Kamis , Oktober 22 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Pendidikan Islam / Kiat Menjadi Pendidik Idaman
KLIK UNTUK BERINFAK

Kiat Menjadi Pendidik Idaman

Kiat Menjadi Pendidik Idaman

Keutamaan pendidik

Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…Sesungguhnya para Nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya maka ia mendapatkan bagian yang besar” (HR. at Tirmidzi 2682).

Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda: “ Demi Alloh, benar-benar satu orang mendapatkan hidayah karenamu lebih baik bagimu dari unta merah” (Muttafaqun ‘alaihi).

Dari Abu ‘Umamah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “ Sesungguhnya Alloh dan para malaikat sampai semut di dalam lubangnya dan ikan di dalam laut mendoakan orang-orang yang mengajarkan manusia kebaikan” (Shohih al Jaami’ 811).

Kewajiban seorang guru/ pendidik

  1. Iltizam dengan hukum-hukum syar’i dan mematuhi aturan-aturan dalam pendidikan dan berhias dengan adab dan akhlak yang terpuji dan berusaha untuk menjauhi hal-hal yang mengurangi atau merusak kemuliaan profesinya.
  2. Menghormati murid-muridnya dan memperlakukan mereka sebagai seorang anak didik secara proporsional agar mereka merasa aman, tenang, percaya diri, merasa diri dihargai sehingga menumbuhkan kepribadian yang terpuji dalam diri mereka.
  3. Berusaha memenuhi jam mengajarnya secara maksimal dan menuntaskan pelajaran yang dipegangnya baik dengan melakukan persiapan mengajar, mengisi daftar hadir, menentukan metode pembelajaran dan metode penunjang lainnya, mengadakan ujian, melakukan pemeriksaan (remedial) dan giat di dalam maupun luar kelas.
  4. Memperhatikan jam masuk dan keluar dan menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk kemaslahatan murid baik di dalam maupun luar kelas.
  5. Mempelajari kurikulum dan kitab-kitab pegangan yang layak untuk semua jenjang.
  6. Berusaha menghadiri pertemuan-pertemuan yang dicanangkan oleh Mudir madrasah di luar jam mengajar dan berusaha melaksanakan hasil-hasilnya.
  7. Ta’awwun dengan semua pendidik yang lain dan pegawai kantor agar bisa tercipta lingkungan kerja yang harmonis.
  8. Berusaha untuk mengembangkan dirinya dari sisi kapabilitas ilmu dan profesinya, mengembangkan metode pembelajaran dan turut serta dalam dauroh-dauroh kependidikan (Mu’allim Najiih, Doktor Kholid ibnu Muhammad as Syahri hal. 9-11).

Saudaraku, para pendidik…

Ingatlah bahwa anda adalah Abi Murobbi (bapak pendidik) bukanlah buruh….

Ingatlah bahwasanya anda adalah teladan….

Lemah lembut dan kasih sayang dalam mengajar bukanlah suatu bentuk kelemahan…

Ingatlah bahwa setiap jenjang memiliki ciri dan karakter yang khas….

  Kiat menciptakan suasana kelas yang harmonis

  1. Sering tersenyum, berwajah ceria dan banyak mengucapkan salam serta menghindari muka cemberut dan alis mengkerut.
  2. Merendah diri dan memahami tingkat pemahaman murid. Ingatlah bahwasanya Alloh akan mengangkat derajat anda….
  3. Jangan berlebihan dalam bergurau atau terlalu banyak mencela dan menghukum (Tegas tapi tidak keras, lembut tapi tidak lembek).
  4. Jangan suka mengolok maupun mencemooh murid, usahakan untuk menasehatinya empat mata.
  5. Perbanyak memuji mereka, memberikan hadiah dan memberikan mereka semangat.
  6. Berikanlah maaf kepada yang bersalah dan hendaknya pertengahan dalam menghukum.
  7. Berbuatlah adil antara murid anda, janganlah anda cenderung kepada salah satu murid atau tidak memberikan hak murid yang lainnya.
  8. Jangan terlalu membebani mereka dengan tugas maupun PR dan ingatlah bahwasanya mereka mempunyai banyak pelajaran yang tuntutannya sama dengan pelajaran anda.
  9. Jangan menceburkan diri anda menjadi bahan pembicaraan murid (karena bertingkah yang tidak syar’i) dan jangan memperkerjakan murid untuk urusan pribadi anda, ingatlah anda adalah qudwah…!
  10. Variasikanlah metode mengajar anda dan kuatkanlah kelimuwan anda. (Mu’allim Naajih, hal. 29-30).

Kiat menghidupkan kelas

  1. Tempuhlah cara yang pertengahan bersama para murid.
  2. Memberikan waktu khusus untuk menerima pendapat murid dan mempraktekkannya.
  3. Menstimulasi murid agar cepat berkomentar, berbicara atau menjawab.
  4. Menggunakan bahasa fushha (fasih) di dalam kelas.
  5. Meminimalisir dalam memberikan banyak saran atau menggunakan bentuk-bentuk perintah dalam berbicara dengan murid.
  6. Memvariasikan irama suara antara tinggi dan rendah.
  7. Memelihara ketenangan di dalam kelas dan membetulkan posisi duduk murid yang bagus dan
  8. Membagi waktu penyampaian materi pembahasan dengan baik agar materi tidak selesai sebelum jam pelajaran berakhir yang bisa menyebabkan kegaduhan di dalam kelas.
  9. Mewanti-wanti murid bahwasanya mereka akan ditanya sewaktu-waktu di tengah-tengah pelajaran sehingga konsentrasi mereka tetap terpusat pada materi yang disampaikan.
  10. Mengarahkan pandangan kepada semua murid dan tidak terpusat hanya pada satu titik saja.
  11. Mengatur kelas berdasarkan tinggi pendeknya murid dan memperhatikan murid yang lemah penglihatan dan pendengarannya.
  12. Jika memberikan PR maka harus diperhatikan dan dikoreksi.
  13. Menvariasikan metode mengajar dan meminimalkan metode ceramah.
  14. Wajib untuk menyesuaikan kecepatan mengajar bersama murid agar murid tidak lalai dari penjelasan gurunya dan sibuk dengan yang lain.
  15. Wajib menghormati muridnya dan tidak mengolok-olok atau mencela mereka karena jiwa manusia sangat sensitif walaupun masih kecil.
  16. Tidak mengeluarkan murid dari kelas karena itu menunjukkan lemahnya guru karena sebagian murid memang ingin supaya dikeluarkan.
  17. Tidak mencela kelas secara keseluruhan karena itu akan mengakibatkan adanya kebencian dan permusuhan dari semua murid.
  18. Menanamkan perasaan kepada murid bahwasanya guru adalah kakak mereka dan berusaha untuk membantu mereka jika mendapatkan kesulitan.
  19. Sesungguhnya seorang guru berusaha mengendalikan dirinya adalah salah satu sarana untuk mengendalikan murid dan kelas.
  20. Seorang guru hendaknya memberikan kesibukan yang bermanfaat bagi murid dan jika memberikan tugas hendaknya yang dimampui oleh murid.

(Mu’allim Naajih, hal. 62-64).

Wahai Abu ‘Umair… 

Dari Anas bin Malik ia berkata: “Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Aku memiliki saudara –masih kecil- yang bernama Abu ‘Umair. Setiap kali beliau datang, beliau berkata: “Wahai Abu ‘Umair apa yang dilakukan oleh Nughair (burung kecilnya)”?…(HR. al Bukhori 6203, Muslim 2150).

 Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggabungkan antara akhlak yang baik dengan metode mengajar yang baik pula.

Wahai…               Ushlub (metode) memanggil agar seorang murid selalu perhatian dengan apa yang akan dikatakan gurunya. Oleh karena itu kita dapati dalam al Qur’an panggilan yang banyak dari Alloh seperti: Yaa ayyuhalladzina aamanu, yaa ayyuhan nabiyyu, ya ayyuhan naas, dst.

Abu ‘Umair…     Anak ini masih kecil namun dipanggil dengan kunyah yang menunjukkan penghormatan bagi orang Arab. Tidak lain agar seorang guru menghargai dan menghormati  anak didiknya sebagaimana anak atau adiknya sendiri.

Apa…                    Ushlub menanyakan untuk memberikan perhatian kepada sang murid dan mengetahui seberapa tingkat pemahamannya atas materi yang disampaikan guru maupun untuk tujuan menguji. Rasululloh mengetahui bahwa burung kecil itu sudah meninggal di dalam sangkarnya namun beliau tetap menanyakannya.

Yang dilakukan…             Ushlub mengamati apa yang terjadi di sekelilingnya untuk memberikan komentar atau pendapatnya.

Nughair…           Nughair adalah bentuk tashgir yang menunjukkan kasih sayang. Ushlub yang bisa dipetik di sini adalah menyesuaikan anak didik dengan tingkat pemahamannya dan umurnya. Diantara Ushlub yang terkandung dalam hadits ini adalah memberi contoh penerapan karena lewat ucapan Nabi ini para ulama mengambil faedah bahwasanya diperbolehkan untuk memelihara burung dalam sangkar.

Wallohu a’lam. Walillahil hamdu wal minnah.

Tentang Penulis Ali Sulistiono

Ustadz Ali Sulis Abu Bakr Al Atsary -hafidzahullah-. Pendidikan : S1 UNRAM, Ma'had 'Ali AL-Furqon Al-Islamy Gresik JATIM. Aktifitas dakwah : Staf pengajar di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Pemateri kajian di masjid Imam Syafi'i karang anyar dan dewan redaksi majalah Al-Furqon Al-Islamy

Silahkan Pilih Yang Lain

Menyoroti Pola Hidup Boros

Menyoroti Pola Hidup Boros                 Perkembangan kehidupan manusia yang semakin komplek dan maju cenderung untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *