Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Hukum Islam / Faedah dari berpuasa
KLIK UNTUK BERINFAK

Faedah dari berpuasa

Faedah dari berpuasa

Sesungguhnya Alloh mempergilirkan hari, bulan dan tahun dengan tujuan yang sangat dalam dan agung. Diantara hari dan bulan tersebut ada yang diutamakan atas yang lainnya seperti hari jum’at dan  bulan romadhon. Tentunya di balik keutamaan bulan romadhon terdapat manfaat yang sangat banyak bagi para hamba, diantaranya:

1.Kesempatan menambah kebaikan dan amalan sholih.

Amalan seorang hamba diganjar oleh Alloh 10 kali lipat sampai 700 kali lipat kecuali puasa hanya Alloh yang Maha Mengetahui banyaknya ganjaran bagi orang yang berpuasa dengan benar. Dari Abu Hurairoh , Rasululloh bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Semua amalan anak Adam dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Alloh Ta’ala berkata : “Kecuali puasa karena puasa itu untukKu dan Aku yang akan mengganjarnya (HR. Muslim 1151).

2. Kesempatan untuk menggugurkan dosa-dosa.

Rasululoh bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa romadhon dengan iman dan mengharap pahala maka ia diampuni dosa yang terdahulu (HR. al Bukhori 37).

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang sholat (malam) pada bulan romadhon dengan iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu (HR. 759).

3. Kesempatan untuk dapat terhindar dari neraka. Rasululloh bersabda:

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ

Sesungguhnya Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka (pada bulan romadhon) dan itu ada pada setiap malam (HR. Ibnu Majah 1643 dengan derajat yang shohih dan dikeluarkan pula secara lengkap oleh  Al Bazzar 3142 dan Ahmad II/254, lihat Shohih at Targhib wa at Tarhib 1002 ). Rasululloh juga bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ جَعَلَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ خَنْدَقًا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Alloh, maka Alloh akan menjadikan antara dia dan neraka parit (yang jaraknya) sebagaimana antara langit dan bumi (HR. at Tirmidzi 1624, berkata Syaikh Albani dalam Shohih at Targhib: “Hasan Shohih”, lihat As Shohihah 563).

4. Melatih seorang mukmin untuk menjadi orang-orang yang ikhlas. Yang demikian itu karena puasa merupakan amalan rahasia antara hamba dan Penciptanya. Tidaklah ia dapat melakukan puasa dengan sempurna dan menghindari semua larangannya kecuali bagi orang-orang yang ihklas. Alloh Ta’ala berfirman tentang terhindarnya nabi Yusuf dari perbuatan keji :

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ 

Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang  ikhlas (QS. Yusuf: 24).

5. Menguatkan barisan kaum muslimin.

Dengan berkumpulnya mereka di masjid untuk ibadah di bulan ini terjalinlah ukhuwwah islamiyyah yang dibangun di atas keimanan yang satu . Alloh Ta’ala berfirman:

 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ 

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu (QS. Al Anfaal: 46).

6. Menguatkan semangat dan menghindari futur dalam beribadah. Dari Abu Hurairah t dari Nabi r bersabda:

« إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ »

Sesungguhnya agama itu mudah dan tidak ada  seseorang yang membuatnya berat kecuali agama akan mengalahkannya maka luruslah, bersahajalah, sampaikanlah kabar gembira dan minta tolonglah (untuk melakukan keta’atan tatkala bersemangat) di waktu pagi, sore dan malam hari (HR. Al Bukhori 5673).

7. Memupuk rasa solidaritas terhadap kaum faqir dan miskin yang selalu berteman dengan kelaparan dan berselimutkan kesusahan sehingga mendorong untuk selalu bersyukur dengan nikmat Alloh kepada dirinya. Dari Anas t dari Nabi r bersabda:

« لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ »

Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai ia menyukai untuk saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya (HR. Bukhori 13). Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha Rasululloh bersabda:

لَيْسَ بِالْمُؤْمِنِ الَّذِي يَبِيْتُ شَبْعَانًا وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلىَ جَنْبِهِ

Tidaklak seseorang itu dikatakan orang yang beriman jika ia bermalam dengan perut kenyang sementara tetangganya lapar di dekatnya (HR. al Hakim, Shohih lighairi, lihat Shohih at Targhib 2563).

8. Puasa akan membiasakan seseorang untuk selalu mengawasi dan mengontrol jiwanya serta mengarahkannya kepada tujuan hidup sebenarnya yaitu meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS. As Syams: 9-10).

9. Menjaga keseimbangan dan kelangsungan system pencernaan di dalam tubuh manusia. Jika mesin harus selalu diservice agar tidak rusak, bagaimana lagi dengan usus manusia?

فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ

Berikanlah setiap yang mempunyai hak itu haknya (HR. Bukhori 1967).

Wallohul Muwaffiq

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *