Rabu , Oktober 21 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Fiqih / MANAJEMEN WAKTU DI BULAN ROMADHON
KLIK UNTUK BERINFAK

MANAJEMEN WAKTU DI BULAN ROMADHON

MANAJEMEN WAKTU DI BULAN ROMADHON[1]

Romadhan adalah musim memanen pahala. Untuk itu seorang muslim sangat perlu untuk memprogramkan semua amal ibadahnya terutama di bulan yang penuh pahala ini agar tidak ada waktunya yang terlewatkan dengan sia-sia.

► Setelah terbitnya fajar shodiq (masuknya waktu subuh)

  • Sholat dua roka’at sebelum subuh. Dari Aisyah rodhiyallohu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dua roka’at fajar lebih baik dari dunia dan seisinya (HR. Muslim 725).
  • Segera berangkat ke masjid untuk sholat subuh. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

« بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

Berilah berita gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid-masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. At Tirmidzi 223, Ibnu majah 830, dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Shohih Al Jami’ 2823).

-Menyibukkan diri dengan berdzikir, berdo’a dan membaca al Qur’an sampai dikumandangkannya iqomat. Dari Anas bin Malik Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Do’a tidaklah ditolak antara adzan dan iqomah (HR. At Tirmidzi 212, Shohih Al Jami’ 3408).

►Setelah sholat Subuh

  • Duduk berdzikir setelah sholat dan membaca dzikir pagi hari. Jabir bin Samuroh berkata: “Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jika selesai sholat subuh beliau duduk di tempat sholatnya sampai matahari terbit meninggi (HR. Muslim 670).
  • Membaca Al Qur’an semampunya baik 1 juz, 1/2 juz maupun 1/4 juz.
  • Kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit sholat dua roka’at yang dinamakan sholat Al Isyroq, dikerjakan di awal waktu dhuha. Dari Anas bin Malik , Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

Barangsiapa yang sholat subuh secara berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Alloh sampai terbitnya matahari lalu ia sholat dua roka’at maka baginya pahala seperti haji dan umroh, sempurna.. sempurna.. sempurna.. (HR. At Tirmidzi 589 , Shohih at Targhib wa at Tarhib 464).

► Sepulang dari masjid

  • Sholat dhuha dua roka’at. Dari Abu Dzar dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Di pagi hari semua persendian anak adam wajib bershodaqoh, semua tasbih adalah shodaqoh, semua tahmid adalah shodaqoh, semua tahlil adalah shodaqoh, semua takbir adalah shodaqoh dan menyuruh kepada yang baik serta mencegah dari kejelekan adalah shodaqoh dan mencukupi yang demikian itu dengan dua roka’at di waktu dhuha (HR. Muslim 720).

► Berangkat ke tempat kerja atau menuntut ‘ilmu dengan mengharapkan pahala dari Alloh Subhanahu wa ta’ala. Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika ia keluar berkerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia fi sabilillah (di jalan Alloh), jika ia keluar berkerja untuk kedua orang tuanya yang telah lanjut usia maka ia fi sabilillah, jika ia keluar bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta maka ia fi sabilillah dan jika ia keluar karena riya’ dan sombong maka ia di jalan syaiton (HR. At Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 19/129.

Berkata Al Mundziri: “rentetan perawi haditsnya shohih dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Shohih At targhib 1692).

Dari Abu Hurairoh bahwa Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yan menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Alloh akan mudahkan jalannya ke syurga (HR. Muslim 2699).

► Menyibukkan diri dengan berdzikir sepanjang hari. Muadz bin Jabal berkata: ‘Amalan apa yang paling dicintai Alloh’?. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Engkau meninggal sedangkan lidahmu basah karena dzikir kepada Alloh”  (HR. At Thabroni 20/107-108, Shohih At Targhib 1492).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dua kata yang ringan di lidah, berat di timbangan (mizan), dicintai Ar Rahman adalah “Subhanalloh wa bihamdihi dan Subhanallohil ‘Adhim” (HR. Muslim 2694).

►Sebelum sholat dhuhur

Mengerjakan sholat sunnah 4 roka’at sebelum dhuhur dan dua roka’at setelahnya. Dari Ummu Habibah rodhiyallohu ‘anha, ia mendengar Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang sholat 12 roka’at dalam sehari semalam sholat  sunnah  maka dibangunkan baginya sebuah rumah di syurga (HR. Muslim 728).

Dalam riwayat Imam Tirmidzi ada tambahan:  “Empat roka’at sebelum dhuhur,2 roka’at setelahnya, 2 roka’at setelah maghrib, 2 roka’at setelah Isya dan 2 roka’at sebelum subuh” (HR. At Tirmidzi 415).

►Setelah Sholat dhuhur berjama’ah di masjid

  • Sholat sunnah dua roka’at
  • Tilawah Al Qur’an 1/4 juz atau 1/2 juz atau lebih dengan bantuan Al Quran terjemahan untuk memahami makna dan kandungannya.
  • Beristirahat dengan niat memulihkan kekuatan badan untuk beribadah. Dari Abdulloh bin ‘Amr rodhiyallohu ‘anhuma bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

Sesungguhnya bagi badanmu ada haknya (HR. Al Bukhori 5199).

► Setelah sholat Ashar berjama’ah

  • Menghafal atau muroja’ah hafalan Al Qur’an. Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

« إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ »

Permisalan shohib Al Qur’an seperti pemilik seekor unta yang diikat. Jika ia menetapinya maka ia akan memegangnya dan jika ia membiarkannya maka unta itu akan kabur (HR. Al Bukhori 5031, Muslim 789).

  • Membantu urusan rumah tangga.
  • Mendengar ta’lim atau pengajian yang di sana dibacakan Al Qur’an dan Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang shohih menurut pemahaman para sahabat dan Ulama Ahlusunnah. Dari Abu ‘Umamah t dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ”

Barangsiapa yang berangkat di waktu pagi, tidaklah ia bertujuan kecuali untuk mengajarkan kebaikan atau belajar kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang haji, sempurna hajinya (HR. At Thobroni 7346, Shohih At Targhib 86). Dari Abu Hurairah t dari Nabi r bersabda:

« مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ »

Barangsiapa yang berangkat pagi hari atau sore hari menuju masjid maka Alloh akan menyiapkan baginya tempat di syurga setiap kali ia berangkat (HR. Al Bukhori 662, Muslim 669).

► Setelah adzan maghrib

  • Berbuka dengan beberapa biji kurma dan air putih saja.
  • Berangkat ke masjid untuk sholat berjama’ah
  • Sholat dua roka’at setelah maghrib
  • Membaca wirid dan dzikir sore hari
  • Berkumpul dengan keluarga sambil makan bersama

► Setelah adzan Isya

  • Mempersiapkan diri untuk berangkat ke masjid. Dari Abu Hurairoh , Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah Alloh untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban yang difardhukan Alloh maka langkah-langkahnya, salah satunya menghapus kesalahan dan langkah yang lain mengangkat derajat” (HR. Muslim 666).
  • Sholat sunnah dua roka’at sebelum dan sesudah Isya dua roka’at.
  • Sholat tarowih berjama’ah di masjid. Nabi r bersabda:

« إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ »

Sesungguhnya barangsiapa yang sholat bersama Imam sampai selesai maka dituliskan baginya seperti sholat semalam suntuk (Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan dan Imam At Tirmidzi berkata: hasan shohih ).

  • Membaca Al Qur’an 1/4, 1/2, 1 juz atau lebih banyak dari itu dengan mentadabburinya. Dari Abdulloh bin Mas’ud , Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya kebaikan. Satu kebaikan adalah sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf (HR. At Tirmidzi 3158, Shohih At Targhib 1416).
  • Jika sholat tarowih dikerjakan pada sepertiga malam terakhir maka perbanyaklah berdo’a di waktu tersebut. Dari Abu Hurairoh t bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Robb kita Tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia tatkala tersisa sepertiga malam terakhir lalu Ia berkata: “Barangsiapa yang berdo’a kepadaKu maka Aku akan mengabulkannya, barangsiapa yang meminta kepadaKu maka Aku akan memberikannya dan barangsiapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku akan mengampuninya (HR. Muslim 758).

► Makan sahur

  • Mengakhirkan waktu makan sahur setengah jam atau lima belas menit sebelum adzan subuh. Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya kami para nabi diperintahkan untuk mempercepat berbuka dan mengakhirkan makan sahur” (HR. Ibnu Hibban 1800, Shohih Al Jami’ As Shogir wa ziyadatuhu 2282). Walhamdulillah.

[1]  Diringkas dari buku “30 tema pilihan kultum romadhon” oleh penulis.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *