalil-dalil shohih yang dikemukakan oleh madzhab pertama tidak tegas menjelaskan bahwa nabi membiasakan qunut pada Setiap sholat shubuh.
  2. Tidak ada dalil shohih –yang kami ketahui-, dari kitab-kitab sunnah yang mengatakan bahwa qunut shubuh merupakan ab’aadh sholah yang diganti dengan sujud sahwi bagi yang lupa mengerjakannya.
  3. Imam Ibnu Jarir At-Thobary berkata dalam Tahdzib Al-Atsar 1/386 : “Bahwa Ulama salaf dan Ulama kontemporer tidak ada perselisihan diantara mereka bahwa meninggalkan qunut tidak merusak sholat seseorang, dan sujud sahwi diwajibkan sebagai pengganti yang kurang atau adanya tambahan yang tidak dia lakukan dalam sholatnya kemudian dia melakukannya, dan meninggalkan qunut keluar dari dua makna ini…..”.
  4. Orang yang senantiasa membiasakan qunut shubuh menyelisihi yang lebih utama ( meninggalkan qunut ), akan tetapi tidak boleh di bid’ahkan.

Daftar Pustaka :

  • Kitab isfar as-shubhi bi tafsil Al-qaul fi qunut as-shubhi, karya Syaikh Abu Shuhaib majdi bin abdul hadi bin saleh
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it