Rabu , Mei 23 2018
Breaking News
Home / Belajar Islam / Manajemen Qalbu / Riyadhus Shalihin : Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan ( Hadits 4 )

Riyadhus Shalihin : Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan ( Hadits 4 )

Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan

وعَنْ أبي عَبْدِ اللَّهِ جابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ رضِيَ الله عنْهُمَا قَالَ ( كُنَّا مَع النَّبِيِّ e في غَزَاة فَقَالَ: إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيراً ، وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِياً إِلاَّ كانُوا مَعكُم حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ» وَفِي روايَةِ : «إِلاَّ شَركُوكُمْ في الأَجْرِ ) رَواهُ مُسْلِم . ورواهُ البُخَارِيُّ  عَنْ أَنَسٍ قَالَ ( رَجَعْنَا مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ مَعَ النَّبِيِّ فَقَالَ: «إِنَّ أَقْوَامَاً خلْفَنَا بالمدِينةِ مَا سَلَكْنَا شِعْباً وَلاَ وَادِياً إِلاَّ وَهُمْ مَعَنَا ، حَبَسَهُمْ الْعُذْرُ ) رواه البخاري

“Dari Abu Abdillah Jabir beliau berkata: kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu peperangan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya beberapa orang di Madinah tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula kalian melewati satu wadi (lembah) kecuali mereka bersama kalian, mereka ditahan oleh penyakit”. Dan dalam riwayat lain : “Kecuali mereka bersama kalian dalam pahala”. [HR Muslim]

Dan Imam al-Bukhâri meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau berkata, “Kami pulang dari perang Tabuk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesunggunya beberapa orang yang tertinggal di Madinah tidaklah kita melewati satu jalanan dan tidak pula lembah kecuali mereka bersama kita, mereka tertahan oleh udzur”.

Penjelasan dan Fiqih Hadits :

  1. Jabir bin Abdillah Al-Anshory ia dan bapaknya seorang sahabat, beliau termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, mengikuti semua peperangan bersama Nabi termasuk perang badar dan perang uhud, beliau meninggal pada tahun 74 H.
  2. Hadits diatas menunjukkan keutamaan niat yang baik, seseorang akan diberi pahala karena niat baiknya.

Imam Nawawi Rahimahullah berkata : “Dalam hadits ini menunjukkan keutamaan berniat melakukan kebaikan, dan barangsiapa berniat berperang atau berniat akan melakukan ketaatan yang lainnya, tiba-tiba dia terhalang melakukannya maka ia mendapat pahala karena niatnya…..”.

  1. Hendaklah seseorang berniat melakukan kebaikan supaya ia mendapat pahala karena niatnya.
  2. Seseorang yang terhalang melakukan kebaikan dan ketaatan yang biasa dilakukannya, karena sakit atau yang lainnya, maka ia akan mendapatkan pahala yang penuh , contoh :

Seseorang biasa mengerjakan sholat wajib secara berjama’ah dimasjid, akan tetapi ia sakit atau ketiduran sehingga ia terhalang melakukan nya, maka Allah memberinya pahala penuh tanpa dikurangi sedikitpun.

  1. Niat yang baik akan mencapai pahala orang yang mengerjakan amalan tersebut, diantara rahmat dan kemulian yang Allah berikan kepada hambanya adalah Allah memberikan pahala bagi orang yang lemah dan tidak mampu melakukan ketaatan padahal ia berniat kuat ingin melakukannya.

 Imam Ibnul Mubarok rahimahullah berkata : “Bisa jadi amalan yang sedikit menjadi besar karena niat”.

 Daud At-Tho’I Rahimahullah berkata : “Saya melihat semua kebaikan, terkumpul dalam niat yang baik”.

 Imam Ahmad Rahimahullah berwasiat kepada anaknya : “Kamu akan selalu dalam kebaikan, selama kamu berniat melakukan kebaikan”.

  1. Hadits diatas menunjukkan keutamaan berjihad dijalan Allah ta’ala.
  2. Berjihad dijalan Allah lebih utama beberapa derajat dari orang yang tidak ikut berjihad.
  3. Orang buta, orang sakit dan orang-orang yang memiliki halangan tidak berdosa karena tidak ikut berjihad.
  4. Hadits diatas menunjukkan luasnya rahmat Allah dan kemudahan Islam, dimana Allah tidak membebani orang-orang yang memiliki udzur untuk berjihad.

 

Ponpes tahfidz putrid Al-Mahmud Aik Ampat, Jum’at 22 jumadal akhir 1439 H/9 maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad


Referensi :

  1. Syarah Riyadhussholihin Ibnu Utsaimin
  2. Syarah Riyadhussholihin Syaikh Sulaiman Al-Luhaimid
  3. Bahjatun Nazhirin Syaikh Salim Al-Hilaly
Please follow and like us:
0

About Bahrul Ulum Ahmad Makki

Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pondok Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana )

Check Also

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179)

‘Umdatul Ahkam : Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan (Hadits 179) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please like this page and share it