Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manhaj / Gurita Terorisme
KLIK UNTUK BERINFAK

Gurita Terorisme

Gurita Terorisme

Kita hidup di akhir zaman yang penuh dengan fitnah yang datang bertubi-tubi menimpa semua orang dimana yang haq dikatakan bathil yang yang bathil dihiasi menjadi suatu kebenaran. Dari Anas bin Malik dan Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhuma Rasululloh -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, bersabda:

سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّة 

“Akan datang pada manusia ini masa-masa penuh kebohongan, orang yang berdusta dipercayai, orang yang jujur dianggap berdusta, orang yang khianat diamanahi dan orang yang amanah dikhianati dan berkomentarlah para Ruwaibidhoh”. Ada yang bertanya: “Apa itu ruwaibidhoh?” Beliau menjawab: “Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak” (HR. Ahmad, al Hakim, Silsilah as Shohihah no.1887).

Beliau -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, juga bersabda menerangkan tentang keadaan akhir zaman:

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ ». قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ: اَلْقَتْلُ, الْقَتْلُ  (متفق عليه).

Waktu semakin berdekatan, amal menjadi berkurang, ditanamkan (dalam hati) sifat bakhil dan banyak terjadi huru hara. Para sahabat bertanya: “Apa itu huru hara?” Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan” (Muttafaqun ‘alaihi).

Sumber dari malapetaka akhir zaman ini adalah fitnah takfir (pengkafiran) yang berujung kepada halalnya darah orang lain.

Ada dua kelompok di zaman ini yang sangat intens membawa pemikiran ini yang berujung kepada pembantaian  kaum muslimin yaitu kelompok khowarij dan kelompok Syi’ah.

a. Kelompok Khowarij

Ciri utama dari kelompok ini adalah :

  1. Selalu menuntut keadilan karena mereka merasa diri mereka adalah orang-orang yang paling adil. Bahkan pendahulu mereka Dzul Khuwaishiroh menggap Nabi Muhammad bukan orang yang adil, tatkala Nabi membagi ghanimah ia lantas berkata: “Wahai Muhammad berlaku adillah! Karena engkau tidak adil..(!!?). Maka Nabi membantahnya dengan mengatakan: “Jika saya (kamu anggap) tidak adil siapa lagi yang akan bisa adil…! (HR. Ibnu Majah 172, Ibnu Hibban 4819 dan lainnya).
  2. Mereka sepakat mengkafirkan pemimpin muslim dan rakyatnya yang tidak berhukum dengan hukum Islam tanpa ada perincian sama sekali. Kita yakin seorang muslim pasti memahami bahwasanya hukum al Qur’an dan as Sunnah lebih baik dari hukum buatan manusia. Oleh karena itu bisakah kita mengorek hati kaum muslimin bahwa mereka berkeyakinan bahwa hukum manusia ini lebih baik daripada hukum Alloh..?. Perkara kaum muslimin belum bisa menerapkan syari’at Islam secara utuh itu permasalahan yang lain dan tidaklah membuat mereka menjadi kafir atau murtad.

Bukankah Raja Najasy adalah seorang muslim yang tidak mampu merubah sistem negara menjadi negara Islam karena semua jajaran pemerintahan dan rakyatnya masih Nasroni…? Namun tatkala ia meninggal Nabi menyuruh para sahabat sholat ghaib : “Sholatlah buat saudara kalian”!. Bukankah kata ‘saudara’ di sini menunjukkan bahwasanya ia tetap muslim??!.

Namun ironinya, kelompok khowarij menerapkan hukum kafir ini pada semua lini masyarakat sesuai dengan pemahaman mereka sendiri. Oleh karena itu Ibnu ‘Umar menganggap mereka (khowarij) sebagai sejelek-jelek makhluk Alloh. Ibnu ‘Umar berkata: “Mereka membawa ayat-ayat  yang sebenarnya turun pada orang kafir dan menerapkannya pada kaum muslimin” (HR. al Bukhori secara mu’allaq, Fathul Baary 12/286). 

Padahal Rasululloh telah menjelaskan bahayanya mengkafirkan seorang muslim tanpa haq sebagaimana riwayat Ibnu ‘Umar bahwasanya Rasululloh -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, bersabda: “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya “wahai kafir!” maka akan kembali pada salah satunya” (HR. al Bukhori 6104, Muslim 60).

Dalam riwayat Ibnu Hibban :”Para sahabat bertanya: “Wahai Nabi Alloh, Siapa yang lebih layak menjadi musyrik (kafir) yang menuduh atau dituduh?” Beliau menjawab: “Justru yang menuduh” (HR. Ibnu Hibban 1/281, as Shohihah 3201).

  1. Mereka justru memerangi kaum muslimin sendiri dengan alasan kaum muslimin sekarang sudah murtad sehingga merekalah yang terlebih dahulu harus dibantai (!!?). Dari Abu Sa’id al Khudry bahwasanya Rasululloh -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, bersabda (tentang kelompok ini): “Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka keluar dari Islam seperti anak panah melesat dari busurnya, jika aku menjumpai mereka aku akan bunuh mereka seperti kaum ‘Add dibinasakan” (HR. al Bukhori 3166, Muslim Muslim 2499). Kita bisa melihat bagaimana kelompok ISIS (khowarij modern) membantai kaum muslimin sendiri di Irak, Suriah, Afghanistan dan negeri-negeri lainnya.
  2. Wajibnya memberontak kepada pemimpin yang mereka anggap sewenang-sewenang tanpa syarat.
  3. Mereka sepakat menghina dan mencela siapa saja yang berseberangan dengan mereka baik itu sahabat Nabi maupun Ulama. Mereka mencela Ibnu ‘Abbas dengan sebutan “Qorun”, Abu Barzakh al Aslami dikatakan “keledai” dan yang lainnya…! Di zaman ini mereka mencela ulama-ulama ahlu sunnah dengan julukan Ulama haid dan nifas, ulama penjilat dan lainnya…! Wallohul musta’an.
  4. Mereka adalah para pemuda yang tidak memiliki bekal ilmu agama yang dalam sehingga tokoh-tokohnya pun bukanlah dianggap oleh Dunia Islam sebagai Ulama (walaupun mereka mendaulatnya sebagai ulama). Diantara tokoh-tokoh khowarij modern adalah Usamah bin Laden, Abu Qotadah al Filistini, Hasan al Banna, Sayyid Quthub, Abu Bakr al Baghdadi dan lainnya.

Rasululloh -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, bersabda: “Akan datang di akhir zaman sekelompok orang yang umurnya masih ingusan, akalnya masih kekanak-kanakan, mereka mengucapkan ucapan sebaik-baik manusia (yaitu Hadits Rasululloh), mereka membaca al Qur’an tetapi tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari agama seperti anah panah melesat dari busurnya, Jika kalian jumpai mereka maka bunuhlah karena memerangi mereka akan mendapatkan pahala di sisi Alloh pada hari kiamat” (HR. al Bukhori 6930, Muslim 1066).

b. Kelompok Syi’ah

Ajaran Syi’ah yang pemikirannya dimotori oleh Abdulloh bin Saba’ al Yahudi  pada awalnya mereka lebih menonjolkan Ahlul bait (kerabat Nabi) ‘Ali bin Abi Tholib dari pada Tiga kholifah sebelumnya. Kemudian beranjak dengan memberikan sifat ketuhanan kepada ‘Ali dan keturunannya. Kemudian pemikiran ini berkembang menjadi pengkafiran 3 Kholifah tersebut dan semua sahabat Nabi kecuali beberapa orang saja bahkan mengkafirkan semua pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya yang tidak ikut kelompok mereka.

Dalam Kitab Syi’ah “al Kaafi” (karangan Muhammad bin Ya’qub al Kulaini) Syarh al Maazindaroni bab12 hal. 371 disebutkan:

كُلُّ خُلَفَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ مَا عَدَا عَلِيّاً وَالْحَسَنَ طَوَاغِيْتُ

Semua pemimpin muslimin selain ‘Ali dan al Hasan adalah Thogut (!!!?)

Dalam Kitab Syi’ah yang lain “Ushul al Kaafi” jilid 2/380 :

اِرْتَدَّ النَّاسُ بَعْدَ قَتْلِ الْحُسَيْنِ إِلاَّ ثَلاَثَةٌ : أَبُوْ خَالِدٍ الْكَابِلِي  وَيَحْيَ أُمُّ الطَّوِيْلِ وَجُبَيْرُ بْنُ مُطْعِمٍ

Orang-orang telah murtad setelah terbunuhnya Husain kecuali tiga orang: “Abu Kholid al Kabily, Yahya Ummu Thowil dan Jubair bin Muth’im (?!)

Juga dalam Ushul al Kaafi jilid 2 hal. 409 :

أَهْلُ الشَّامِ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الرُّوْمِ (يَعْنِي اَلنَّصَارَى), أَهْلُ الْمَدِيْنَةِ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ وَأَهْلِ مَكَّةَ يَكْفُرُوْنَ بِاللهِ جَهْرَةً

Penduduk Syam lebih jelek daripada Romawi (yaitu Nashroni), Penduduk Madinah lebih jelek dari penduduk Makkah dan penduduk Makkah telah kafir kepada Alloh dengan terang-terangan (!!?)

Mereka juga menganggap halal darah dan harta ahlu sunnah bahkan dari fatwa terkini ulama Syi’ah mengatakan : “Siapa yang membunuh ahlu sunnah maka akan masuk surga tanpa hisab..!!!? (Lihat keterangannya dalam kitab mereka “al Anwar an Nu’maniyyah 2/308, Masa’il al Khurosaniyyah hal. 148, Tahdzibul Ahkam 4/122).

Nabi telah mengingatkan untuk tidak mencela para sahabat beliau apalagi sampai mengkafirkan mereka: Rasululloh r bersabda:

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ

“Jangan kalian mencela sahabatku, jangan mencela sahabatku, Demi Alloh yang jiwaku di tanganNya jika salah seorang kalian menginfakkan satu gunung emas maka tidaklah dapat menyamai sedekah mereka 1 mud atau setengahnya” (HR. al Bukhori 3470, Muslim 6651).

Bahkan Rasululloh -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, memuji para sahabatnya dengan sabdanya:

خَيْرُكُمْ قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik kalian adalah generasiku kemudian setelahnya dan setelahnya (HR. al Bukhori 2508).

 ‘Ali bin Abi Tholib juga telah memperingatkan dengan keras kelompok Syi’ah ini  sebagaimana diriwayatkan oleh at Thusy dalam kitab (al Amaali). Ia berkata:

اَللَّهُمَّ إِنِّي بَرِئٌ مِنَ الْغُلاَةِ كَبَرَاءَةِ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ مِنَ النَّصَارَى اللهَ اخْذُلْهُمْ أَبَداً وَلاَ تَنْصُرْ مِنْهُ أَحَداً

“Ya Alloh, aku berlepas diri dari orang-orang ekstrim itu sebagaimana berlepasnya ‘Isa bin Maryam dari Nashrani, Ya Alloh hinakan mereka dan janganlah tolong mereka seorang pun!”

Ja’far as Shodiq (keturunan ‘Ali) berkata kepada orang-orang ekstrim ini :

مَنْ أَحَبَّ الْغُلاَةَ فَقَدْ أَبْغَضَنَا وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَقَدْ أَحَبَّنَا

Barangsiapa yang menyukai kaum ekstrim ini maka ia telah membenci kami (Ahlul Bait) dan barangsiapa yang membenci mereka maka ia telah mencintai kami! (Biharul Anwar, al Majlisy 3/51).

Berangkat dari ideologi tersebut Sejarah telah membuktikan bagaimana keji dan jahatnya kaum Syi’ah terhadap kaum muslimin:

  1. Abdulloh bin Saba’ (pendiri sekte Syi’ah) telah menghasut kaum munafiqin untuk membunuh Usman bin Affan sampai beliau syahid.
  2. Salah seorang menteri Syi’ah ‘Ali bin Yaqtin di zaman Harun ar Rasyid telah berkhianat dengan membunuh 100 orang ahlu sunnah dengan meruntuhkan atap penjara.
  3. Kelompok sempalan Syi’ah al Qoromithoh pernah membunuh jama’ah haji dan merampas harta mereka.
  4. Mereka juga membantu pasukan mongol untuk menguasai Bagdad dengan dibantu salah seorang menteri syi’ah pengkhianat yaitu Ibnu al Qomi sehingga runtuhlah khilafah Islamiyyah yang berpusat di Bagdad.
  5. Mereka juga membantu Pasukan Tartar untuk menyerang Damaskus.
  6. Para ahli sejarah menjelaskan bahwasanya Perang Salib itu pun tejadi karena siasat licik dari syi’ah.
  7. Bergabungnya pasukan Daulah Fathimiyyun (yang bermarkas di Mesir) dengan Pasukan Perancis melawan pasukan Nuruddin Mahmud.
  8. Mereka juga bersepakat dengan Pasukan Salib untuk menjaga Kairo dari serangan Nuruddin Mahmud dan mereka memberikan 200 ribu dinar setiap tahun bagi Pasukan Salib.
  9. Mereka juga melakukan pengkhianatan dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap Pedang Islam Sholahuddin al Ayyubi.
  10. Khilafah Utsmaniyyah yang berpusat di Istanbul Turki terpaksa menarik pasukan penakluknya dari Nimsa karena serangan Daulah Sofwiyyah Iran. Berkata salah seorang orientalis: “Seandainya bukan karena Sofwiyyah tentu kita di Belgia dan Perancis telah membaca al Qur’an seperti di al Jazair sekarang”.
  11. Pada tahun 1405 H tepatnya 18 Juni 1985 Pemerintah Syi’ah Amal menyerang al Mukhaimat penduduk Palestina di Beirut dan membunuh ribuan orang termasuk pasien dan perawat yang berada di dalam rumah sakit yang kebanyakan jasadnya berpisah dari badannya serta menghancurkan lebih dari 90 % bangunannya. Hal tersebut memudahkan Pasukan Israil menguasai Beirut.
  12. Tahun 1406 H televisi Saudi menayangkan bahan TNT (high eksplosif) yang dimasukkan oleh Iran ke dalam kota suci Makkah untuk menghancurkan tanah Haram namun Alloh menjaganya.
  13. Pada tahun 1407 H kaum syi’ah mengadakan demonstrasi di tanah Haram dengan alasan protes terhadap Amerika dan membunuh 402 orang diantaranya 85 pasukan keamanan, padahal satu pun tidak ada Amerika di tempat itu.
  14. Pada tanggal 15 Januari 2004 salah seorang salah seorang Wakil Parlemen Iran Muhammad ‘Ali Abtohy dalam sebuah Mu’tamar mengatakan: “Negara Iran telah memberikan bantuan yang sangat besar kepada Amerika sehingga mereka bisa masuk menguasai kota Kabul dan Bagdad dengan mudah”.
  15. Mereka juga menyiksa, menggantung ulama-ulama ahlu sunnah di Iran dan menghabisi siapa saja yang tidak mau ikut keyakinan Syi’ah.
  16. Kita juga menyaksikan begitu beraninya preman-preman mereka di Indonesia menyerang komplek pondok pesantren adz Dzikro.
  17. Mereka juga melakukan penyerangan, pengeboman, pembunuhan selama bertahun-tahun di negeri Yaman dengan dibantu enak emasnya yaitu kelompok Hutsi Syi’ah. Jika mereka sudah menguasai Yaman yang berbatasan dengan Saudi Arabia maka mereka dengan mudah akan menembakkan rudal-rudal balistik ke arah Makkah dan Madinah.
  18. Kita juga menjadi saksi sejarah bagaimana mereka kembali berulah pada ibadah haji tahun ini sehingga jatuh korban yang tidak sedikit di Mina.
  19. Kita juga menjadi saksi sejarah bagaimana mereka (Iran dengan sayap militer Syi’ahnya yaitu Hizbulloh, Syi’ah Nushairiyyah) bekerja sama dengan negara negara Komunis Rusia, Cina, untuk membantai ahlu sunnah di Suriah sampai detik ini.

Maka  hendaknya para pendidik memperingatkan tentang bahaya terorisme ini terutama bahaya laten Syi’ah di tanah air kita tercinta ini karena mereka  telah bersiap melakukan revolusi sebagaimana pendahulu mereka Khumaini telah merubah negeri Iran yang dahulu mayoritas Sunni menjadi negara Syi’ah. Terlebih ribuan pemuda Islam Indonesia sedang didik di Iran dan Libanon untuk mewujudkan revolusi tersebut. Wallohul musta’an.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *