Senin , Desember 10 2018
Breaking News
Home / Naskah Khutbah / Khutbah Jum'at / Anjuran Bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir bulan ramadhan

Anjuran Bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir bulan ramadhan

Anjuran Bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir bulan ramadhan

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memujiNya dan memohon pertolongan serta ampunan kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal keburukan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat
memberinya petunjuk. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanya Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepadanya, keluarganya, dan seluruh sahabatnya.

 أما بعد: فيا عباد الله: أوصيكم ونفسي أولاً بتقوى الله تعالى وطاعته

Jama’ah jumat yang dimuliakan Allah ta’ala…

Bertakwalah kepada Allah ta’ala, dan ambillah pelajaran dari cepat berlalunya waktu, ketahuilah, dengan itu bahwa ajalmu semakin dekat, dan waktu-waktu tersebut adalah tempat disimpannya amal-amal kalian, maka titipkan amalan yang akan membahagiakanmu pada hari hisab, yaitu pada hari dikatakan kepada orang yang berbuat kebaikan :

كلوا واشربوا هنيئا بما أسلفتم في الأيام الخالية

Artinya : kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.(Q.S Al Haqqah: 24).

Janganlah menitipkan amalan yang akan membuatmu sedih pada hari orang yang lalai mengatakan :

ياليتني قدمت لحياتي

Artinya : Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”.(Q.S Al Fajr: 24).

Kaum muslimin rahimakumullah…

Ketahuilah, bahwa kita sekarang berada pada hari-hari yang paling utama dalam bulan Ramadhan. Kita telah melewati 20 hari pertama dari bulan Ramadhan, dan sekarang kita berada pada 10 hari terakhir, maka barangsiapa yang berbuat kebaikan pada awal dari 10 terakhir ini, dan bertambah kesungguhannya, maka ia telah menambah kebaikan di atas kebaikan, dan meraih keutamaan hari-hari yang yang lebih utama dari hari-hari sebelumnya. Dan barangsiapa yang melalaikan hari-hari sebelum 10 terakhir, maka ia tinggal mendapatkan sisanya, hendaknya ia bertaubat kepada Allah ta’ala karena kelalaiannya, semoga Allah mengampuni kesalahannya yang telah lalu dan memberinya taufiq untuk waktu yang akan datang, karena amalan itu dilihat di akhirnya.

Hamba Allah rahimakumullah…

Bulan Ramadhan ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya, walaupun seluruh kehidupan seorang muslim adalah kesempatan yang agung dan mutiara yang berharga untuk beribadah, namun bulan Ramadhan ini telah Allah ta’ala khususkan dengan keutamaan yang besar, disyariatkannya amalan yang tidak ada pada bulan lain, yaitu syariat puasa Ramadhan yang telah Allah jadikan sebagai salah satu rukun islam, Allah telah mengkhususkan ibadah puasa Ramadhan hanya untuk diriNya, Allah berfirman dalam hadits qudsi :

الصوم لي و أنا أجزي به

 Artinya : Puasa itu untukKu dan akulah yang akan membalasnya

Allah telah mengkhususkan puasa dengan 2 keutamaan:

Pertama : Allah meyandarkan puasa kepada diriNya, dimana Allah berfirman : (puasa itu untukku), penyandaran ini mengandung kemuliaan puasa.

Kedua : Bahwa Allah lah yang akan membalas pahala orang yang berpuasa, hal ini mengandung keagungan dan banyaknya pahala puasa yang tidak diketahui banyaknya kecuali Allah ta’ala.

Allah mensyariatkan qiyamullail pada bulan ini dengan melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah di masjid, Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- mengabarkan :

أن من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلته

Artinya : Bahwasanya barangsiapa yang berdiri (mengerjakan sholat) bersama imam hingga imam pergi, (maka) ditulis baginya pahala sholat semalam.

أن من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : Bahwasanya barangsiapa yang melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Muttafaq alaihi

Demikianlah, kita dapat melihat bahwa hari-hari pada bulan ini disibukkan dengan amal ibadah, siang harinya untuk berpuasa, malamnya untuk sholat Tarawih, hal ini akan mengumpulkan 2 jihad dalam jiwa seorang mukmin : Pertama : Jihad di siang hari untuk berpuasa. Kedua : Jihad di malam hari untuk melaksanakan sholat Tarawih, sedangkan jihad membutuhkan kesabaran, oleh karena itu bulan Ramadhan dinamakan bulan Kesabaran, Allah ta’ala telah berfirman

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

Artinya :  Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(Q.S Az Zumar: 10).

Maka barangsiapa yang telah mengumpulkan 2 jihad ini, dan bersabar atas keduanya, maka akan dicukupkan pahala baginya tanpa batas. Adapun orang yang meninggalkan sholat Tarawih karena malas, maka ia telah membiarkan malam berlalu begitu saja tanpa keutamaan yang telah Allah khususkan, dan ia tidak bersabar atas salah satu dari ke dua macam jihad tadi, ia telah menghalangi dirinya untuk mendapatkan ganjaran yang agung. Maka perhatikan wahai orang-orang yang tidak melaksanakan sholat Tarawih sepanjang bulan Ramadhan atau di kebanyakan malam-malam Ramadhan.

Allah ta’ala mensyariatkan untuk memperbanyak membaca Al Quuran pada bulan ini, Allah berfirman :

شهر رمضان اللذي أنزل فيه القران

Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran.(Q.S Al Baqarah: 185).

Dan diantara hal yang disyariatkan pada bulan Ramadhan ini adalah semakin bersungguh-sungguh untuk beribadah pada 10 hari terakhir, karena hari-hari tersebut adalah hari pembebasan dari neraka bagi orang yang berhak memasuki neraka apabila mereka bertaubat dari dosa-dosanya dan bersungguh-sungguh untuk beribadah pada hari-hari terakhir dengan niat yang baik.

Dan karena pada malam-malam terakhir ini, Rasulullah semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah, beliau menghidupkan malam-malamnya dengan sholat Tahajjud dan qiyamullail, beliau juga beriktikaf di masjid untuk beribadah pada malam maupun siangnya. Maka dengan bersungguh-sungguh pada hari-hari ini, telah mencontoh Nabi –shallallahu alaihi wa sallam-.

Dan karena hari-hari ini adalah hari yang diharapkan terjadi padanya Lailatul Qadr, Allah berfirman :

ليلة القدر خير من ألف شهر

Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.(Q.S Al Qadr: 3).

Yaitu: beramal pada mala mini lebih baik daripada beramal pada 1000 bulan yag tidak ada di dalamnya malam lailatul qadr, Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :

من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : Barangsiapa yang melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Dan mendirikan Lalatul Qadr hanya;ah bisa di dapat dengan keyakinan dalam beribadah di seluruh hari-hari bulan Ramadhan, terlebih lagi pada 10 malam terakhir, karena pada malam terakhir ini adalah waktu yang lebih pasti. Malam Lailatul Qadr tidak tentukan pada satu malam tertentu, karena Allah ta’ala menyembunyikannya agar hambaNya semakin bersungguh-sungguh dalam mencarinya dan senantiasa menghidupkan malam-mala bulan Ramadhan agar bisa mendapatkan malam Lailatul Qadr, dengan begitu mereka akan semakin banyak beramal dan semakin bertambah pula pahala yang akan di dapat, dan agar terbedakan antara orang yang bersunguh-sungguh dan orang pemalas.

Maka bersungguh-sunnguhlah pada 10 malam terakhir yang merupakan penutup bulan Ramadhan dan merupakan hari pembebasan dari api neraka, sebagaimana dalam hadits :

إنه شهر أوله رحمة , و أوسطه مغفرة , و آخره عتق من النار

Artinya : Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Maka seorang muslim yang diberi taufiq oleh Allah untuk beramal pada bulan ini, dia mendapatkan rahmat, ampunan, dan dibebaskan dari neraka, sholat malam pada malam Lailatul Qadr dengan keimanan dan mengharap pahala, maka dia pantas mendapat kemenangan pada bulan ini, dan mendapatkan derajat yang tinggi karena amalan yang ia kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- telah mengkhususkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan beberapa amalan yang beliau kerjakan, diantaranya : menghidupkan malam-malamnya dengan sholat tahajjud dan qiyamullail, beliau membangunkan anggota keluarganya, yang kecil maupun yang besar yang sanggup untuk melaksanakan qiyamullail, ini adalah hal yang dilalaikan oleh kebanyakan orang sehingga mereka membiarkan anggota keluarganya menghidupkan malam dengan bermain-main dan hal yang sia-sia, berteriak di jalan-jalan ataupun duduk-duduk di rumah menyaksikan film dan sinetron, mendengarkan nyanyian sepanjang malam bulan Ramadhan, mereka ini tidak dapat mengambil manfaat dari perbuatan yang mereka lakukan kecuali hanya dosa, kemudian apabila datang pagi, mereka tidur sampai-sampai meninggalkan sholat-sholat wajib, karena memang mereka tumbuh dengan tidak adanya rasa hormat terhadap bulan Ramadhan, ini semua adalah hasil kelalaian orang tua mereka, sungguh ini adalah seburuk-buruknya pendidikan. Pada hari kiamat kelak, Allah akan bertanya tentang kelalaian mereka dalam mendidik anak mereka, Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

كلكم راع و كلكم مسؤول عن رعيته

Artinya : Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.

Dan diantara amalan yang Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- khususkan pada 10 malam terakhir Ramadhan adalah : I’tikaf, yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah, dan tidak keluar dari masjid kecuali karena kebutuhan mendesak, kemudian kembali lagi. Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam-  beri’tikaf pada 10 malam terakhir dengan memutus segala kesibukannya dan menyibukkan pikiran, menyendiri untuk bermunajat, berdzikir dan berdoa kepada Allah. Maka bersungguh-sungguhlah –semoga Allah merahmati kalian- pada 10 malam terakhir ini, yang merupakan penutup bulan Ramadhan, yaitu malam-malam yang diharapkan bertepatan dengan malam Lailatul Qadr, perbanyaklah duduk di masjid dengan berdzikir dan membaca Al Quran apabila tidak mampu beri’tikaf.

Artinya : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.(Q.S Ali Imran: 133-136).

 

Sumber Khutbah : Maktabah Syamilah

Khutbah Syaikh Abdurrahman Assudais – Hafidzahullah –

Alih Bahasa : Yanuarizki Wofi Amalia

Dikoreksi Oleh : Ustadz Bahrul Ulum Ahmad

 

 

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it