Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / depan / Dalil disyariatkannya i’tikaf pada selain bulan ramadhan
KLIK UNTUK BERINFAK

Dalil disyariatkannya i’tikaf pada selain bulan ramadhan

Dalil disyariatkannya i’tikaf pada selain bulan ramadhan :

Apa yang telah disebutkan dari hadits Ummul Mukminin Aisyah – radhiallahu anha – beliau berkata :

كان رسول الله – صلى الله عليه و سلم – يعتكف في كل رمضان فإذا صلى الغداة دخل مكانه الذي اعتكف فيه , قال : فاستأذنته عائشة أن تعتكف , فأذن لها , فضربت فيه قبة , فسمعت بها حفصة , فضربت قبة , و سمعت زينب بها فضربت قبة أخرى , فلما انصرف رسول الله – صلى عليه و سلم – من الغداة أبصر أربع قباب , فقال : “ما هذا ؟” فأخبر خبرهن , فقال : “ما حملهن على هذا ؟” آلبر ؟ انزعوها و فلا أراها “. فنزعت , فلم يعتكف في رمضان , حتى اعتكف في آخر عشر من شوال .

Artinya : “Adalah Rasulullah – shallallahu alaihi wa sallam –, i’tikaf pada tiap bulan ramadhan, apabila beliau selesai dari sholat shubuh, beliau masuk ke tempat i’tikaf beliau. Berkata Rowi : Kemudian Aisyah meminta izin kepada beliau untuk beri’tikaf , maka Rasulullah – shallallahu alaihi wa sallam – mengizinkannya , kemudian Aisyah membuat kemah di tempat tersebut, lalu Hafshoh mendengarnya , kemudian dia pun membuat kemah . Kemudian Zainab mendengarnya , kemudian dia pun membuat kemah. Maka ketika Rasulullah – shallallahu alaihi wa sallam – kembali dari sholat shubuh , beliau melihat 4 (empat) kemah , kemudia berkata ; “Apa ini ?”, kemudian beliau dikabarkan apa yang terjadi , maka beliau berkata : “Apa yang membuat mereka melakukan hal ini ? , apakah termasuk perbuatan baik ? , lepaskanlah hingga aku tidak melihatnya”.Kemudian kemah-kemah itu dilepas, dan beliau tidak beri’tikaf pada bulan ramadhan sehingga beliau beri’tikaf pada 10 (sepuluh) hari terakhir bulan syawal”[1]

Dan dari Umar bin Khottob – radhiallahu anhu – bahwasanya beliau berkata :

يا رسول الله , إني نذرت في الجاهلية أن أعتكف ليلة في المسجد الحرام , فقال له النبي – صلى الله عليه و سلم – : أوف نذرك , فاعتكف ليلة .

Artinya : Wahai Rasulullah , sesungguhnya aku bernadzar pada masa jahiliyyah untuk beri’tikaf 1 (satu) malam di masjid al haram , maka Nabi – shallallahu alaihi wa sallam – bersabda : “Tunaikanlah nadzarmu”. Kemudian Umar beri’tikaf 1 (satu) malam.[2]

Sumber bahan : Kutaib Fiqhul I’tikaf – Karya Syaikh Amr Abdul Mun’im Salim

 


[1] .Hadits shohih dikeluarkan oleh sekelompok ulama dari jalan Yahya bin Said Al Anshori, dari Amroh, dari Aisyah.Dan hadits ini terdapat didalam shohih Bukhari 2/69.

[2] .Hadis shohih dikeluarkan oleh sekelompok ulama dari jalan nafi’, dari ibnu ‘umar, dari ‘umar – Radhiallahu ‘Anhu -.Dan hadits ini terdapat didalam shohih Bukhari 2/69 – 70

 

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *