Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Aqidah / FIQIH HADITS : HADITS TENTANG NIAT Bag.1
KLIK UNTUK BERINFAK

FIQIH HADITS : HADITS TENTANG NIAT Bag.1

Hadist Pertama

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب قال : سمعت رسول الله يقول : ( إنما الأعمال بالنيات ، وإنما لكل امرئ ما نوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ) . رواه البخاري ومسلم

Faidah-faidah Hadits :

  1. Hadits ini termasuk hadits yang penting yang poros islam berpijak pada hadist ini.
  • Abu Abdilah rahimahullah berkata :

ليس في أخبار النبي أجمع وأغنى فائدة من هذا الحديث

“Tidak ada dalam hadist-hadist Nabi yang lebih mencakup dan paling kaya faidah melebihi hadist ini

  • Imam Asy-Syafi’I rahimahullah berkata :

يدخل في سبعين باباً من أبواب العلم

“hadist ini masuk ke dalam 70 bab ilmu.

  1. Karena pentingnya hadist ini, Imam Bukhari mengawali kitab shahih dengan hadist ini. Imam Nawawi juga mengawali dalam kitabnya : Al Adzkar, Riyadhus Sholihin dan Arbain Nawawi dengan hadits ini.
  2. ‘Ulama berbeda pendapat tentang makna (إنما الأعمال بالنيات ، وإنما لكل امرئ ما نوى ) apakah ini adalah dua kalimat yang maknanya sama atau maknanya berbeda? Yang benar adalah pendapat yang pertama
    1. (إنما الأعمال بالنيات ) adalah sebab, Nabi menjelaskan bahwa setiap amalan harus ada niatnya, setiap amalan yang dilakukan oleh orang yang berakal, melakukan atas kemauannya sendiri, pasti ada niatnya. Tidak mungkin orang yang berakal, melakukan atas kemauannya sendiri dapat melakukan sesuatu amalan tanpa niat
    2. ( وإنما لكل امرئ ما نوى ) adalah hasil dari amalan berikut jika amal tersebut diniatkan untuk Allah dan pahala di akhirat kelak, maka engkau akan mendapatkannya. Dan jika diniatkan untuk dunia, engkau tidak akan mendapatkan kecuali sesuai yang engkau niatkan
  3. Wajib mengikhlaskan niat kepada Allah ta’ala, karena semua amalan Nabi semata-mata hanya untuk Allah. Telah banyak dalil yang menjelaskan bahwa amalan tidak akan diterima kecuali jika ikhlas untuk Allah ta’ala semata, baik dari al-qur’an maupun dari hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantaranya
    1. Allah ta’ala berfirman :

﴿ وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الديــن حنفاء .. ﴾

 “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

( إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصاً ) رواه النسائي.

“ Sesungguhnya Allah tidak akan menerima sesuatu amalan kecuali jika pelakunya ikhlas ( HR. Nasa’I )

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

( بشـــر هذه الأمة بالتمكين والرفعــــة  ، من عمل منهم عمل الآخرة للدنيا لم يكن له في الآخرة من نصيب ) . رواه أحمد

“ Berikan kabar gembira kepada ummat ini dengan kemenangan dan kejayaan, barang siapa diantara mereka yang mengerjakan amalan akhirat untuk tujuan dunia maka dia tidak akan mendapatkan bagian(pahala) diakhirat”.

  1. Ikhlas adalah : Membersihkan amalan dari mengharapkan perhatian dan pujian makhluk.
  2. Segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla, jika dilakukan karena kebiasaannya, tidak mendapatkan pahala walaupun ibadahnya sah, sampai dia bermaksud untuk medekatkan diri kepada Allah dengan amalan tersebut.
  3. Ikhlas merupakan syarat diterimanya amal ibadah, ‘Ulama menjelaskan ibadah akan diterima oleh Allah apabila memenuhi 2 syarat :
    1. Ikhlas dalam ibadahnya karena Allah
    2. Mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
  4. Hijrah adalah berpindah dari Negara kafir menuju Negara islam.
  5. Hukum Hijrah ada dua :
  6. Wajib : Jika seseorang tidak bisa melaksanakan ajaran agamanya.
  7. Sunnah : Jika seseorang bisa menjalankan ajaran agamanya
  8. Hijrah akan tetap ada sampai hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

( لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبـة ، ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها ) . رواه أبو داود

“Hijrah tidak akan terputus sampai terputusnya taubat, dan taubat tidak akan terputus sampai terbitnya matahari dari arah barat”. 

 

Pondok tahfid zputri Al-Mahmud Aik Ampat, Ahad 17 Jumadal Akhir 1439 H/4 Maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad makki


Refrensi :

  • Syarah Umdatul Ahkam Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *