Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Akhlaq / Amanah mulai hilang… ?
KLIK UNTUK BERINFAK

Amanah mulai hilang… ?

Amanah mulai hilang… ?

Pengertian Amanah

Amanah secara bahasa adalah lawan dari khianat. Asal katanya diambil dari kata “Aman” yang artinya ketenangan jiwa dan hilangnya rasa takut (Lisanul ‘Arob 13/21, al Misbahul Munir 1/24). Berkata al Munawi : “Amanah adalah semua hak yang wajib engkau tunaikan dan jaga” (Faidhul Qodiir 1/288).

Urgensi menunaikan amanah

  1. Menunaikan amanah adalah sifat para Nabi dan Rasul

Sifat tersebut disebutkan lima kali secara berturut-turut dalam surah as Syu’araa’. Oleh Nabi Nuh (ayat 107), Nabi Huud (125), Nabi Sholih (143), Nabi Luth (162), dan Nabi Syu’aib (178).Mereka semua mengatakan : “إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ “Sesungguhnya aku adalah Rasul yang terpercaya bagi kalian”. Demikian juga diantara nama malaikat Jibril adalah “ar ruhul Amiin”.

  1. Merupakan sifat dan perangai hamba-hamba yang mukmin yang beruntung. Alloh Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (QS. al Mu’minun: 8). Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak mempunyai iman orang yang tidak amanah” (HR. Ahmad 3/154, Shohihul Jaami’ 7179).

  1. Indikasi kesempurnaan iman dan Islam seseorang.

Dari Ibnu ‘abbas rodhiyallohu ‘anhuma dari Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tanda orang munafiq ada tiga macam: Jika berbicara ia berbohong, Jika bernjanji ia mengingkari dan jika diberikan amanah ia mengkhianati” (HR. al Bukhori 33, Muslim 59).

Yakni jika diamanahi oleh orang berupa harta, rahasia, atau anak-anak atau yang lainnya justru ia berkhianat –wal ‘iyadzu billah- dan ini termasuk tanda-tanda kemunafikan (Syarh Riyadhush Sholihin Syaikh al Utsaimin 4/48).

Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak akan berkumpul iman dan kufur dalam hati seseorang, tidak akan bergabung antara kedustaan dan kejujuran dan tidak akan berkumpul khianat dan amanah” (HR. Ibnu Wahb dalam “Al Jaami’ 73, 83) dan dishohihkan oleh syaikh Albani dalam as Shohihah 1050).

  1. Tegaknya urusan di bumi dan langit karena amanah (lihat QS.al ahzab: 72-73). Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” (HR. Al Bukhori 59).
  2. Generasi sahabat adalah generasi ummat Islam terbaik karena mereka adalah orang-orang yang sangat amanah.. Berkata Nafi’ : “Ibnu ‘Umar pernah thawaf tujuh putaran dan sholat dua roka’at. Berkata salah seorang dari Quraisy: “Alangkah cepatnya engkau thawaf dan sholat wahai Abu abdirrahman?!”. Maka Ibnu ‘Umar berkata: “Kalian lebih banyak thawaf dan sholat daripada kami tetapi kami lebih baik dari kalian dengan kejujuran dalam berbicara, menunaikan amanah dan menepati janji” (Diriwayatkan oleh al Faakihi dalam “Akhbaru Makkah” 1/211, al Adab as Syar’iyyah 4/500).

Bentuk- bentuk Amanah

Amanah sangat beragam bentuknya seperti amanah melaksanakan apa yang diwajibkan oleh Alloh berupa ibadah, amanah harta, kehormatan, jiwa dan ruh, badan dan jasad, amanah ilmu pengetahuan, amanah berupa jabatan dan kepemimpinan umum maupun khusus, amanah persaksian, memutuskan hukum, amanah dalam menulis, amanah dalam menjaga rahasia orang, amanah dalam menjaga penglihatan, pendengaran dan panca indera yang lain, amanah dalam memberikan pendapat tatkala bermusyawarah dan memberikan nasihat. Berkata Syaikh al Utsaimin: “Amanah sangat luas sekali yang dasarnya ada dua macam yaitu amanah dalam hak-hak Alloh yaitu amanah seorang hamba dalam beribadah kepada Alloh dan amanah pada hak-hak manusia” (Syarh Riyadhush sholihin 2/463).

 Teladan Rasululloh dalam Menunaikan Amanah

Manusia yang paling amanah dalam semua lini kehidupannya adalah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam baik sebelum di utus maupun setelah diutus. Bahkan beliau dijuluki “al Amiin” oleh kawan dan lawan beliau. Tatkala Hiraklius bertanya kepada Abu Sufyan: “Apa saja yang (Nabimu perintahkan)? Abu sufyan menjawab: “Ia menyuruh untuk menunaikan sholat, jujur, menjaga kesucian diri, menepati janji dan menunaikan amanah”. Hiraklius menjawab: “Ini adalah sifat seorang Nabi” (HR. al Bukhori 7).Setelah di utus beliau juga menunaikan amanah besar berupa menyampaikan risalah Islam dan beliau sabar dalam menanggung ujian yang begitu berat. Beliau juga adalah orang yang paling bersemangat dalam menunaikan amanah dan titipan orang-orang sekalipun pada waktu yang sangat genting. Hal ini tercermin tatkala akan hijroh ke Madinah dimana beliau mengembalikan semua amanah dan titipan orang-orang (lihat Tarikh at Thobary 2/372).

Amanah orang-orang terdahulu

Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ada seseorang yang membeli sebidang tanah dari orang lain kemudian ia menjumpai timbunan emas di dalam tanah tersebut. Berkata pembeli tanah tersebut: “Ambillah emasmu ini”!, Aku hanya membeli tanah dan tidak membeli emas darimu”. Berkata orang yang menjual tanah : “Aku menjual tanah dan semua yang ada di dalamnya”. Akhirnya mereka berdua mengadukan perkaranya kepada seseorang. Orang tersebut bertanya: “Apakah kalian berdua mempunyai anak?”. Salah satunya menjawab: “Ya, aku mempunyai anak laki-laki” Yang satunya menjawab: “Ya, aku memiliki anak perempuan”. Orang tersebut berkata: “Nikahkanlah anak laki-laki itu dengan anak perempuan tersebut dan infakkan buat keduanya dan bersedekahlah” (HR. al Bukhori 3472, Muslim 1721).

Demikian juga kisah seorang Bani Isroil yang meminjam uang pada orang lain, namun karena ia tidak mendapatkan kapal untuk pergi melunasi hutangnya akhirnya ia melemparkan seribu dinar hutangnya yang ditaruh di dalam kayu dengan surat di dalamnya dengan harapan uang tersebut terdampar di pulau seberang dimana pemilik uang tersebut dapat mengambilnya. Tatkala mendapatkan tumpangan kapal ia pun pergi membawa seribu dinar lagi kepada tempat ia berhutang karena khawatir uang di dalam kayu tersebut tidak sampai kepada pemiliknya (Silahkan lihat al Bukhori 3472, Ahmad 2/348).

Luntur dan hilangnya Amanah pada generasi akhir zaman ini

Dari ‘Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Yang pertama kali akan diangkat dari manusia ini adalah amanah  dan yang terakhir yang akan hilang adalah sholat” (HR. at Thobroni dalam “al Mu’jamus shogir” 1/238, dan dihasankan oleh syaikh Albani dalam Shohihul Jaami’ 2575).

Dari Imron bin Husain rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik kurun adalah masa dimana aku diutus kemudian setelahnya dan setelahnnya…kemudian akan datang suatu kaum yang bersaksi padahal tidak diminta, mewajibkan bagi dirinya sesutau tetapi tidak dilaksanakan, berkhianat dan tidak bisa dipercaya dan akan nampak pada mereka kegemukan” (HR. Ahmad 4/426, Abu Dawud 4659 Shohih at Tirmidzi 2222).

Akhirnya kita memohon kepada Alloh agar bisa menunaikan amanah di dunia ini.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَة

Ya Alloh aku berlindung kepadamu dari kelaparan karena ia adalah seburuk-buruk teman tidur dan aku berlindung dari khianat karena itu adalah sejelek-jelek teman dekat (HR. Abu Dawud 1547, Ibnu Majah 3354 Shohihul jaami’ 2575). Lapar akan menghilangkan dunia dan khianat akan menghilangkan agama. Wallohul musta’an.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Tampil Beda dengan Syaiton

Tampil Beda dengan Syaiton Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *