Sabtu , September 22 2018
Breaking News
Home / Bahasa Arab / Ilmu Nahwu / Syarah Matan Jurumiyah / Kaidah-Kaidah Nahwu : Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

Kaidah-Kaidah Nahwu : Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

باب الأفعال

Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

اَلْأَفْعَالُ ثَلَاثَةٌ ماض وَمُضَارِعٌ وَأَمْرٌ نَحْوَ ضَرَبَ وَيَضْرِبُ وَاضْرِبْ. فَالْمَاضِي مَفْتُوحُ اَلْآخِرِ أَبَدًا. وَالْأَمْرُ مجزوم أَبَدًا. والمضارع مَا كَانَ فِي أَوَّلِهِ إِحْدَى اَلزَّوَائِدِ اَلْأَرْبَعِ اَلَّتِي يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ [أَنَيْتُ] وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ.

Fi’il ( الْفِعْلُ ) itu ada tiga (3) macam, yaitu :

Pengertian Fi’il Madhi ( الفعل الماضي ) adalah :

¦ مَا دَلَّ عَلَى حَدَثٍ وَقَعَ قَبْلَ زَمَانِ التَّكَلُّمِ

“ Kata yang menunjukkan kejadian yang telah terjadi sebelum masa berbicara”.

Hukum-Hukum Fi’il Madhi ( الفعل الماضي ) adalah :

  • ( المبني على الفتح ) Fi’il madhi selalu fathah baik dengan fathah yang Dzhohir atau fathah yang Muqaddar.

Fathah yang dzhohir terletak pada beberapa jenis fi’il, yaitu pada :

  • (الفعل الصحيح الآخر الذي لم يتصل به واو الجماعة، ولا ضمير رفع متحرك ) Fi’il shohih akhir yang tidak bersambung dengan Wawu jama’ah dan Dhomir rofa’ yang berharokat Contoh :

  • Fi’il yang berakhiran Wawu atau Ya’ contoh :

Fathah yang muqoddhar terletak pada beberapa jenis fi’il, yaitu pada :

  • Fi’il madhi yang berakhiran Alif ( الألف ) contoh :

  • Fi’il madhi yang bersambung dengan Wawu Jama’ah ( واو الجماعة ) contoh :

  • Fi’il madhi yang bersambung dengan dhomir rafa’ yang berharokat, contoh :

Pengertian Fi’il Mudhori’ ( الفعل المضارع ) adalah :

مَا دَلَّ عَلَى حَدَثٍ يَقَعُ فِيْ زَمَانِ التَّكَلُّمِ أوْ بَعْدَهُ .

“ Kata yang menunjukkan kejadian/pekerjaan yang terjadi pada saat berbicara atau setelah-nya”.

Hukum Fi’il Mudhori’ ( الفعل المضارع ) adalah :

  • Fi’il mudhori’ marfu’ selama tidak kemasukan ‘Amil Nashob dan ‘Amil Jazm.
  • Fi’il mudhori’ mu’rob selama tidak bersambung dengan Nun taukid atau Nun niswah, contoh :

  • Apabila fi’il mudhori’ bersambung dengan Nun Taukid maka fi’il mudhori’ menjadi mabni dengan Fathah, contoh seperti diatas.
  • Apabila fi’il mudhori’ bersambung dengan Nun Niswah maka fi’il mudhori’ menjadi mabni dengan Sukun, contoh seperti diatas.

Tanda Fi’il Mudhori’ Yaitu :

  • Adanya salah satu huruf tambahan yang 4(empat) yaitu ( أ ، ن ، ي ، ت ) pada awal fi’il mudhori’, contoh :

  • Bisa dimasuki Lam ( لمْ ) contoh :

 

Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it