Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Belajar Islam / Tafsir Al-Qur'an / Perintah Tolong Menolong Dalam Kebajikan dan Ketakwaan ( Tafsir Surat Al-Ma’idah Ayat 2 )
KLIK UNTUK BERINFAK

Perintah Tolong Menolong Dalam Kebajikan dan Ketakwaan ( Tafsir Surat Al-Ma’idah Ayat 2 )

Perintah Tolong Menolong Dalam Kebajikan dan Ketakwaan

( Tafsir Surat Al-Ma’idah Ayat 2 )

قَالَ الله تَعَالَى : ( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى ) [ المائدة : 2 ]

“Dan tolong menolonglah kalian dalam berbuat  kebajikan dan ketakwaan”. (QS. Al-Maidah 2)

Penjelasan dan Tafsir ayat :

  1. Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : “Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hambanya yang beriman untuk saling tolong menolong dalam kebaikan, inilah yang dimaksud dengan Al-Bir (kebajikan) dan meninggalkan kemungkaran, inilah takwa, dan melarang mereka saling menolong dalam kebatilan,dosa dan yang haram”.
  2. Imam Qurtubi Rahimahullah berkata : “Ini adalah perintah untuk semua makhluk agar saling tolong menolong dalam kebajikan dan takwa, maksudnya hendaklah sebagian dari kalian menolong sebagian yang lain, dan saling menganjurkan untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan, dan meninggalkan apa yang Allah larang, hal ini selaras dengan hadits yang telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa Beliau bersabda :

الدَّالُّ على الخير كفاعله

“Orang yang mengajak kepada kebaikan, mendapat pahala yang sama dengan yang melakukannya”.

  1. Imam Al-Maawardi Rahimahullah berkata : “Allah menganjurkan untuk saling menolong dalam kebaikan dan menggandengkannya dengan bertakwa kepada Nya, karena dalam takwa akan tercapai ridho Allah, dan dalam kebaikan akan tercapai ridho manusia, dan siapa saja yang menggabungkan antara ridho Allah dan ridho manusia maka kebahagiannya telah sempurna dan nikmatnya telah menyeluruh”.
  2. Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata : “Ayat ini mencakup semua kemaslahatan hamba didunia maupun di akhirat, baik antara sesamanya atau antara dia dengan Rabb nya, bahwa setiap hamba tidak bisa terlepas dari dua keadaan dan kewajiban ini, kewajiban antara dia dengan Rabb nya, atau kewajiban dia dengan sesamanya, berupa bergaul,tolong menolong dan persahabatan, maka yang wajib atas seorang hamba dalam bergaul dan berkumpul dengan sesamanya untuk saling tolong menolong diatas ridho Allah dan ketaatan kepadaNya, yang keduanya merupakan puncak kebahagian dan kesuksean seorang hamba, tidak ada kebahagian kecuali dengan mencapainya yaitu Al-Bir dan At-Takwa yang keduanya merupakan pokok agama”.
  3. Beliau juga berkata : “Tujuan berkumpulnya manusia dan bergaul antar sesamanya adalah saling tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, setiap orang membantu saudaranya diatas kebajikan dan ketakwaan dengan ilmu dan amal..”.
  4. Faidah : (الْبِرِّ ) Al-Bir dan (التَّقْوَى ) At-Taqwa termauk diantara nama-nama yang apabila dipisah maka salah satu mengandung makna yang lain, dan apabila digabung dalam satu kalimat maka masing-maing memiliki makna tersendiri, seperti kata Islam dan Iman atau Fakir dan Miskin.
  5. Arti (الْبِرِّ ) Al-Bir dalam ayat diatas adalah Mengerjakan apa yang Allah perintahkan berupa kewajiban, yang mustahab dan ketaatan.

Adapun arti (التَّقْوَى ) At-Takwa adalah Meninggalkan hal-hal yang diharamkan, sebagai penghalang antara dia dengan azab Allah Subhanahu Wata’aala.

  1. Para ‘Ulama menyebutkan beberapa faidah dan keutamaan tolong menolong dalam kebajikan, diantaranya :

  • Menjawab seruan Allah Subhanahu Wata’ala, karena Allah menyeru hambanya untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.
  • Tolong menolong dalam kebajikan merupakan buah iman seorang hamba.
  • Orang yang saling menolong akan mendapatkan kasih sayang dan pertolongan dari Allah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Bahwa Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”.

  • Tolong menolong dalam kebaikan akan mempermudah pekerjaan seorang hamba.
  • Tolong menolong sebagai salah satu sebab yang penting untuk menyatukan dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama hamba.
  • Dengan tolong menolong, memungkinkan bagi seseorang menyelesaikan pekerjaan yang berat yang tidak mampu dikerjakan secara sendiri.
  • Tolong menolong sebagai bukti, bahwa kita menginginkan kebaikan untuk saudara sesama muslim.
  • Tolong menolong menghilangkan kedengkian dan sebab-sebab hasad didalam hati-hati yang lemah.
  1. Diantara bentuk tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan adalah :

  • Tolong menolong dalam berdakwah (menyeru manusia kejalan Allah) dan Menolong Agama islam. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ

 “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?”.

  • Tolong menolong dalam menunaikan ibadah. Seperti membangunkan saudara atau keluarga untuk melakukan sholat malam. Dari Abi Utsman, beliau berkata :

تَضَيَّفْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ سَبْعاً فَكَانَ هُوَ وَامْرَأَتُهُ وَخَادِمُهُ يَعْتَقِبُونَ اللَّيْلَ أَثْلاَثاً يُصَلِّى هَذَا ثُمَّ يُوقِظُ هَذَا وَيُصَلِّى هَذَا ثُمَّ يَرْقُدُ وَيُوقِظُ هَذَا.

 “Aku pernah bermalam di rumah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu selam seminggu, ternyata beliau, istri dan pembatunya, membagi malam menjadi tiga bagian, yang ini shalat kemudian membangunkan yang lain, lalu shalat yang ini kemudian ia tidur dan membangunkan yang ini.” HR. Ahmad dan Bukhari.

  • Tolong menolong dalam membangun masjid.

عن أَبِي سَعِيدٍ في ذِكْر بِنَاءِ الْمَسْجِدِ قَالَ كُنَّا نَحْمِلُ لَبِنَةً لَبِنَةً وَعَمَّارٌ لَبِنَتَيْنِ لَبِنَتَيْنِ فَرَآهُ النَّبِيُّ e فَيَنْفُضُ التُّرَابَ عَنْهُ وَيَقُولُ وَيْحَ عَمَّارٍ تَقْتُلُهُ الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ وَيَدْعُونَهُ إِلَى النَّارِ ، قَالَ : يَقُولُ عَمَّارٌ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْفِتَن ) رواه البخاري .

“Dari Abi Sa’id ia menyebutkan tentang pembangunan masjid. Ia mengkisahkan, “Masing-masing kami membawa bata satu persatu, sedangkan ‘Ammar membawa dua bata dua bata sekaligus. Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau berkata sambil meniup debu yang ada padanya: “Kasihan ‘Ammar, dia akan dibunuh oleh golongan durjana. Dia mengajak mereka ke surga sedangkan mereka mengajaknya ke neraka. Ibnu ‘Abbas berkata, ‘Ammar lantas berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari fitnah tersebut”. (HR. Bukhari)

  • Tolong menolong dalam menuntut ilmu.

Umar Radhiallahu ‘Anhu berkata, “Aku punya tetangga dari suku Anshar, kami bergantian mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. sehari aku turun dan sehari ia yang turun. Ia datang dengan membawa kabar tentang wahyu dan selainnya. Begitu juga aku seperti itu….”.(HR. Bukhari)

  • Membantu kebutuhan kaum muslimin

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ)  بَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ النَّبِيِّ e إِذْ جَاءَ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَةٍ لَهُ قَالَ فَجَعَلَ يَصْرِفُ بَصَرَهُ يَمِينًا وَشِمَالًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ e  مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لا ظَهْرَ لَهُ وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لا زَادَ لَهُ قَالَ فَذَكَرَ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ مَا ذَكَرَ حَتَّى رَأَيْنَا أَنَّهُ لا حَقَّ لأَحَدٍ مِنَّا فِي فَضْل ) رواه مسلم

Dari Sa’id Al Khudri dia berkata : “Ketika kami dalam perjalanan bersama-sama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang memiliki kelebihan tempat pada kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki tempat, dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki perbekalan. Abu Sa’id berkata, Lalu beliau menyebutkan golongan yang berhak mendapatkan harta sehingga kami melihat bahwa tidak ada lagi dari kami yang berhak mendapatkan kelebihan harta”.

 

Pondok Pesantren Al-Mahmud Aik Ampat Lombok Barat

Malam Ahad 23 Jumadal Akhir 1439 H / 10 Maret 2018

Bahrul Ulum Ahmad Makki


Refrensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  2. Syarah Riyadhussholihin Ibnu Utsaimin
  3. http://www.alukah.net/sharia/0/59056/”

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Nasehat akhir tahun

Nasehat akhir tahun إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *