Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Adab / Etika Di Dunia Maya dan Menggunakan HP
KLIK UNTUK BERINFAK

Etika Di Dunia Maya dan Menggunakan HP

Etika Di Dunia Maya dan Menggunakan HP

Termasuk dari anugerah Alloh Ta’ala kepada manusia di zaman ini adalah dikaruniakan untuk mereka berbagai teknologi canggih yang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan mereka. Umur mereka memang tidak sepanjang kaum terdahulu dan fisik mereka tidak sekuat orang dulu namun dengan fasilitas yang serba modern mereka bisa berbuat lebih dari pendahulu mereka. Disamping banyaknya manfaat positif dari teknologi tersebut, tidak dapat dipungkiri juga bahwa di sisi lain hal itu merupakan fitnah (ujian) bagi kaum beriman yang dapat membahayakan  iman, akhlaq bahkan akal mereka . Oleh karena itu ada beberapa adab yang harus diperhatikan bagi pengguna internet dan HP agar bisa menjauh dari fitnah tersebut:

1. Adab berinternet

  1. Hendaknya bertanya kepada ahlinya yang tsiqoh tentang cara mengoperasikan internet dengan benar sehingga bisa menghemat waktu, biaya dan tenaga. Dalam hal ini Alloh Ta’ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (QS. an Nahl: 43).

2. Menghindari situs-situs yang asing yang tidak ada hubungannya dengan tujuan sebenarnya sehingga waktunya menjadi tersia-siakan. Rasululloh menjelaskan tentang kehidupan seorang yang beriman:

وَإِنَّهُ لاَ يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلاَّ خَيْرًا

Sesungguhnya umur seorang yang beriman tidak menambah baginya kecuali kebaikan (HR. Muslim 2682).

Berkata Ibnul Mubarok : “Sesungguhnya orang-orang yang berilmu tidak aman dari empat hal : Dosa yang telah lampau yang ia tidak tahu apa yang akan diperbuat Robb ‘azza wa jalla padanya, Umur yang telah berlalu yang ia tidak tahu kehancurann apa di dalamnya, Karunia yang diberikan kepada seorang hamba yang itu adalah tipuan dan istidroj serta kesesatan yang disangka hidayah dan Kecendrungan hati sesaat kepada kesesatan yang bisa mencabut agama seseorang sedangkan ia tidak menyadarinya” (Siyar A’lam an Nubala 8/406).

3. Menjauhi situs-situs porno atau kelompok-kelompok sesat. Alloh Ta’ala berfirman mensifati ciri penduduk surga :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ ** فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ

Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya) (QS. An Naazi’at: 40-41).

Dari Abu Barzah al Aslami dari Rasululloh bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَىِّ فِى بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلاَّتِ الْهَوَى

Sesungguhnya yang paling aku takutkan bagi kalian adalah syahwat yang memperdaya pada perut dan kemaluan kalian dan hawa nafsu yang menyesatkan (HR. Ahmad, at Thobroni dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Shohih at Targhib 52).

4. Menundukkan pandangan.

Karena dunia internet merupakan hutan belantara yang tidak bertepi dan masih dikuasai orang kafir dan fajir maka syarat mutlak bagi seorang yang ingin menjaga dirinya adalah menundukkan pandangan. Alloh Ta’ala berfirman:

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati (QS. Ghaafir: 19).

Mujahid berkata: “Yang dimaksud adalah pandangan mata kepada apa yang diharamkan Alloh Ta’ala” (Tafsir al Baghawi juz 7 hal.144).

5. Tidak mengikuti langkah-langkah syaiton.

Jika ada perintah untuk mengklik ikon tertentu maka janganlah terpedaya karena bisa jadi itu adalah jerat syaiton bagi anda. Allloh Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar (QS. An Nuur: 21).

6. Tatsabbut (Mencari kejelasan berita)

Karena semua orang bisa menulis apa saja yang ia sukai di internet dengan berbagai motif dan tujuan maka hendaknya seorang muslim tabayyun dan tatsabbut dalam menerima semua informasi. Alloh ‘Azza wa jalla berfirman menerangkan sifat kaum munafiqin yang sangat cepat menyebarluaskan desas-desus tanpa tabayyun terlebih dahulu kepada ‘alim ulama dan orang yang berkompeten:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri (QS. An Nisaa’: 83).

b. Adab menggunakan Hand Phone atau yang sejenisnya

  1. Tidak menelpon di waktu-waktu istirahat kecuali ada sesuatu yang sifatnya sangat mendesak.
  2. Memastikan tentang nomor yang akan dituju sehingga tidak nyasar ke orang lain sehingga akan membangunkan orang yang tertidur, mengganggu orang yang sakit dan menyibukkan orang lain.
  3. Mengucapkan salam terlebih dahulu bukan kata “hallo”.
  4. Jika ditanyakan “Siapa ini?” Maka hendaknya menjawab dengan nama bukan dengan : “Saya”! (jika tidak dikenal nomornya atau telah ganti nomor HP).
  5. Berbicara seperlunya, tidak memperpanjangnya tanpa diperlukan.
  6. Tidak melunakkan suara bagi perempuan. Alloh Ta’ala berfirman:

فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik (QS. Al Ahzab: 32).

7. Tidak dibenarkan menelpon ajnabi yang bukan mahrom untuk sekedar berbasa-basi atau menanyakan keadaannya bukan karena keperluan yang dibenarkan secara syar’i.

8. Tidak menggunakan nomor pribadi sekedar untuk mempermainkan saudaranya.

9. Menghindari perkataan bohong dan canda yang berlebihan.

10. Jika dalam menelpon kemudian pemilik HP tujuan menutupnya maka hendaknya sang penelpon tidak menghubunginya lagi sebagaimana jika seseorang bertamu kemudian sohibul bait mengatakan :”Kembali saja!” maka hendaknya tamu itu segera pergi.

11. Menghindari ghibah selama menelpon.

12. Jika mengganti nomor HP dianjurkan untuk memberitahukan sahabat atau sanak kerabatnya sehingga tidak terputus silaturrahmi antara mereka.

13. Meminta maaf jika ternyata salah sambung.

14. Menon-aktifkan HP atau tidak menggunakan nada dering (silent) tatkala belajar, mengajar dan terutama ketika sholat.

15. Jika ternyata lupa menonaktifkan HP kemudian ditengah-tengah sholat berdering maka orang tersebut wajib untuk mematikannya sekalipun berkonsekwensi menimbulkan gerakan di dalam sholat karena menjaga kekhusyu’an jama’ah sholat lebih diutamakan. Sebagaimana juga Nabi pernah bergerak tatkala sholat untuk membukakan ‘Aisyah sholat sedangkan pintu berada di arah kiblat, Ketika sholat gerhana beliau pernah maju kemudian mundur sebagaimana juga beliau pernah naik mimbar tatkala berdiri dan rukuk kemudian turun mimbar di waktu sujud. Ini semua menunjukkan bahwa beliau melakukan lebih dari tiga gerakan.

Syaikh Muhammad al Utsaimin menjelaskan gerakan yang dapat membatalkan sholat ada tiga : “Gerakan tersebut sangat lama secara ‘urf, tidak karena darurat dan dilakukan terus menerus tanpa ada jedanya”(Syarh al Mumti’ 3/194). Dalil yang lain adalah firman Alloh Ta’ala :

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا

Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), Maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan (QS. al Baqoroh: 239). Dan telah dimaklumi bersama berjalan akan menimbulkan banyak gerakan namun dimaafkan karena darurat. Wallohu A’lam.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Kiat-kiat meraih kelezatan ibadah di bulan penuh berkah

Kiat-kiat meraih kelezatan ibadah di bulan penuh berkah Bulan romadhon…bulan yang membawa suka cita bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *