Senin , Oktober 26 2020
Breaking News
Home / Bahaya Menyekutukan Allah
KLIK UNTUK BERINFAK

Bahaya Menyekutukan Allah

BAHAYA BERBUAT SYIRIK

(MENYEKUTUKAN ALLAH DALAM BERIBADAH)

Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mati dalam kesyirikan dan belum bertaubat darinya.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya”. (QS. AnNisa’: 48).

Dalam ayat ini Allah mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik dan belum bertaubat darinya, adapun dosa selainnya, maka dibawah kehendak-Nya, jika Allah berkehendak Dia mengampuninya kemudian memasukkannya kedalam surga dan jika Dia berkehendak, Dia mengazabnya sesuai kadar dosanya.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia “Tidak akan mengampuni dosa syirik” yakni Dia tidak akan mengampuni seorang hamba yang bertemu dengannya dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah), dan “Dia mengampuni segala dosa selain dari kesyirikan bagi yang dikehendaki-Nya” yakni : dosa-dosa bagi hamba-hambanya yang dikehendaki.

Orang Yang Mati Dalam Kesyirikan Akan Masuk Neraka

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

“Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah sebagai sekutu baginya, maka ia akan masuk kedalam neraka.”( HR. Bukhari).

Didalam hadits ini terkandung keterangan bahwa berdo’a kepada selain Allah dalam perkara dimana yang mampu hanya Allah semata maka ini termasuk perbuatan syirik.

Mengangkat sekutu terbagi menjadi 2 (dua) :

  1. Mengangkatnya sebagai sekutu Allah dalam semua ibadah atau sebagiannya, ini termasuk syirik besar. Seperti orang yang berdoa kepada selain Allah dll.
  2. Yang termasuk kedalam syirik kecil, seperti ucapan seseorang “Atas kehendak Allah dan kehendakmu, kalau bukan karena Allah dan kamu”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Barang siapa yang menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Nya, pasti ia masuk surga, dan barang siapa yang menemui-Nya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka”. [HR. Muslim dari Hadits jabir Radhiallahu ‘anhu]

Imam Nawawi Asy-Syafi’I rahimahullah berkata :“Adapun masuknya orang musyrik kedalam neraka karena sesuai keumumannya, dia memasukinya dan kekal di dalamnya, tidak ada perbedaan antara yahudi dan nashrani dengan para penyembah berhala dan orang-orang kafir lainnya, tidak ada perbeda anantara orang kafir yang menentang dan lainnya. Tidak ada perbedaan antara orang yang menyelisihi islam dengan orang yang menisbatkan diri kepada islam lalu dia dihukumi kafir karena pengingkarannya dan selainnya….”.

 

Pondok tahfidz putri Al-Mahmud Aik Ampat, Ahad 17 Jumadal Akhir 1439 H/4 Maret 2018 M.

Bahrul Ulum Ahmad makki


Refrensi :

  1. Taisir ‘Azizil Hamid, Karya Syaikh Sulaiman Bin Abdil Wahhab
  2. Kitab Fathul Majid, Karya Syaikh Abdurrahman Bin Hasan  Alu Syaikh
  3. Quratul ‘uyunil Muwahhidin, Syaikh Abdurrahman bin Hasan

Tentang Penulis Bahrul Ulum Ahmad Makki

Bahrul Ulum Ahmad Makki -hafidzahullah-. Riwayat pendidikan : SDN 7 Kediri Lobar, MTs-MA Pesantren Selaparang NW kediri Lombok Barat,Ma'had Imam Syafi'i Cilacap, Ma'had Aly Al-Irsyad Surabaya, Takmily LIPIA Jakarta, Darul Hadits Republik Yaman ( Syaikh Abul Hasan Al-Ma'riby dan Syaikh Muhammad Al-Imam Ma'bar), Universitas Yemenia - Yaman, Universitas Muhammadiyah Surabaya ( Pascasarjana ) Aktifitas : Pengasuh dan pengajar di pondok Tahfidz Al-Mahmud Al-Islamy, Pembina Yayasan Al-Hakam NTB, Pengasuh Web alhakam.com

Silahkan Pilih Yang Lain

Jika Sedekah Tidak Sampai Kepada Orang Yang Kita Inginkan ( Riyadus shalihin, Bab Ikhlas, Hadits ke-5)

Jika Sedekah Tidak Sampai Kepada Orang Yang Kita Inginkan ( Riyadussholihin, Bab Ikhlas, Hadits ke-5) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *